• XAU/USD menguat ke level tertinggi baru setelah NFP yang mengecewakan, dengan tingkat pengangguran meningkat dan pertumbuhan upah tetap stabil.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 2 tahun merosot 11 bp ke 3,48%, sementara DXY turun 0,70% ke 97,57 di tengah aliran risk-off.
  • Kekhawatiran terhadap independensi The Fed dan seruan Standard Chartered terhadap pemotongan 50 bp memperkuat kasus bullish menjelang IHK AS.

Harga Emas melonjak tajam dan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa $3.600 pada hari Jumat, setelah laporan Nonfarm Payrolls yang lemah, yang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) siap untuk melanjutkan pemotongan suku bunga. XAU/USD diperdagangkan di $3.594, naik 1,30% pada saat berita ini ditulis.

Emas Melonjak 1,30% saat Data NFP yang Lemah Menekan Imbal Hasil, Dolar, dan Meningkatkan Spekulasi Pelonggaran The Fed yang Lebih Besar

Laporan tenaga kerja yang ditunggu-tunggu di AS membenarkan pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang mengatakan bahwa pasar tenaga kerja telah menunjukkan beberapa keretakan sejak akhir Juli 2025. Data tersebut meleset dari target, tingkat pengangguran meningkat dan Pendapatan Per Jam Rata-Rata tetap stabil.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS di seluruh kurva merosot tajam. Yang paling tertekan adalah obligasi Pemerintah AS bertenor 2 tahun, karena sensitivitasnya terhadap ekspektasi perubahan suku bunga Fed funds. Pada saat berita ini ditulis, imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 2 tahun merosot lebih dari 11 basis poin menjadi 3,48%.

Akibatnya, Greenback kehilangan kekuatan, karena turunnya imbal hasil AS mendorong para pedagang menuju aset aman Emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja nilai Dolar terhadap sekeranjang mata uang lainnya, turun 0,70% ke 97,57.

Prospek bullion terlihat positif karena ancaman terhadap independensi The Fed setelah upaya Trump untuk memecat Gubernur The Fed, Lisa Cook, melemahkan Dolar, meningkatkan minat terhadap Emas.

Bahkan para analis di Standard Chartered Bank melangkah lebih jauh, mematok pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan September, menyebutkan bahwa angka ketenagakerjaan bulan Juli dan September tahun lalu melemah dan menghasilkan pemotongan yang "besar". Mereka menulis, "Kami menyadari bahwa kami bergerak lebih awal, tetapi kami memprakirakan revisi awal terhadap data ketenagakerjaan untuk April 2024 hingga Maret 2025 (yang akan dirilis minggu depan) akan mendukung seruan 50 bp kami."

Para pedagang Emas mengalihkan perhatian mereka pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) minggu depan di AS. Jika proses disinflasi berkembang, ini akan mengukuhkan kasus untuk pemotongan suku bunga pada pertemuan 16-17 September.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Emas Melambung saat Pasar Tenaga Kerja AS Melemah

  • Bureau of Labor Statistics (BLS) AS melaporkan bahwa ekonomi hanya menciptakan 22 ribu lapangan pekerjaan di bulan Agustus, meleset dari ekspektasi 75 ribu dan melambat dari revisi lebih tinggi bulan Juli 79 ribu. Pertumbuhan upah tetap stabil, dengan Pendapatan Per Jam Rata-Rata naik 0,3% MoM sesuai dengan prakiraan, sementara Tingkat Pengangguran meningkat menjadi 4,3% dari 4,2%.
  • Setelah itu, kontrak berjangka yang terkait dengan kontrak suku bunga The Fed Desember 2025 mematok pemotongan suku bunga sekitar 68 basis poi pada akhir tahun.
  • Menjelang pertemuan Federal Reserve bulan September, pasar menunjukkan probabilitas 86% pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan 14% untuk pemotongan 50 basis poin, berdasarkan penilaian saat ini sebelum rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus minggu depan.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS sedang turun, dengan obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun turun lebih dari delapan setengah basis poin (bp) menjadi 4,076%. Imbal hasil riil AS—dihitung dengan mengurangkan ekspektasi inflasi dari imbal hasil nominal—telah menurun hampir sembilan basis poin ke 1,696% pada saat berita ini ditulis.

Prospek Teknis: Emas Siap Menantang $3.650 Dalam Waktu Dekat

Tren naik harga Emas tetap utuh saat para pedagang mendorong harga spot melewati $3.600. Baru-baru ini, XAU/USD telah berkonsolidasi dalam kisaran $3.590–$3.600 menjelang akhir pekan dan tampaknya sulit bagi $3.600 untuk bertahan hingga penutupan.

Dalam kasus itu, level-level resistance utama berikutnya adalah $3.650 dan $3.700. Sebaliknya, penutupan harian di bawah $3.600 akan mengekspos swing low 4 September di $3.511 sebelum $3.500.

Gold daily chart

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Perak Diperdagangkan Kuat Dekat US$67,60 Jelang IHP, IHK AS

Perak Diperdagangkan Kuat Dekat US$67,60 Jelang IHP, IHK AS

Harga Perak (XAG/USD) diperdagangkan lebih tinggi di sekitar US$67,60 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Logam putih ini mencerminkan penguatan saat Dolar AS berada di bawah tekanan menjelang data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus, yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Pasangan mata uang USD/JPY naik tipis selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis dan diperdagangkan sedikit di atas pertengahan 153,00-an di tengah para penjual yang menjadi lebih berhati-hati menjelang data inflasi AS.
Emas Tetap Terjebak di antara Dua Average Utama Jelang Uji Inflasi AS

Emas Tetap Terjebak di antara Dua Average Utama Jelang Uji Inflasi AS

Emas melanjutkan pemulihan sebelumnya dari level terendah satu pekan di dekat US$4.350 pada Kamis pagi, melampaui US$4.400. Para pembeli Emas kini menantikan data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) dan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS yang masing-masing akan dirilis pada hari Kamis dan Jumat, untuk pembalikan yang berkelanjutan.
Reli XRP Mereda, XLM Menuju Support Penentu Nasib

Reli XRP Mereda, XLM Menuju Support Penentu Nasib

Ripple (XRP) dan Stellar (XLM) diperdagangkan di bawah tekanan pada hari Kamis setelah masing-masing kehilangan lebih dari 2% dan 3% sejauh pekan ini. XRP dan XLM sama-sama mendekati zona support krusial mereka, yang dapat menentukan pergerakan arah berikutnya. Sementara itu, data derivatif dan on-chain yang beragam menunjukkan potensi kenaikan masih terbatas untuk kedua altcoin tersebut. Data ringkasan CryptoQuant menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian untuk kedua altcoin tersebut.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Dolar AS (USD) bergerak dalam kisaran bearish pada hari Rabu, mengumpulkan sedikit momentum tak lama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pembelian kembali hingga $6 miliar obligasi Treasury bertenor 10 hingga 20 tahun. Selain itu, para trader tetap cukup skeptis terhadap ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan justru kembali memusatkan perhatian pada rilis data inflasi AS yang akan segera dirilis pada hari Jumat

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA