Harga minyak mentah Brent London naik melampaui $101 per barrel pada perdagangan Rabu (9/9), menyusul aksi saling serang terhadap kapal Tanker AS dan Iran.

Sementara itu, Harga emas juga meningkat mencapai tertinggi $4,434 per ons menyusul laporan buyback obligasi jangka Panjang AS yang mulai dilakukan per 9 September. Disisi lain, indeks Dolar bergerak pada kisaran yang sempit - dan bertahan dibawah 99.

Masing-masing instrument terlihat focus pada fundamental yang paling berbeda namun Dolar tetap bertahan ditengah antisipasi pasar terhadap laporan Inflasi Amerika selama dua hari kedepan.

*Key Highlights*

- Dolar bertahan didekat level 99, dengan Harga yang masih mendapatkan tekanan turun karena antisipasi trader jelang rilis laporan inflasi Amerika pada Kamis dan Jumat ini.

- Dolar bahkan tak banyak bergerak setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pembelian kembali (buyback) obligasi negara (T-bonds) bertenor 10 hingga 20 tahun senilai hingga $6 miliar. Hingga laporan ini dirilis, yield obligasi 30Y AS naik mendekati level tertinggi pada 5.29%.

- Harga emas menguat kembali diatas $4,400 per ons, namun masih tetap terbatas pada range mingguan. pasar masih terlihat mencoba menyempurnakan pola Head and Shoulder.

- Harga minyak Brent naik melampaui $101 per barel setelah Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa mereka telah menembaki dua kapal Amerika dan delapan kapal tanker di dekat Selat Hormuz, sehari setelah pasukan Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker Iran di Teluk Oman dan di lepas pantai Pulau Kharg.

- Pada Kamis (10/9), Data Harga Produsen (Producer Prices) akan menjadi sorotan utama, diikuti oleh data rutin seperti Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims), Penjualan Rumah Bekas (Existing Home Sales), Inventaris Grosir (Wholesale Inventories), dan laporan mingguan EIA mengenai cadangan minyak mentah AS.

- Kebiijakan suku bunga Bank Sentral Eropa akan diumumkan hari ini pada pukul 19:15 WIB. Euro diperkeirakan akan mengalami volatilitas tinggi. Europena Central Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.50%.

*Market Movement*

Hingga akhir perdagangan Rabu (9/9), Harga emas berakhir menguat - namun masih dalam kisaran yang terbentuk selama sepekan terkahir.

Dipasar gulir, Harga emas turun - sekitar $45.68 atau 1.05% berakhir pada level $4,401.06 per ons, setelah capai tertinggi $4,434.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir naik sebesar $21.70 atau 0.49% berakhir pada level $4,460.70 per ons.

Harga minyak berakhir menguat, karena dorongan geopolitik yang masih belum berhenti. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Rabu (9/9) pada pukul 04:00 WIB:

• OIL (SPOT) : $94.24 , +$2.05 / +2.22%
WTI : $96.05 , +$3.02 / +3.25%
• BRENT : $101.21 , +$3.29 / +3.36%
• NGAS : $2.8670 ,  -$0.077 /  -2.62%

Indeks Dolar AS terkoreksi dibawah level 99, fokus dollar tertuju pada yield AS dan probabilitas suku bunga the Fed. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Selasa (8/9) pada pukul 04:00 WIB:

• AUDUSD : 0.72160 , +1 / +0.02%
• EURUSD : 1.16322 , +10 / +0.09%
• GBPUSD : 1.35444 , +5 / +0.03%
• NZDUSD : 0.58377 ,  -17 /  -0.29%
• USDJPY : 153.629 ,  -34 /  -0.22%
• USDCAD : 1.38029 , +22 / +0.16%
• USDCHF : 0.80997 , +5 / +0.06%
• USDCNH : 6.70740 , +16 / +0.02%

*Sentimen*

Pada Kamis (10/9), Data Harga Produsen (Producer Prices) akan menjadi sorotan utama, diikuti oleh data rutin seperti Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims), Penjualan Rumah Bekas (Existing Home Sales), Inventaris Grosir (Wholesale Inventories), dan laporan mingguan EIA mengenai cadangan minyak mentah AS.

Kebiijakan suku bunga Bank Sentral Eropa akan diumumkan hari ini pada pukul 19:15 WIB. Euro diperkeirakan akan mengalami volatilitas tinggi. Europena Central Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.50%.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Perak Diperdagangkan Kuat Dekat US$67,60 Jelang IHP, IHK AS

Perak Diperdagangkan Kuat Dekat US$67,60 Jelang IHP, IHK AS

Harga Perak (XAG/USD) diperdagangkan lebih tinggi di sekitar US$67,60 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Logam putih ini mencerminkan penguatan saat Dolar AS berada di bawah tekanan menjelang data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus, yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Pasangan mata uang USD/JPY naik tipis selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis dan diperdagangkan sedikit di atas pertengahan 153,00-an di tengah para penjual yang menjadi lebih berhati-hati menjelang data inflasi AS.
Emas Tetap Terjebak di antara Dua Average Utama Jelang Uji Inflasi AS

Emas Tetap Terjebak di antara Dua Average Utama Jelang Uji Inflasi AS

Emas melanjutkan pemulihan sebelumnya dari level terendah satu pekan di dekat US$4.350 pada Kamis pagi, melampaui US$4.400. Para pembeli Emas kini menantikan data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) dan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS yang masing-masing akan dirilis pada hari Kamis dan Jumat, untuk pembalikan yang berkelanjutan.
Reli XRP Mereda, XLM Menuju Support Penentu Nasib

Reli XRP Mereda, XLM Menuju Support Penentu Nasib

Ripple (XRP) dan Stellar (XLM) diperdagangkan di bawah tekanan pada hari Kamis setelah masing-masing kehilangan lebih dari 2% dan 3% sejauh pekan ini. XRP dan XLM sama-sama mendekati zona support krusial mereka, yang dapat menentukan pergerakan arah berikutnya. Sementara itu, data derivatif dan on-chain yang beragam menunjukkan potensi kenaikan masih terbatas untuk kedua altcoin tersebut. Data ringkasan CryptoQuant menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian untuk kedua altcoin tersebut.
Valas Hari Ini: Perhatian Beralih ke ECB dan IHP AS

Valas Hari Ini: Perhatian Beralih ke ECB dan IHP AS

Dolar AS (USD) bergerak dalam kisaran bearish pada hari Rabu, mengumpulkan sedikit momentum tak lama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pembelian kembali hingga US$6 miliar dalam obligasi Pemerintah AS bertenor 10 hingga 20 tahun.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA