Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.695.000 yang naik Rp18.000 dibandingkan harga kemarin di Rp2.677.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.397.500 dan 1 kg di Rp2.635.600.000.
Kenaikan harga yang disebutkan di atas mengekor harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 0,93% di US$4.416 per troy ons pada hari Senin, naik untuk dua hari berturut-turut. Namun demikian, sisi atas Emas dibatasi oleh area US$4.400. Kegagalan berulang untuk menembus area tersebut berisiko memperpanjang pergerakan sideways yang terbentuk sejak 10 Agustus 2026.
Perubahan Ketenagakerjaan ADP Rata-Rata 4-Minggu dan data perumahan menjadi data paling menonjol dalam kalender ekonomi Amerika Serikat hari ini. Namun, peristiwa berikutnya yang berpotensi menjadi penggerak harga Emas dalam jangka pendek adalah rilis Risalah Rapat Juli FOMC pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Menguat saat Dolar AS Kesulitan di Tengah Memudarnya Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Valas Hari Ini: Dolar AS Melemah ke Terendah Dua Bulan saat Risiko Timur Tengah Dorong Minyak dan Emas
Emas Pertahankan Tekanan ke Atas di Atas US$4.400
Menteri Keuangan AS mencari komentar publik atas implementasi aturan yang diusulkan berdasarkan GENIUS Act
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 14 Agustus:
Dolar AS tetap berada di bawah tekanan pada hari Senin setelah mencatat pelemahan terhadap mata uang utama lainnya untuk menutup minggu sebelumnya. Pada paruh kedua hari ini, data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juli dari Kanada akan diawasi dengan ketat oleh para pelaku pasar, sementara agenda ekonomi AS tidak akan menampilkan rilis data berdampak tinggi.