Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari jumat dengan tekanan jual tajam pada level 3875.95 setelah sempat jatuh ke level tereadah harian di seputaran 3867.51. Pelemahan yang terjadi pada emas di berkaitan dengan aksi jual saham teknologi dan kebutuhan likuiditas. Gejolak saham teknologi. membuat semakin menguatnya kekhawatiran mengenai hasil investasi kecerdasan buatan menekan saham dan ikut menyeret emas ke level terendah tahun 2026.
Emas berusaha untuk kembali pulih, akan tetapi dukungan fundamentalnya dirasa belum cukup kuat untuk memastikan pembalikan tren. Pemulihan jangka pendek masih terbuka, sementara kenaikan tetap rentan tertahan oleh ekspektasi pengetatan The Fed dan risiko penjualan masih terus berlangsung
Tekanan jual kembali membayangi emas menjelang pekan yang rawan dengan gejolak baik dari sisi fundamental maupun geopolitik. Ketegangan Timur Tengah, rilis data tenaga kerja AS, dan pemilu sela membuat pelaku pasar berhati-hati di tengah ketidakpastian arah harga.
Dari sisi geopolitik, Ukraina kembali menyerang kilang minyak Rusia setelah jeda sekitar dua minggu, meski mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump menjelang pemilu sela. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan jajaran militernya bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi baru dengan AS dan Israel.
Sementara itu, The Fed menahan suku bunga pada Oktober, akan tetapi upaya untuk menekan inflasi masih membuka peluang pengetatan lanjutan. Data yang dirilis FedWatch hari ini mencatat peluang kenaikan suku bunga Desember sekitar 73,8%. Ekspektasi ini membatasi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan pendapatan bunga.
Memasuki perdagangan sesi senin 2 November, emas bergerak dengan pemulihan menuju level 3900.00 - 3915.00 akan tetapi kenaikannya belum menunjukkan pembalikan tren yang kuat. Pemulihan mendapat dukungan dari turunnya minyak dan harapan diplomasi AS-Iran. Meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi membantu mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya membebani emas melalui ekspektasi suku bunga tinggi.
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS - Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Selain itu pemilu sela yang akan dilakukan pada tanggal 3 november ini akan menjadi perhatian utama pasar. Kalender fundamental hari ini yang harus menjadi perhatian utama yaitu Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur (Okt) pada pukul 21.45 WIB dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM (Okt) pukul 22.00 WIB.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan XAU/USD mencoba bangkit dari pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari jumat kemarin. Tekanan bearish masih tetap mendominasi tapi penguatan moderat XAU/USD memberikan jalan menuju di level 3900.00.
Para “Buyer” kembali mengalami menguat dan membawa XAU/USD masuk ke level psikologi 3900.00. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena ketidakpastian yang terjadi dipasar baik dari sisi fundamental maupun geopolitik.
XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah tendensi pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar tetap dalam tendensi “High Bearish”. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah, ekspektasi kebijakan moneter The Fed serta pemilu sela AS menjadi faktor utama pergerakan XAU/USD hari ini. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, XAU/USD masih sangat hati-hati dalam pergerakannya ditengah kecenderungan yang positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 3846.47 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 3824.52. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 3870.00.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 3982.22. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 3940.00 dan terus menguat hingga menembus level 3954.74
Trading Plan
Range XAU/USD: 3869.31 - 3954.11
S1 = 3846.47
S2 = 3824.52
R1 = 3954.74
R2 = 3982.22
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Sulit Pulih dari Terendah Tahunan di Atas US$3.900, Taruhan Kenaikan The Fed Batasi Reli
Rupiah Indonesia Melemah Menyusul Data Ekonomi yang Beragam
Prakiraan Mingguan Emas: Penjual Mendominasi meskipun Imbal Hasil AS Turun jelang Pemilu Sela
Bitcoin, Ethereum, Ripple Pulih saat November Dimulai setelah Oktober yang Merugi
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple pulih sedikit pada hari Senin setelah menutup Oktober dengan empat minggu berturut-turut mengalami kerugian. BTC naik di atas $78.462 setelah menemukan support di sekitar zona support utamanya, sementara ETH rebound di atas $2.295 tetapi tetap berada di bawah Exponential Moving Average utama, sehingga prospek jangka pendeknya tetap bearish.
Valas Hari Ini: BoJ Pertahankan Pengaturan Kebijakan Tidak Berubah, Emas Turun di Bawah US$4.000
Pasar mengalami volatilitas yang sedikit lebih tinggi di awal hari Jumat saat para investor menilai keputusan bank sentral terbaru, rilis data makroekonomi, sambil terus mencermati pergerakan pada kontrak berjangka indeks saham AS.