- ASII memperpanjang kinerja positif Jumat lalu ke 4.710.
- Perseroan akan membagian dividen sebesar Rp98 per lembar saham.
- RSI 14-hari lebih jauh memangkas momentum bearish.
ASII lebih tinggi 1,30% dari penutupan pekan lalu untuk diperdagangkan di 4.690 di sesi II hari ini. Saham PT Astra International Tbk membuka pekan baru dengan gap naik di 4.670 dan mencatatkan tertinggi harian di 4.710, melanjutkan kinerja positif Jumat lalu di tengah kabar bahwa perseroan akan membagikan dividen interim.
Kinerja positif ASII juga mendorong indeks LQ45 yang sedikit menguat namun kesulitan mempertahankan kinerja positifnya di sesi II. Selain ASII, indeks ini terutama didorong oleh saham Surya Citra Media (SCMA, +3,49%), Kalbe Farma (KLBF, +2,07%), dan AKR Corporindo (AKRA, +2,40%).
Perseroan akan Bagikan Dividen Rp3,89 Triliun
Perseroan akan membagikan dividen interim dengan total Rp3,89 triliun atau Rp98 per lembar saham, seperti diinformasikan pada keterbukaan informasi yang dirilis pasca penutupan pasar pekan lalu. Cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi adalah 12 Oktober 2026. Dividen akan dibayarkan pada 30 Oktober 2026.
Yang menjadi dasar pembagian dividen ini adalah data keuangan per 30 Juni 2026. Dalam data tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp12,53 triliun sepanjang semester I 2026 yang lebih rendah dibandingkan Rp15,51 triliun pada semester I 2025. Sementara dari sisi posisi keuangan, jumlah aset bertambah menjadi Rp514,51 triliun pada akhir Juni 2026 dari Rp507,36 triliun pada akhir tahun 2025. Namun, jumlah ekuitas berkurang menjadi Rp289,84 triliun dari Rp290,81 triliun.
Indikator Momentum Jauhi Zona Jenuh Jual
Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) 14-hari lebih jauh meredam momentum bearish karena menjauhi zona jenuh jual, meskipun masih di bawah level netral 50. Dari sisi teknis, tren jangka panjang ASII masih turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, belum ada perubahan signifikan.
Level-level yang perlu diamati dalam kasus ASII terus naik adalah 5.050 (tertinggi 3 dan 4 September), 5.300 (tertinggi 22 Juli), dan 5.711 (SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, support untuk saham ini berada di 4.470 (terendah 30 Juni), 4.350 (terendah 2026 yang diraih pada 8 Juni), dan 4.290 (terendah 31 Mei dan 12 Juni 2024).

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Datar di Bawah US$4.150 saat USD yang Reli Imbangi Berkurangnya Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Valas Hari Ini: Aksi Jual Euro Meningkat, Dolar AS Abaikan Pelonggaran Taruhan Kenaikan Suku Bunga
Euro (EUR) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada awal pekan karena investor semakin khawatir terhadap prospek fiskal Prancis. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) untuk bulan September dan Keyakinan Investor Sentix untuk bulan Oktober.
Ringkasan Pagi: EUR/USD Mengisyaratkan Pergeseran Turun Jangka Menengah
BNB: Derivatif mendukung kelanjutan kenaikan bullish
BNB, yang sebelumnya dikenal sebagai Binance Coin, melemah tipis dan diperdagangkan di sekitar $790 pada hari Senin setelah membukukan tiga kenaikan mingguan berturut-turut. Open Interest yang meningkat dan tingkat pendanaan yang positif menunjukkan bahwa posisi bullish semakin menguat di pasar derivatif.
Breaking: Nonfarm Payrolls AS naik 29 Ribu pada September versus 90 Ribu yang diprakirakan
Nonfarm Payrolls (NFP) di Amerika Serikat (AS) naik 29 Ribu pada bulan September, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat.