Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Senin, 10 Agustus:
Indeks Dolar AS bergerak di 99,62 yang naik 0,02% pada basis harian setelah turun 0,34% pada Jumat lalu, mencatatkan level terendah baru sejak 18 Juni 2026 menyusul data Nonfarm Payrolls Juli yang turun 23 ribu, meleset dari prakiraan +80 ribu.
Namun demikian, Greenback terperangkap dalam kisaran sideways yang terbentuk sejak akhir Juli. Ke depan, bias mata uang ini akan dipengaruhi oleh penilaian ulang terhadap kebijakan suku bunga The Fed menyusul data tenaga kerja yang disebutkan di atas di tengah absennya data penggerak Dolar AS dalam kalender ekonomi hari ini.
Sementara itu dari sisi Rupiah, mata uang ini sempat menguat ke 17.835 per Dolar AS Jumat lalu di balik pelemahan mata uang Amerika menyusul data tenaga kerja yang mengecewakan. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama karena USD/IDR ditutup naik 0,28% di 17.890.
Dari dalam negeri, perhatian pasar pada Senin, 10 Agustus, tertuju pada data Keyakinan Konsumen Indonesia bulan Juli yang akan dirilis oleh Bank Indonesia pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk data ini setelah Keyakinan Konsumen Juni di 117,8 yang tetap dinilai optimis karena berada di atas level 100.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
WTI Tergelincir di Bawah $76,50 meskipun Ada Ketidakpastian Atas Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terdepresiasi setelah mencatat kenaikan lebih dari 4% pada hari perdagangan sebelumnya, melayang di sekitar $76,40 per barel selama perdagangan sesi Asia pada hari Senin.
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Keyakinan Konsumen
Indeks Dolar AS bergerak di 99,62 yang naik 0,02% pada basis harian setelah turun 0,34% pada Jumat lalu, mencatatkan level terendah baru sejak 18 Juni 2026 menyusul data Nonfarm Payrolls Juli yang turun 23 ribu, meleset dari prakiraan +80 ribu.
Prakiraan Mingguan Dolar AS: Inflasi yang Membandel, Tenaga Kerja yang Lebih Lemah dan Harapan Perdamaian
Minggu depan: Data IHK AS, ringkasan BoJ, dan keputusan RBA menjadi sorotan
Data inflasi AS akan memandu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Ringkasan opini BoJ yang hawkish dapat mendukung Yen. RBA masih bisa terdengar hawkish di tengah inflasi yang membandel. Angka PDB dan aktivitas Inggris akan membentuk sentimen terhadap sterling.