Emas mengalami pergeseran sentimen: tertekan menjelang akhir sesi perdagangan hari selasa karena kuatnya data ekonomi AS. Lowongan pekerjaan JOLTS September mencapai 7,52 juta, melampaui perkiraan 7,15 juta, sementara pesanan pabrik naik 1,8% secara bulanan. Data tersebut memperkuat ekspektasi kebijakan ketat The Fed, dengan peluang kenaikan suku bunga Desember meningkat menjadi 79% dan yield Treasury 10 tahun naik ke 4,954%, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Laporan hasil pemilu sela AS, hasil sementara untuk 179 dari total 435 kursi DPR AS telah diketahui, dengan Demokrat unggul melalui perolehan 114 kursi. Sebuah partai membutuhkan sedikitnya 218 kursi untuk menguasai mayoritas. Sebelumnya, sejumlah pengamat pasar menilai Demokrat berpeluang besar merebut kendali atas DPR sekaligus Senat.

Peluang kemenangan partai Demokrat di kedua kamar Kongres dapat memperkuat tekanan terhadap dolar AS. Hasil tersebut berpotensi memicu kebuntuan pembahasan plafon utang, memperpanjang penutupan pemerintah tahun depan, serta mendorong Presiden Trump mengambil langkah kebijakan luar negeri yang lebih aktif. Hal ini setidaknya bisa memberikan angin untuk kenaikan Emas kedepan

Sementara itu, risiko geopolitik masih bertahan di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri perang AS-Iran yang telah berlangsung delapan bulan. pernyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa AS belum berencana menyerang Iran dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan kemungkinan serangan pada akhir pekan ini.

Memasuki perdagangan rabu 4 november 2026, Emas menguat tipis kelevel 3931,24 pada awal sesi Asia, didukung pelemahan dolar dan penurunan yield Treasury setelah hasil awal pemilu sela menunjukkan kemenangan Demokrat di sejumlah pemilihan Senat. Meski hasil keseluruhan belum pasti, peluang Demokrat menguasai Kongres dinilai dapat menghambat ekspansi fiskal dan pemotongan pajak pemerintahan Trump, sehingga menekan ekspektasi kebutuhan pembiayaan pemerintah. Kondisi tersebut mendorong pembelian obligasi dan penurunan DXY sekitar 0,4%, membuka ruang pemulihan bagi emas.

Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS - Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Hasil pemilu sela AS akan menjadi perhatian utama pasar. Kalender fundamental hari ini yang harus menjadi perhatian utama yaitu Perubahan Tenaga Kerja Non-Pertanian ADP (Okt) pukul 21.15 WIB, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa (Okt) pukul 21.45 dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Non-Manufaktur ISM (Okt) puku 22.00 WIB

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan XAU/USD mencoba bangkit dari pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari selasa kemarin. Walaupun tekanan bearish masih tetap mendominasi tapi penguatan moderat XAU/USD memberikan jalan menuju di level 4000.00.

Para “Buyer” kembali mengalami menguat dan membawa XAU/USD masuk ke level psikologi 3990.00. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena ketidakpastian yang terjadi dipasar baik dari sisi fundamental maupun geopolitik.

XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah tendensi pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar tetap dalam tendensi “Soft Bearish”. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.

Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah, ekspektasi kebijakan moneter The Fed serta pemilu sela AS menjadi faktor utama pergerakan XAU/USD hari ini. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, XAU/USD masih sangat hati-hati dalam pergerakannya ditengah kecenderungan yang positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup.

Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 3905.50 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 3881.11. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 3920.00.

Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4018.36. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 3982.67 dan terus menguat hingga menembus level 3996.26

 

Trading Plan

Range XAU/USD: 3894.15 - 3971.78

S1 = 3905.50

S2 = 3881.11

R1 = 3996.26

R2 = 4018.36

Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Laporan ADP Diprakirakan Tunjukkan Perlambatan Pertumbuhan Lapangan Kerja AS pada Oktober

Laporan ADP Diprakirakan Tunjukkan Perlambatan Pertumbuhan Lapangan Kerja AS pada Oktober

Automatic Data Processing (ADP) Research Institute dijadwalkan merilis laporan ketenagakerjaan sektor swasta untuk bulan Oktober pada hari Rabu. Konsensus pasar mengantisipasi perlambatan moderat dalam penciptaan lapangan kerja, dengan Perubahan Ketenagakerjaan ADP diprakirakan menunjukkan 69 ribu lapangan pekerjaan swasta baru pada bulan Oktober, turun dari 90 ribu pada bulan September.
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp18.155 meski Dolar AS Tertekan usai Kemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela

USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp18.155 meski Dolar AS Tertekan usai Kemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela

Rupiah kembali kehilangan pijakan pada perdagangan Rabu (4/11), ditutup di Rp18.155 per Dolar AS di pasar domestik, melemah 20 poin dari penutupan Selasa di Rp18.135. Tekanan terhadap mata uang Indonesia belum mereda meskipun Dolar AS mengalami aksi jual di pasar global menyusul kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat.
Prakiraan Harga Dolar Australia: Salahkan RBA

Prakiraan Harga Dolar Australia: Salahkan RBA

Dolar Australia (AUD) diperdagangkan melemah pada hari Selasa, mendorong AUD/USD menambah penurunan hari Senin dan mencapai level terendah baru dua minggu di dekat 0,6960.
Bitcoin Menguji Support Kritis, Ethereum Kesulitan di Bawah Resistance, XRP Lanjutkan Pelemahan

Bitcoin Menguji Support Kritis, Ethereum Kesulitan di Bawah Resistance, XRP Lanjutkan Pelemahan

Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan pada hari Rabu karena momentum bearish terus membebani harga. BTC mendekati support utama di sekitar US$76.466, dan penutupan tegas di bawahnya dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut. Sementara itu, ETH kesulitan di bawah resistance utama sementara XRP menghadapi penolakan di garis tren atas dari pola falling channel, semuanya mengisyaratkan pelemahan lebih lanjut
Valas Hari Ini: Dolar AS Tertekan Partai saat Demokrat Mengambil Alih Kendali Kongres

Valas Hari Ini: Dolar AS Tertekan Partai saat Demokrat Mengambil Alih Kendali Kongres

Dolar AS (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya di awal hari Rabu karena pasar menilai hasil pemilu sela. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data inflasi pendahuluan bulan Oktober dari Zona Euro.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA