Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada pertemuan Juli, berbeda dari konsensus yang memprakirakan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00%. Deposit Facility dan Lending Facility juga dipertahankan masing-masing di 4,75% dan 6,50%.

Sementara itu, pertumbuhan kredit Juni meningkat menjadi 12,67% YoY, dari 11,51% YoY sebelumnya.

Keputusan tersebut menjadi jeda setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin sejak Mei untuk menarik aliran modal asing dan menopang Rupiah. Langkah ini lebih lunak dibandingkan ekspektasi mayoritas pasar yang sebelumnya memprakirakan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00%.

Di sisi makroprudensial, nilai insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp431,9 triliun hingga awal Juli. Pertumbuhan kredit perbankan meningkat menjadi 12,67% secara tahunan pada Juni dari 11,51% pada Mei, terutama ditopang kredit investasi yang melonjak 24,90%. Kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,94% dan 5,75%.

BI tetap memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada pada kisaran 8%-12%. Ruang pembiayaan dinilai masih tersedia, tercermin dari fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp2.490 triliun atau 21,52% dari total plafon, serta pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 10,21%.

Reaksi Pasar

Rupiah bertahan di sekitar Rp17.885 beberapa saat setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%. Pasangan mata uang USD/IDR masih turun tipis 5 poin dari penutupan Selasa, menunjukkan reaksi awal pasar terhadap keputusan yang lebih dovish dibandingkan konsensus relatif terbatas.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

(XAU/USD) mempertahankan tren positifnya menjelang sesi perdagangan Eropa dan saat ini diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi dua pekan yang tersentuh pada Rabu.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.875 usai BI-Rate Ditahan, USD/IDR Berbalik Naik ke Rp17.909 di Pasar Offshore

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.875 usai BI-Rate Ditahan, USD/IDR Berbalik Naik ke Rp17.909 di Pasar Offshore

Rupiah ditutup menguat tipis di sekitar Rp17.875 per Dolar AS pada perdagangan domestik Rabu setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya. Dibandingkan kisaran penutupan Selasa di Rp17.880-Rp17.885, pasangan mata uang USD/IDR turun sekitar 5-10 poin atau 0,03%-0,06%. Namun, penguatan tersebut tidak berlanjut setelah pasar domestik ditutup.
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Harga Cardano bergerak lebih rendah setelah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $1,770 membatasi dua hari pemulihan berturut-turut yang terlihat awal pekan ini. Kontrak berjangka ADA menunjukkan penurunan minat ritel karena Open Interest dan volume perdagangan menurun di tengah likuidasi posisi beli yang tinggi. Prospek teknis untuk ADA bearish, karena momentum tetap lemah di bawah resistance garis tren di sekitar $0,1782.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA