- USD/JPY naik tipis pada hari Rabu, tetapi tetap berada dalam kisaran, tertahan di bawah area 158,50.
- Dolar AS diperdagangkan bolak-balik dengan para investor menunggu rilis laporan IHK (CPI) AS bulan September.
- Pejabat The Fed, Williams, pada hari Selasa meragukan cakupan siklus pengetatan moneter The Fed.
Yen Jepang (JPY) bergerak nyaris datar terhadap Dolar AS (USD) pada Rabu karena para pelaku pasar memilih menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) AS bulan September sebelum mengambil posisi. Pasangan mata uang USD/JPY masih bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang menjadi level penting di 158,50, sementara upaya penurunan sejauh ini tertahan di atas 158,00.
Para investor cenderung menghindari risiko dan memilih menunggu laporan inflasi konsumen AS untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) berikutnya. Inflasi umum tahunan diprakirakan meningkat menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus, sementara inflasi inti diprakirakan naik lebih moderat menjadi 2,5% dari 2,4% pada bulan sebelumnya.
Divergensi dalam Ekspektasi Pengetatan Moneter The Fed
Jika tidak ada kejutan besar, data tersebut kemungkinan akan memperkuat alasan bagi kenaikan suku bunga berikutnya pada kuartal mendatang, terutama pada Desember. Namun, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana arah kebijakan setelah itu. Menurut CME FedWatch Tool, pasar berjangka telah memperhitungkan setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi, masing-masing sebesar 25 basis poin, pada tahun depan. Sebaliknya, Presiden The Fed New York, John Williams, mengatakan pada Selasa bahwa ia tidak melihat perlunya pengetatan moneter lebih lanjut pada 2027.
Para analis MUFG/BTMU menekankan pentingnya laporan inflasi AS dalam menentukan arah suku bunga dalam waktu dekat. Mereka menilai bahwa "angka inflasi yang lebih rendah dari prakiraan dapat membantu meredakan risiko gejolak pasar secara lebih luas."
Sejalan dengan pandangan sebelumnya, para analis bank tersebut menegaskan bahwa "kami masih meragukan tekanan inflasi akan terus meningkat. Meskipun kami memprakirakan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember, kami tidak memprakirakan dua kenaikan tambahan yang saat ini telah diperhitungkan pasar akan terealisasi." Pandangan ini mencerminkan sikap MUFG/BTMU yang lebih berhati-hati dibandingkan ekspektasi pasar.
Di sisi lain, Yen masih tertekan setelah data Indeks Harga Produsen (IHP/PPI) Jepang pada Senin lebih rendah dari prakiraan, disusul pernyataan sejumlah pejabat Bank of Japan (BoJ) yang mengisyaratkan kebijakan moneter akan dipertahankan pada pertemuan Oktober. Gubernur BoJ, Kazuho Ueda, kembali menekankan pentingnya menjaga inflasi tetap berada di sekitar target 2% pada awal pekan ini, tetapi tidak memberikan petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Okt 14, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 3.6%
Sebelumnya: 3.4%
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen non Pangan & Energi (Thn/Thn)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Okt 14, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 2.5%
Sebelumnya: 2.4%
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja. Berdasarkan mandat tersebut, inflasi harus berada pada kisaran 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah permasalahan dan kemacetan rantai pasokan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Breaking: Indeks Harga Konsumen AS naik ke 3,7% YoY pada September
Euro Melemah terhadap Pound Inggris saat Pedagang Menimbang Krisis Fiskal Prancis, Sinyal Bank Sentral
Emas Dekat US$4.100 Jelang IHK AS: Tiga Analis, Tiga Skenario Berbeda
Pemulihan XRP menghadapi hambatan-hambatan meskipun Ripple dan Meritz Securities mendorong tokenisasi di Korea
XRP diperdagangkan di atas US$1,36 saat para pembeli mengumpulkan momentum untuk menghadapi kisaran pasokan kritis menuju US$1,40. Ripple dan Meritz Securities bermitra untuk mengeksplorasi layanan kustodi institusional dan tokenisasi bagi pasar modal Korea Selatan.
Breaking: Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS naik ke 3,7% YoY pada September
Amerika Serikat memiliki tingkat inflasi tahunan sebesar 3,7% pada bulan September ketika dilacak oleh Indeks Harga Konsumen (IHK), naik dari kenaikan 3,4% pada bulan Agustus, seperti yang diungkapkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Selasa. Selain itu, angka-angka ini berada di atas prakiraan pasar.