- Batu Bara ICE Newcastle mempertahankan posisi lebih rendahnya.
- Momentum bearish dalam komoditas ini semakin menguat.
- Presiden AS, Donald Trump, menandatangani MoU pendahuluan.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $133,00 yang lebih rendah 1,74% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah, semakin menjauh dari tertnggi 2026 di $151,75 di tengah perkembangan positif dari Timur Tengah.
Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 36,47 semakin memperkuat momentum bearish dan menunjukkan masih ada ruang di sisi bawah sebelum memasuki zona jenuh jual. Secara teknis tren naik jangka lebih panjang batu bara ini masih utuh saat harga bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, meskipun harga berada di level terendah sejak 7 Mei 2026.
Pada Rabu malam, BBC melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menandatangani secara elektronik nota kesepahaman (memorandum of Understanding/MoU) pendahuluan untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.
MoU ini menetapkan periode waktu 60 hari untuk melakukan perundingan kesepakatan damai yang tegas. Perincian kesepakatan juga mencakup jalur aman melewati Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran, serta pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan. Kementerian Luar Negeri Swiss menginformasikan bahwa perundingan antara kedua negara diprakirakan dilanjutkan Jumat besok di Swiss.
Semakin terbukanya peluang Selat Hormuz dapat dilalui dengan bebas terus menekan harga-harga komoditas. Minyak West Texas Intermediate (WT) di area $74 per barrel, mempersempit jarak dengan level-level pra perang di tengah potensi perbaikan distribusi yang turut menekan harga batu bara yang menjadi substitusi gas alam dari Timur Tengah untuk penggunaan pembangkit listrik selama perang.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
- Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
- Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
- Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Namun demikian, kenaikan Harga HBA yang disebutkan di atas belum mencerminkan meredanya ketegangan di Timur Tengah sejak akhir pekan lalu. Pasar kini menantikan komentar terbaru dari pejabat-pejabat Kementerian ESDM mengenai dampak penurunan harga batu bara ICE Newcastle pada HBA terbaru untuk periode selanjutnya.
Informasi lainnya yang perlu diperhatikan juga apakah ada perubahan pada rencana relaksasi terukur pada RKAB (Rencana Kerja Anggaran dan Biaya) yang pada awalnya direncakan untuk memanfaatkan harga batu bara yang tinggi sebelum para pemimpin AS dan Iran menandatangani MoU yang disebutkan di atas.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Harga Perak Menguat di Tengah Kesepakatan AS-Iran, The Fed yang Hawkish Batasi Kenaikan
Pound Inggris Raih Terendah Baru Dua Bulan di Bawah 1,3220 saat BoE Pertahankan Suku Bunga
Setelah The Fed, Giliran BoE
Bitcoin turun di bawah $64.000 karena sikap hawkish The Fed membebani selera risiko
Bitcoin tetap berada di bawah tekanan, memperpanjang koreksinya, diperdagangkan di bawah $64.000. Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi menyampaikan nada hawkish pada hari Rabu, yang melemahkan sentimen risiko.
Breaking: Bank of England Mempertahankan Suku Bunga Bank pada 3,75% sesuai Ekspektasi
Bank of England (BoE) mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka mempertahankan suku bunga bank pada 3,75% setelah pertemuan kebijakan bulan Juni, seperti yang diperkirakan secara luas.