- Fitch menyoroti melemahnya bantalan eksternal Indonesia.
- Neraca perdagangan berbalik defisit US$1,61 miliar pada Mei ketika Rupiah kembali mendekati 18.000 per Dolar AS.
- Rating Indonesia tetap BBB dengan outlook Negatif; Fitch belum mengumumkan perubahan peringkat baru.
Fitch Ratings menyoroti meningkatnya tekanan terhadap bantalan valuta asing Indonesia ketika neraca perdagangan berbalik defisit dan Rupiah kembali mendekati 18.000 per Dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu melaporkan ekspor Indonesia mencapai US$23,20 miliar pada Mei, lebih rendah dibandingkan impor sebesar US$24,81 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan mencatat defisit sekitar US$1,61 miliar setelah membukukan surplus US$89,1 juta pada April. Meski demikian, perdagangan sepanjang Januari-Mei masih mencatat surplus US$4,03 miliar.
JISDOR Bank Indonesia melemah 62 poin menjadi 17.961 pada 1 Juli, dari 17.899 sehari sebelumnya.
Dalam laporan yang diterbitkan 1 Juli, Fitch mencatat cadangan devisa bruto Indonesia turun 4,6% sepanjang Maret hingga Mei. Lembaga tersebut memprakirakan cadangan devisa akan mencakup 4,9 bulan pembayaran eksternal berjalan pada 2026, sedikit di bawah median negara berperingkat BBB sebesar 5,0 bulan.
Fitch menilai tiga kali kenaikan suku bunga Bank Indonesia dalam waktu sekitar satu bulan, dengan total 100 basis poin menjadi 5,75%, menunjukkan tekad bank sentral meredam tekanan terhadap Rupiah dan memulihkan kepercayaan pasar. Namun, intervensi valas juga mendorong posisi neto jual mata uang asing BI mendekati US$27 miliar pada akhir Mei.
Penurunan cadangan devisa yang tajam dan berkelanjutan dapat menambah tekanan terhadap profil kredit Indonesia, terutama jika disertai arus modal keluar yang terus berlangsung.
Fitch juga menilai ketidakpastian kebijakan masih menjadi hambatan bagi sentimen pasar, termasuk risiko pelaksanaan sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Laporan tersebut bukan tindakan pemeringkatan baru. Fitch masih mempertahankan rating utang Indonesia di BBB dengan outlook Negatif setelah outlook diturunkan dari Stabil pada 4 Maret 2026.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Nonfarm Payrolls Diprakirakan Tumbuh Lebih dari 100 Ribu di Juni, Perkuat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Emas Lanjutkan Kenaikan Terbatas di Tengah Pelemahan USD jelang NFP AS
Emas Temukan Penerimaan di Atas $4.000, namun NFP AS Berperan Penting
Ripple dan Stellar membangun pemulihan saat para pedagang menjadi sedikit bullish dengan hati-hati
Ripple dan Stellar melanjutkan pemulihan seiring sentimen pasar yang membaik mendukung rebound. XRP diperdagangkan di atas $1,05 sementara XLM naik melewati $0,199. Para pembeli harus tetap berhati-hati, karena data on-chain dan derivatif yang beragam mengindikasikan bias bullish moderat, dan kenaikan lebih lanjut mungkin bergantung pada momentum pembelian yang berkelanjutan
Bagaimana pasar akan menilai NFP Juni saat kekhawatiran inflasi mendorong taruhan kenaikan suku bunga The Fed?
Nonfarm Payrolls diprakirakan akan naik sebesar 110 ribu di bulan Juni, melambat dari kenaikan 172 ribu yang mengesankan yang tercatat pada bulan Mei. Data ketenagakerjaan AS dapat mempengaruhi prospek kebijakan The Fed dan meningkatkan volatilitas Dolar AS.