Batu Bara ICE Newcastle Mengambil Napas di $135,50, HBA Baru Mengalami Kenaikan


  • Batu Bara ICE Newcastle berhenti sejenak setelah ditutup merah sejak akhir pekan.
  • AS-Iran diprakirakan menandatangani kesepakatan interim Jumat ini.
  • Menteri ESDM kembali menegaskan relaksasi terukur pada RKAB.

Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $135,50 yang belum berubah pada basis harian di perdagangan sesi Eropa pada saat berita ini ditulis. Aksi ini menyusul penutupan merah tiga hari perdagangan berturut-turut batu bara ini, melanjutkan kemerosotan dari $151,75, tertinggi 2026 yang dicapai pekan lalu di tengah berlanjutnya perkembangan positif dari AS-Iran yang telah berkonflik sejak akhir Februari tahun ini.

Momentum dalam batu bara ini secara teknis bearish, seperti yang ditunjukkan oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada di 39,73. Meskipun demikian, Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang bergerak di bawah harga mengindikasikan tren jangka lebih panjang komoditas ini tetap naik.

Sentimen positif dari perkembangan di Timur Tengah tetap menekan harga-harga komoditas karena peluang perbaikan distribusi yang melewati Selat Hormuz. Sebelumnya pekan ini, Amerika Serikat dan Iran menyetujui kerangka kerja yang dibuat untuk mengakhiri perang di antara keduanya.

Kerangka kerja tersebut adalah gencatan senjata 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan persiapan negosiasi teknis terkait program nuklir Iran. Kedua pihak diprakirakan menandatangani kesepakatan interim pada hari Jumat di Swiss.

Perbaikan jalur distribusi minyak dan gas alam dari Timur Tengah memiliki potensi meredam permintaan batu bara yang selama perang AS-Iran digunakan sebagai alternatif gas alam untuk pembangkit listrik. Meskipun tidak memiliki dampak langsung, informasi terbaru dari kesepakatan pihak-pihak di atas penting untuk pergerakan harga batu bara ke depan.

Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
  • Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
  • Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
  • Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32

Kenaikan harga pada periode ini terjadi setelah harga batu bara ICE Newcastle sempat mencatatkan tertinggi baru 2026. Perubahan harga tidak mencakup penurunan lebih dari 5% batu bara yang disebutkan di atas pada Senin lalu, di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Dalam Rapat Kerja Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Senin lalu, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, kembali menegaskan relaksasi terukur pada RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) batu bara untuk memanfaatkan harga batu bara yang saat ini berada di harga yang lebih tinggi dari level-level harga pra-perang AS-Iran.

Di awal tahun, Menteri Bahlil mengatakan realisasi produksi batu bara nasional untuk tahun 2026 dipangkas menjadi kurang lebih 600 juta ton dari 790 juta ton pada tahun sebelumnya untuk menjaga penawaran dan permintaan, ketika perang antara AS dan Iran belum terjadi. Jika relaksasi diberlakukan, angkanya diprakirakan lebih dari 600 juta ton. Pasar masih menantikan perkembangan terbaru terkait relaksasi ini mengingat meredanya ketegangan geopolitik.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

The Fed Diprakirakan Tahan Suku Bunga dalam Rapat Perdana Warsh sebagai Ketua

The Fed Diprakirakan Tahan Suku Bunga dalam Rapat Perdana Warsh sebagai Ketua

Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu, sebuah pertemuan penting bagi pasar untuk mengukur sikap para pengambil kebijakan dan Ketua baru Kevin Warsh saat harga energi menurun setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan kerangka untuk membuka kembali Selat Hormuz.
IHSG Berbalik Turun ke 6.220, Pasar Menahan Risiko Jelang The Fed dan BI

IHSG Berbalik Turun ke 6.220, Pasar Menahan Risiko Jelang The Fed dan BI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada perdagangan Rabu setelah sempat melaju pada awal sesi. Indeks ditutup turun 34 poin atau 0,55% ke level 6.220, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.254. IHSG dibuka di 6.321 dan sempat menanjak hingga 6.377, tetapi gagal mempertahankan penguatan ketika tekanan jual meningkat.
Emas Menunggu Pernyataan Kevin Warsh

Emas Menunggu Pernyataan Kevin Warsh

Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari senin kemarin di level 4330.20, setelah selama sehari bergerak dalam kondisi yang sangat sideways dimana pasar benar-benar memperhatikan apa yang akan menjadi Keputusan dari The Fed saat risalah FOMC yang akan dikeluarkan pada kamis dini hari nanti. Emas bergerak sangat terbatas menjelang pertemuan tersebut.
The Fed Diprakirakan Tahan Suku Bunga dalam Rapat Perdana Warsh sebagai Ketua

The Fed Diprakirakan Tahan Suku Bunga dalam Rapat Perdana Warsh sebagai Ketua

Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu, sebuah pertemuan penting bagi pasar untuk mengukur sikap para pengambil kebijakan dan Ketua baru Kevin Warsh saat harga energi menurun setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan kerangka untuk membuka kembali Selat Hormuz.
The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga, dot plot akan memberikan petunjuk kunci tentang prospek suku bunga

The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga, dot plot akan memberikan petunjuk kunci tentang prospek suku bunga

Pasar secara luas memprakirakan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 3,5% hingga 3,75% untuk pertemuan keempat berturut-turut pada bulan Juni

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA