- Batubara ICE Newcastle gagal memanfaatkan gap naik pembukaan.
- Pembaruan konflik Timur Tengah membatasi penurunan lebih lanjut.
- Hampir semua HBA mengalami kenaikan untuk periode kedua Juli 2026.
Batubara ICE Newcastle front month diperdagangkan lebih tinggi 0,65% di 131,50 dari penutupan sebelumnya. Batubara ini dibuka dengan gap bullish pada pembukaan di 132,75 dan naik untuk mencatatkan tertinggi hari 132,75 namun kesulitan untuk menindaklanjutinya. Komoditas ini berbalik arah dan berada di bawah level pembukaan. Batubara ini terkurung dalam kisaran sideways, seperti terlihat pada grafik di bawah. Namun dalam jangka lebih panjang, tren komoditas ini adalah naik karena harga berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 47,67 menunjukkan momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50.
Penopang untuk harga-harga komoditas energi berasal dari potensi gangguan distribusi akibat pembaruan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyerang puluhan lokasi militer Iran dekat Selat Hormuz pada Selasa kemarin, menyusul Presiden AS, Donald Trump, yang mengancam aksi militer lebih lanjut. Minyak West Texas Intermediate (WTI), yang diamati untuk menilai sentimen konflik Timur Tengah, mempertahankan kenaikan dua hari sebelumnya di area $79,22 per barel setelah meraih level tertinggi 15 Juni 2026 di $80,61 pada hari kemarin.
Pelemahan Dolar Amerika Serikat pasca data inflasi kemarin juga membatasi sisi bawah komoditas-komoditas energi karena hal tersebut membuat harga energi bagi pembeli asing menjadi lebih murah. Indeks Dolar AS mencatatkan terendah hari 100,60 kemarin setelah rilis Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS untuk bulan Juni tumbuh 3,5% YoY dari 4,2% di bulan Mei dan lebih rendah dari prakiraan 3,8%, meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Ke depan, data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) yang akan dirilis hari ini pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) akan diamati untuk mengukur inflasi di tingkat pabrik.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juli 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 285.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $131,85 naik dari $126,58
- Batubara I (5.300 GAR) $89,90 turun dari $90,94
- Batubara II (4.100 GAR) $63,25 naik dari $62,59
- Batubara III (3.400 GAR) $45,08 naik $41,91
Grafik Harian Batubara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
BoC Diprakirakan Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil untuk Pertemuan Keenam Berturut-turut
Bank of Canada (BoC) secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di 2,25% pada hari Rabu. Ini akan menjadi pertemuan keenam berturut-turut ketika bank sentral mempertahankan kebijakannya tetap stabil.
IHSG Naik Tipis ke 6.041, Masih Tertahan di Bawah 6.100
-0,4%: Mengapa Penurunan IHK Terbesar sejak 2020 Gagal Mengembalikan Peluang Pemangkasan Suku Bunga
Breaking: Iran menutup Selat Hormuz di tengah pelanggaran kesepakatan gencatan senjata
Bitcoin, Ethereum dan Ripple diperdagangkan dengan bias positif ringan pada hari Rabu seiring membaiknya sentimen di seluruh pasar mata uang kripto (cryptocurrency). BTC sedang menguji Exponential Moving Average 50-hari, ETH telah menembus di atas level resistance utama di $1.800, sementara XRP menemukan support di sekitar level kunci.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 22 Juni
Dolar AS tetap berada di bawah tekanan bearish di sesi Eropa pada hari Rabu setelah melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa. Pada paruh kedua hari ini, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan mempublikasikan data Indeks Harga Produsen untuk bulan Juni dan Bank of Canada akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter.