- BBNI turun untuk dua hari berturut-turut.
- BI tidak mengubah suku bunga di 5,75%.
- Bank sentral mempertahankan intervensi Rupiah.
BBNI bergerak lebih rendah 0,56% di 3.570 dari penutupan Selasa menuju penutupan perdagangan hari ini. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) dibuka dengan gap naik di 3.600 dan mencatatkan tertinggi harian di 3.610 di sesi I. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama karena saham ini turun ke terendah harian 3.560 setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari ini.
Penurunan BBNI turut menyumbang kinerja negatif indeks INFOBANK15 yang turun 0,27%, juga melanjutkan penurunan kemarin. Tiga saham lainnya yang menekan indeks ini adalah ARTO (-5,29%), BRIS (-1,68%), dan BBTN (-1,23%).
BI Mempertahankan Tiga Suku Bunga Utama
Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap di 5,75%, Suku Bunga Deposit Facility di 4,75%, dan Suku Bunga Lending Facility di 6,50%. Dalam konferensi pers, bank sentral menilai keputusan ini konsisten untuk memperkuat stabilitas mata uang Rupiah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% di 2026 dan 2027.
Intervensi valuta asing juga tetap dilakukan untuk memperkuat stabilitas Rupiah melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestik Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Tidak ada aksi korporasi yang menahan penurunan BBNI. Informasi terbaru dari sisi perseroan hanya laporan keuangan semester I 2026 dan dokumen Earning Call yang dirilis pada awal bulan. Poin-poin penting dari dua laporan itu adalah perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,75 triliun di semester I 2026 dengan laba bersih per saham sebesar Rp289 yang masing-masing meningkat dari Rp10,09 triliun dan Rp271. Non-Performing Loan (NPL) Gross bank tidak berubah di 1,9%.
Momentum Bullish semakin Menyusut
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari merayap turun dari 56,16 ke level-level dekat level netral 50, mengindikasikan momentum bullish memudar. Tren jangka panjang BBNI cenderung turun karena masih di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari sejak 25 Maret 2026.
Namun, dalam jangka pendek BBNI membentuk kisaran sideways, mengindikasikan permintaan dan penawaran seimbang. Para investor perlu menembus salah satu sisi untuk menetapkan arah tegas selanjutnya. Di sisi atas, batas terdekat muncul di 3.690 (tertinggi 6 Agustus, batas atas kisaran sideways), 3.920 (tertinggi 17 Juni), dan 4.000 (level angka bulat, SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, support terdekat muncul di 3.550 (terendah 11 Agustus, batas bawah kisaran), 3.460 (terendah 15 dan 16 Juli), dan 3.320 (terendah 9 Juli).

Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Agu 19, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Aktual: 5.75%
Konsensus: 5.75%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik Kembali di Atas US$4.350 saat USD Tetap Tertekan Menjelang Risalah Rapat FOMC
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.825 setelah BI Tahan Suku Bunga, Tunggu Risalah Rapat FOMC
Data Inflasi dan Risalah Rapat FOMC Menjadi Pusat Perhatian
Pemulihan Shiba Inu bergantung pada Support Utama
Shiba Inu pulih sedikit, diperdagangkan di $0,0000044, setelah menemukan support di sekitar level penting awal pekan ini. Koin meme bertema anjing ini menunjukkan sentimen yang membaik seiring meningkatnya dominasi sosial, tingkat pendanaan berbalik positif, dan para pembeli meningkatkan posisi beli mereka. Dari sisi teknis, SHIB mengindikasikan potensi pemulihan jika bertahan di atas level kunci $0,0000043.