• Saham DSSA turun 4,06% ke 945 setelah sempat dibuka lebih tinggi di 990 dan mencapai 995.
  • DSSA mulai mengalihkan hingga 9,63 miliar saham treasury atau setara 5% dari total saham tercatat sejak 10 Agustus.
  • Secara teknis, DSSA menembus support 950 secara harian, dengan support berikutnya di 900 dan resistance terdekat di 995.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 4,06% atau 40 poin ke 945 pada perdagangan Selasa hingga pukul 09.15 WIB, sehari setelah perseroan mulai mengalihkan saham hasil pembelian kembali (buyback). DSSA dibuka sedikit lebih tinggi di 990 dan sempat mencapai 995, tetapi kemudian berbalik turun hingga 940.

DSSA mulai mengalihkan hingga 9,63 miliar saham treasury atau setara 5% dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 10 Agustus. Perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang melaksanakan penjualan tersebut. DSSA memiliki sekitar 37,91 miliar saham treasury setelah program buyback sebelumnya.

DSSA Berbalik Turun setelah Sempat Menguat pada Senin

Pelemahan Selasa membalik kenaikan DSSA pada perdagangan Senin, ketika saham ditutup naik 1,03% ke 985. Pada perdagangan sebelumnya, DSSA sempat mencapai 1.075 sebelum kenaikannya menyusut menjelang penutupan.

Pergerakan tersebut muncul ketika pasar mulai mencermati pengalihan saham treasury dalam jumlah besar. Penjualan hingga 9,63 miliar saham dilakukan melalui perdagangan di BEI dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengalihan saham treasury akan menambah jumlah saham yang kembali beredar di pasar.

DSSA Tembus 950, Support Berikutnya di 900

Dari sudut pandang teknis, penurunan Selasa membawa DSSA kembali ke bawah 960 setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di atas level 1.000. Resistance terdekat berada 995 (tertinggi harian) kemudian di 1.075–1.080 (tertinggi kemarin dan garis tren naik). Jika mampu kembali menembus area tersebut, DSSA dapat menguji garis resistance di sekitar 1.115.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 58,77, masih di atas level netral 50 sehingga momentum kenaikan belum sepenuhnya mereda. Namun, penurunan RSI dari level yang lebih tinggi dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan dorongan bullish mulai kehilangan kekuatan.

Support awal di 950 telah ditembus secara harian, tetapi belum mendapat penegasan selama perdagangan Selasa belum berakhir. Support berikutnya berada di level psikologis 900, kemudian garis Moving Average (MA) 20 di sekitar 871. Jika tekanan jual berlanjut, area 812–805 (MA 50 dan terendah 29 Juli) menjadi area yang perlu diperhatikan, sebelum 760 (terendah 9 Juli).

Grafik Harian DSSA
Grafik Harian DSSA
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

RBA Diprakirakan Menahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Redam Prakiraan Kenaikan Suku Bunga

RBA Diprakirakan Menahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Redam Prakiraan Kenaikan Suku Bunga

Reserve Bank of Australia (RBA) berada di jalur untuk mempertahankan Official Cash Rate (OCR) stabil di 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada hari Selasa. Keputusan tersebut akan diumumkan pada 04:30 GMT (11:30 WIB), disertai dengan Pernyataan Kebijakan Moneter (Monetary Policy Statement/MPS) dan prakiraan ekonomi terbaru.
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Penjualan Ritel

Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Penjualan Ritel

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Selasa, 11 Agustus: Indeks Dolar AS bergerak di 99,76 yang turun 0,05% pada basis harian setelah naik 0,22% pada Senin lalu dalam upaya untuk memulihkan penurunan ke level terendah baru sejak 18 Juni 2026 pasca data Nonfarm Payrolls Juli yang turun 23 ribu, di bawah prakiraan penambahan 80 ribu lapangan kerja.
Emas Lanjutkan Reli Bullish di Atas US$4.400; akankah Bertahan?

Emas Lanjutkan Reli Bullish di Atas US$4.400; akankah Bertahan?

Emas bertahan kuat di atas US$4.400 di perdagangan sesi Asia pada hari Selasa, melanjutkan reli bullish hingga hari ketiga berturut-turut. Para pedagang saat ini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS pada hari Rabu untuk pergerakan besar berikutnya.
RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Meredakan Taruhan Kenaikan Suku Bunga

RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Meredakan Taruhan Kenaikan Suku Bunga

Reserve Bank of Australia diperkirakan akan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) tetap di 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada hari Selasa. Keputusan tersebut akan diumumkan pada 04:30 GMT, disertai dengan Pernyataan Kebijakan Moneter dan prakiraan ekonomi terbaru. Konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock akan menyusul pada 05:30 GMT.

Berikut yang perlu Anda ketahui untuk Selasa, 11 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui untuk Selasa, 11 Agustus:

Dolar AS (USD) diperdagangkan secara umum lebih kuat pada hari Senin, dengan Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,2% dan bertahan sedikit di atas 99,80 seiring Oil melonjak lebih dari 6% di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz. Tidak seperti sesi-sesi yang terlihat lebih awal bulan ini, Emas dan Perak naik bersamaan dengan Greenback karena permintaan safe-haven dan risiko inflasi yang didorong energi bergerak ke arah yang sama

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA