- IHSG turun 0,72% ke 6.394 pada awal perdagangan Senin, setelah sempat dibuka menguat tipis, dengan tekanan pada saham perbankan, TLKM, dan sektor energi.
- Rebalancing FTSE Russell mulai berlaku hari ini. Saham BSDE turun 1,65% setelah mengalami perubahan klasifikasi dari Mid Cap menjadi Micro Cap.
- Investor mencermati keputusan suku bunga BI pekan ini, sementara imbal hasil Treasury AS yang tinggi dan harga minyak masih membayangi pasar global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan Senin, turun 0,72% atau 46 poin ke 6.394, melanjutkan penurunan 1,53% sepanjang pekan lalu. IHSG dibuka menguat tipis di 6.446 dari penutupan Jumat di 6.441 dan sempat mencapai 6.451, sebelum berbalik turun hingga 6.390. Tekanan pada saham perbankan, telekomunikasi, dan energi membayangi indeks ketika perubahan komposisi FTSE Russell mulai berlaku hari ini dan investor menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pekan ini. Dari eksternal, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi dan harga minyak di atas US$100 per barel masih menjadi perhatian pasar.
Sektor Energi dan Saham Berkapitalisasi Besar Tertekan
Mayoritas sektor bergerak di zona merah. Energi (IDXENERGY) turun 0,94%, disusul infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 0,78% dan keuangan (IDXFINANCE) sebesar 0,44%. Sebaliknya, transportasi (IDXTRANS) menguat 0,59%, sedangkan properti (IDXPROPERT) dan teknologi (IDXTECHNO) masing-masing naik tipis 0,08% dan 0,05%. Tekanan pada saham-saham besar turut terlihat dari indeks LQ45 yang melemah 0,85% ke 634, sementara IDX30 turun 0,87% ke 353.
Di antara saham berkapitalisasi besar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 1,95% ke Rp2.510, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,79% ke Rp6.250, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 0,91% ke Rp3.280, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,94% ke Rp4.220. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut melemah 0,21% ke Rp4.670 setelah sempat menguat hingga Rp4.760 pada awal perdagangan.
Rebalancing FTSE Berlaku, Investor Tunggu Keputusan BI
Perubahan komposisi FTSE Global Equity Index Series (GEIS) hasil evaluasi September 2026 mulai berlaku pada pembukaan perdagangan Senin, setelah penyesuaian berdasarkan harga penutupan Jumat pekan lalu. Dalam evaluasi tersebut, FTSE Russell mengeluarkan 29 saham Indonesia dari kelompok indeks tertentu, termasuk 28 saham dari kategori Micro Cap, sementara sejumlah emiten mengalami perubahan klasifikasi. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), yang berpindah dari Mid Cap menjadi Micro Cap, turun 1,65% ke Rp595 setelah sempat menyentuh Rp620 pada awal sesi. Perubahan komposisi indeks dapat memicu penyesuaian portofolio investor yang menggunakannya sebagai acuan, meskipun tekanan pada BSDE belum mencerminkan pelemahan sektor properti secara keseluruhan.
Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September, setelah bank sentral mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada pertemuan Agustus. Keputusan tersebut akan menjadi perhatian investor di tengah tekanan terhadap Rupiah dan tingginya imbal hasil obligasi AS setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pekan lalu. Arah kebijakan BI dan perkembangan arus modal asing menjadi faktor yang perlu dicermati, terutama bagi saham perbankan dan sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Wall Street Bervariasi, Imbal Hasil AS Tetap Tinggi
Dari pasar global, Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat. S&P 500 naik 0,17% dan Nasdaq Composite menguat 0,40%, ditopang kenaikan saham semikonduktor, sementara Dow Jones turun 0,18%. Pergerakan tersebut berlangsung ketika imbal hasil Treasury AS 10-tahun menembus 5% dan harga minyak bertahan di atas US$100 per barel, mempertahankan kekhawatiran terhadap inflasi serta kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut oleh The Fed.
Sementara itu, bursa Asia bergerak bervariasi pada Senin pagi. KOSPI Korea Selatan menguat 1,51%, sedangkan ASX 200 Australia datar, sementara pasar saham Jepang tutup karena hari libur nasional. Harga minyak yang mulai turun di tengah perkembangan pasokan dari Timur Tengah memberikan sedikit perubahan pada sentimen pasar energi, tetapi kekhawatiran terhadap inflasi dan arah suku bunga global masih membayangi perdagangan.
Support 6.390 Jadi Perhatian
Dari sisi teknis, IHSG masih berada dalam tekanan setelah bergerak di bawah garis tengah Bollinger Band di 6.541 dan Moving Average di 6.564. Indeks kini mendekati support 6.390, yang berdekatan dengan batas bawah Bollinger Band di 6.368. Jika area tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju level angka bulat 6.300. Sementara itu, resistance terdekat yang sebelumnya merupakan support 31 Agustus berada di 6.477, diikuti area 6.541–6.564.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 44,60, turun di bawah garis sinyal 56,31 dan level netral 50, menunjukkan momentum pelemahan yang masih dominan, tetapi belum memasuki wilayah jenuh jual. Selama IHSG bertahan di atas 6.368–6.390, peluang pemulihan teknis masih terbuka, meskipun indeks perlu kembali menembus 6.477 untuk mengurangi tekanan jangka pendek.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah
IHSG Berbalik Turun 0,72% ke 6.394, Saham Bank Tertekan saat Rebalancing FTSE Berlaku
Prakiraan Sepekan ke Depan: Trump, Xi, Minyak, Tarif dan PMI
Harga Emas Turun Tipis Mendekati US$4.350 pada Sikap Hawkish The Fed, Ketegangan Timur Tengah
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 18 September:
Indeks Dolar AS (DXY) membukukan kenaikan moderat di sekitar 100,30 pada hari Jumat karena para pedagang terus menilai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) terbaru dan isyarat kebijakan. Pada hari Rabu, bank sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Ini adalah pertama kalinya The Fed menaikkan suku bunga sejak Juli 2023. Pidato Gubernur Fed Michelle Bowman dijadwalkan akan disampaikan nanti pada hari Jumat.