- Harga emas tetap berada di bawah tekanan karena pasar bersiap menghadapi laporan inflasi AS bulan September.
- Para pedagang memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan Oktober, dengan kemungkinan satu kenaikan lagi pada bulan Desember.
- XAU/USD mempertahankan bias bearish saat di bawah SMA harian utama, dengan US$4.100 bertindak sebagai support terdekat.
Emas (XAU/USD) turun pada hari Rabu, memperpanjang penurunan untuk tiga hari berturut-turut saat para pembeli tetap absen menjelang laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Sementara itu, Dolar AS (USD) stabil setelah pullback pada hari Selasa. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.142, turun 0,45% pada hari ini.
Pasar memprakirakan inflasi AS kembali meningkat, dengan IHK (CPI) umum diprakirakan naik 0,6% pada September setelah mencatat kenaikan 0,4% pada Agustus. Secara tahunan, inflasi diprakirakan meningkat menjadi 3,6% dari 3,4%. Sementara itu, IHK inti, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi, diprakirakan melambat menjadi 0,2% secara bulanan dari 0,3%, sedangkan inflasi inti tahunan diprakirakan naik tipis menjadi 2,5% dari 2,4%.
Laporan tersebut berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan Federal Reserve (The Fed) berikutnya. Menjelang rilis data, para pedagang memprakirakan peluang sebesar 78% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober, sementara kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%, menurut CME FedWatch Tool.
Para ahli strategi ING memprakirakan inflasi AS hari ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar, dengan proyeksi bahwa "kenaikan bulanan IHK AS, baik secara umum maupun inti, akan melampaui konsensus sebesar 0,1 poin persentase." Menurut mereka, hasil tersebut "belum cukup untuk mendorong pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hingga 50% atau lebih," tetapi akan "memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut dan, pada gilirannya, menopang Dolar AS agar tidak melemah terlalu jauh."
ING memprakirakan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dalam waktu dekat masih terbatas. Mereka menilai bahwa "pasar mungkin sedikit meningkatkan prakiraan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober," seraya menekankan bahwa "untuk kembali melampaui 50% (saat ini 20%), kemungkinan diperlukan inflasi umum yang mendekati 1,0% secara bulanan dan/atau inflasi inti sebesar 0,4% secara bulanan dalam laporan hari ini."
Melonjaknya harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah masih menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Ancaman berkepanjangan terhadap pasokan minyak meningkatkan risiko harga bahan bakar tetap tinggi, sehingga inflasi berpotensi bertahan di atas target The Fed sebesar 2% lebih lama. Dalam situasi tersebut, Presiden The Fed New York, John Williams, mengatakan pada Selasa bahwa "satu kenaikan suku bunga lagi mungkin diperlukan" pada 2026. Namun, saat ini ia melihat tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut pada 2027 dan memprakirakan inflasi akan bergerak mendekati target bank sentral tahun depan.
Arah pergerakan Emas dalam jangka pendek kini bergantung pada laporan inflasi AS. Angka inflasi yang lebih rendah dari prakiraan dapat memberi ruang bagi Emas untuk pulih. Namun, prospek kenaikan suku bunga The Fed berikutnya berpotensi membatasi penguatan, karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Analisis Teknis: XAU/USD Masih Bergerak Sideways di Bawah SMA Harian Utama

XAU/USD masih bergerak dalam kisaran US$4.100–US$4.200 sejak awal bulan, dengan harga bertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari, 100 hari, dan 200 hari pada grafik harian.
Indikator momentum menunjukkan pergerakan konsolidasi. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 42, masih di bawah level netral 50, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) berbalik sedikit positif, mengindikasikan belum adanya dorongan kuat ke arah tertentu.
Di sisi atas, resistance awal berada di level psikologis US$4.200, disusul SMA 100 hari di US$4.249 dan SMA 50 hari di US$4.337. Jika pemulihan semakin kuat, XAU/USD akan menghadapi hambatan horizontal di US$4.400 sebelum mencapai SMA 200 hari di US$4.525.
Di sisi bawah, support awal berada di US$4.100. Penembusan berkelanjutan di bawah level tersebut dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut menuju zona support US$4.000–US$3.950.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS Diprakirakan Menunjukkan Inflasi Utama Naik ke 3,6%
Emas Turun untuk Tiga Hari Berturut-turut saat Data Inflasi AS Menjadi Pusat Perhatian
Emas Dekat US$4.100 Jelang IHK AS: Tiga Analis, Tiga Skenario Berbeda
Pemulihan XRP menghadapi hambatan-hambatan meskipun Ripple dan Meritz Securities mendorong tokenisasi di Korea
XRP diperdagangkan di atas US$1,36 saat para pembeli mengumpulkan momentum untuk menghadapi kisaran pasokan kritis menuju US$1,40. Ripple dan Meritz Securities bermitra untuk mengeksplorasi layanan kustodi institusional dan tokenisasi bagi pasar modal Korea Selatan.
IHK AS bulan September bisa berdampak besar pada keputusan The Fed berikutnya
Laporan ini diprakirakan akan menunjukkan kenaikan lebih lanjut pada harga utama dan sedikit kenaikan dalam inflasi inti tahunan. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa ini hari ini pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB).