Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari senin kemarin di level 4190.51, setelah mengalami penguatan yang signifikan hingga menyentuh level harian 4220.64 selama hari perdagangan kemarin. Penguatan yang stabil terjadi setelah pasar terus menilai perkembangan perundingan damai antara AS dan Iran yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden AS, JD Vance.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh JD Vance dengan jelas menyatakan bahwa Iran telah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa untuk perdamaian, walaupun dari sisi Iran menyatakan bahwa belum ada pembicaraan seputar program nuklir milik mereka. Pernyataan ini membuat ada sikap yang sangat hati-hati dari pasar akan segala sesuatu yang sangat mungkin terjadi kedepan sehingga membuat Dolar AS masih tetap memilikui potensi penguatan dan membuat emas semakin tertekan.
Sementara itu The Fed semakin memberikan sinyal positif untuk menaikan suku bunga. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari pernyataan pejabat The Fed Austan Goolsbee yang menyatakan bahwa inflasi bergerak kearah yang tidak semestinya dan berada sangat jauh dari target 2% sesuai dengan komitmen The Fed.
Hal ini memberikan peluang yang sangat kuat sehingga proyeksi yang dikeluarkan oleh CME FedWatch Tool menyatakan bahwa 88% probabilitas kenaikan suku bunga akan terjadi pada bulan desember nanti. Hal ini semakin membuat Emas akan semakin tertekan pada pergerakannya dikemudian hari
Emas membuka perdagangan hari selasa dengan posisi yang semakin tertekan. Melemah hingga ke level terendah hampir dua minggu dan berada di seputaran level 4115. Walaupun muncul sinyal positif dari perundingan AS-Iran akan tetapi pasar masih melihat pelemahan yang signifikan akan terus terjadi pada Emas.
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS–Iran serta meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Kalnder fundamental yang harus diperhatikan yaitu rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa (Jun), Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur (Jun) yang direncanakan pada pukul 20.45 WIB

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD sedikit memiliki tendensi bearish dalam pergerakannya akan tetapi peluang penguatan masih tetap terjaga selama perdagangan hari ini. Pergerakan masih sangat datar diperkirakan akan terjadi dan terus mempertahankan posisi diatas level 4100.00. Emas terus berusaha agar tetap berada di atas zona tersebut selama perdagangan hari ini.
Walaupun demikian, XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga. Pasar saat ini masih tetap berada dalam tendensi bearish dan tetap “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4192.27 dan terus melemah hingga level terndah 4114.78. Walaupun sempat koreksi ke level 4136.92, XAU/USD diperkirakan akan tertekan pada perdagangan hari ini terutama saat memasuki pasar Eropa
Pergerakan XAU/USD masih dibayangi tekanan akibat geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah serta prospek kebijakan yang akan dikeluarkan oleh The Fed pada minggu ini. Di tengah volatilitas yang tinggi dan sedikit bias pelemahan, potensi rebound intraday masih bisa muncul. Untuk pergerakan selanjutnya, harga cenderung menanti katalis baru sebelum mencatat pergerakan yang lebih impulsif pada sesi perdagangan hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4098.26 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4078.76. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4108.15.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4198.44. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4166.81 dan terus menguat hingga menembus level 4178.94.
Trading Plan
Range XAU/USD: 4114.80 - 4198.00
S1 = 4098.26
S2 = 4078.76
R1 = 4178.94
R2 = 4198.44
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
AUD/USD Bertahan Stabil di Atas 0,7000 karena Para Trader Menantikan Keputusan Suku Bunga RBA
AUD/USD melanjutkan fase konsolidasinya pada sesi Asia hari Selasa, diperdagangkan sedikit di atas 0,7000 menjelang keputusan suku bunga RBA. Sementara itu, Dolar AS berada di dekat level tertinggi dua bulan karena kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh minyak menegaskan kembali spekulasi kenaikan suku bunga The Fed dan terus mendorong imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi multi-tahun. Selain itu, kebuntuan AS–Iran menopang Dolar safe-haven dan membatasi pasangan mata uang ini.
USD/JPY berkonsolidasi di dekat 157,50 saat USD bullish mengimbangi risiko intervensi
USD/JPY berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan semalam dari level terendah satu minggu, berkonsolidasi di sekitar 157,50 pada sesi Asia hari Selasa. Kekhawatiran Trump tentang pelemahan Yen Jepang memicu spekulasi tentang intervensi bersama AS-Jepang lainnya. Hal ini, bersama dengan BoJ yang hawkish, mendukung JPY dan membatasi pasangan mata uang ini. Sementara itu, meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga The Fed dan kekhawatiran inflasi yang didorong oleh minyak terus mendorong imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi multi-tahun, membuat Dolar AS tetap tertekan di dekat level tertinggi dua bulan dan mendukung pasangan mata uang ini.
Harga Emas Mengalami Pemulihan Temporer Menjelang Data Lapangan Pekerjaan AS
Harga Emas memantul dari posisi terendah delapan minggu di US$4.110 pada Selasa pagi, menantikan data lapangan pekerjaan JOLTS AS. Dolar AS memasuki konsolidasi bullish bersama imbal hasil obligasi Treasury AS; spekulasi kenaikan suku bunga The Fed tetap bertahan. Harga Emas mengonfirmasi penembusan falling wedge, sementara RSI harian tetap bearish.
NEAR: Intents memblokir lebih dari $50 Juta dalam upaya pencucian uang yang terkait dengan eksploitasi Bitget
Valas Hari Ini: RBA dan Pernyataan Pejabat The Fed Menarik Semua Perhatian
Dolar AS (USD) memulai pekan dengan kenaikan tipis, melanjutkan tren naik terbarunya dan meninggalkan gangguan Jumat. Sementara itu, pengetatan lebih lanjut oleh The Fed tetap menjadi pusat hampir setiap perdebatan, sementara ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah terus memberikan dukungan kepada dolar dan membatasi potensi penurunan.