Emas (XAU/USD) mengalami penguatan dipenghujung sesi AS Jumat tanggal 18 September 2026, dimana pergerakannya sempat mencapai level 4396.76. Penguatan yang terjadi pada Emas diakibatkan karena pelemahan yang terjadi pada harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi serta aksi penutupan posisi jual. Akan tetapi, penguatan dolar membatasi ruang kenaikan emas.

Emas masih dibayangi kebijakan ketat The Fed, yang pekan lalu menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%–4,0% sekaligus membuka peluang kenaikan lanjutan. Menurut Data FedWatch, pasar memperkirakan peluang kenaikan bunga pada Oktober sebesar 56,5%. Prospek ini membatasi daya tarik emas karena pasar memiliki alternatif aset berbunga yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Pernyataan pejabat The Fed yang mendukung pengetatan moneter sangat berpotensi untuk menahan penguatan pada emas. Hal ini dinyatakan oleh Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid dimana menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga, merujuk pada data inflasi di atas 3%. Selain itu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari pada Minggu menegaskan bahwa tekanan harga meluas di berbagai sektor ekonomi AS, bukan hanya berasal dari lonjakan minyak dan energi.

Perkembangan di Timur Tengah semakin membara, dimana negara-negara di wilayah tersebut semakin meningkatkan kesiagaan setelah Iran mengaku memperoleh informasi intelijen mengenai rencana serangan udara baru AS. Apabila eskalasi ini membuat kenaikan pada harga minyak, kekhawatiran inflasi dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan menekan emas.

Emas masih tetap rentan terjadi pelemahan, tetapi turunnya harga minyak dapat meredakan kekhawatiran inflasi dan membatasi tekanan jual. Semakin melemahnya minyak dan menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan, seiring harapan bahwa pertemuan PBB minggu ini membuka ruang diplomasi untuk meredakan konflik Iran.

Memasuki perdagangan sesi Asia hari Senin 21 September, emas bergerak lebih hati-hati di sekitar lebel 4380.00. Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan The Fed dan tingginya yield obligasi AS menahan momentum pemulihan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa dorongan beli Jumat belum cukup kuat untuk menopang reli berkelanjutan.

Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS - Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Pasar turut mencermati perkembangan negosiasi dagang AS - Tiongkok menjelang pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping pada Kamis, untuk mencari petunjuk arah hubungan ekonomi kedua negara

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan XAU/USD kembali mengalami pelemahan setelah sempat memulihkan pergerakan di hari jumat kemarin. Tekanan bearish mendominasi pergerakan XAU/USD dalam upanya untuk menembus 4400.00.

Seller kembali mengalami penguatan dan membawa XAU/USD mendekati level psikologi 4350.00. Kondisi ini menunjukkan pemulihan jangka pendek masih menghadapi hambatan, terutama menuju ke level ketinggian terbaru

XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah tendensi pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar tetap dalam tendensi “High Bearish”. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.

Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, XAU/USD masih sangat hati-hati dalam pergerakannya ditengah kecenderungan yang positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup.

Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4333.76 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4317.80. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4340.00.

Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4400.21. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4375.00 dan terus menguat hingga menembus level 4385.36

 

Trading Plan

Range XAU/USD: 4333.76 - 4400.21

S1 = 4333.76

S2 = 4317.80

R1 = 4385.36

R2 = 4400.21


Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah

Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah

Harga Emas (XAU/USD) bergerak lebih rendah ke dekat US$4.365 selama awal sesi Asia pada hari Senin. Logam mulia ini kehilangan momentum di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pernyataan hawkish dari para pejabat Federal Reserve (The Fed). Para pedagang menunggu pernyataan The Fed lebih lanjut pada akhir pekan ini untuk mendapatkan dorongan baru.
IHSG Berbalik Turun 0,72% ke 6.394, Saham Bank Tertekan saat Rebalancing FTSE Berlaku

IHSG Berbalik Turun 0,72% ke 6.394, Saham Bank Tertekan saat Rebalancing FTSE Berlaku

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan Senin, turun 0,72% atau 46 poin ke 6.394, melanjutkan penurunan 1,53% sepanjang pekan lalu. IHSG dibuka menguat tipis di 6.446 dari penutupan Jumat di 6.441 dan sempat mencapai 6.451, sebelum berbalik turun hingga 6.390.
Prakiraan Sepekan ke Depan: Trump, Xi, Minyak, Tarif dan PMI

Prakiraan Sepekan ke Depan: Trump, Xi, Minyak, Tarif dan PMI

Minggu yang sangat positif membuat Dolar AS (USD) naik ke level tertinggi baru tujuh minggu, sebagian besar didukung oleh sikap hawkish pada acara FOMC pada hari Rabu sementara kekuatan harga Minyak Mentah yang tak kunjung surut juga menopang pergerakan tersebut selama paruh pertama pekan ini.
Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah

Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah

Harga Emas (XAU/USD) bergerak lebih rendah ke dekat US$4.365 selama awal sesi Asia pada hari Senin. Logam mulia ini kehilangan momentum di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pernyataan hawkish dari para pejabat Federal Reserve (The Fed). Para pedagang menunggu pernyataan The Fed lebih lanjut pada akhir pekan ini untuk mendapatkan dorongan baru.
Valas Hari Ini: Yen Jepang Turun meskipun BoJ Menaikkan Suku Bunga; Pidato The Fed Menjadi Fokus

Valas Hari Ini: Yen Jepang Turun meskipun BoJ Menaikkan Suku Bunga; Pidato The Fed Menjadi Fokus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 18 September: Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan moderat di sekitar 100,30 pada Jumat karena para pedagang terus menilai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) terbaru dan isyarat kebijakan. Pada hari Rabu, bank sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75% hingga 4,00%.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA