Emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihannya pada hari Kamis, setelah membukukan kinerja harian terkuatnya sejak Agustus pada hari Rabu. Logam mulia ini melonjak 3,64% pada hari Rabu, merebut kembali level psikologis US$4.000 setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Rebound ini menandai perubahan momentum yang signifikan setelah tekanan jual selama berbulan-bulan. Emas turun hampir 7% pada bulan Oktober dan baru-baru ini menyentuh US$3.870, level terendahnya dalam lebih dari setahun. Namun, reli terbaru ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah logam mulia ini akhirnya pulih, atau ini merupakan rebound sementara lainnya dalam tren bearish yang lebih luas?

Mengapa pemilu AS memicu reli Emas terbesar dalam beberapa bulan

Kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres AS telah mengubah ekspektasi para investor terhadap agenda ekonomi Presiden AS Donald Trump secara fundamental. Dengan Partai Demokrat menguasai DPR dan Senat, pemerintahan tersebut menghadapi lebih banyak hambatan untuk menerapkan pemotongan pajak tambahan, stimulus fiskal, dan inisiatif pengeluaran. 

Para investor memprakirakan kebuntuan legislatif dapat membatasi pinjaman pemerintah dan mengurangi tekanan inflasi. Prospek ini telah memicu penurunan imbal hasil Treasury AS dan Dolar AS (USD), sehingga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi Emas.

Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada hari Rabu, sementara imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun acuan turun menuju 4,84% pada hari Kamis, level terendahnya dalam lebih dari enam pekan.

Imbal hasil Treasury yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Emas, sementara Dolar AS yang lebih lemah membuat logam mulia ini lebih terjangkau bagi para investor internasional.

Grafik 1 jam Indeks Dolar AS (DXY). Sumber: FXStreet
Grafik 1 jam Indeks Dolar AS (DXY). Sumber: FXStreet

Para ahli strategi ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, menjelaskan reaksi pasar: "Spot [E]mas melonjak lebih dari 3% kemarin, naik kembali di atas US$4.000/ons setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS. Ekspektasi kebuntuan legislatif, imbal hasil Treasury yang lebih rendah, dan [D]olar yang lebih lemah mendukung pergerakan ini."

Namun, kebuntuan politik tidak selalu sepenuhnya positif bagi Emas. Berkurangnya ekspansi fiskal juga dapat meredakan kekhawatiran mengenai utang pemerintah yang berlebihan, yang berpotensi melemahkan salah satu argumen jangka panjang yang mendukung permintaan terhadap logam mulia ini.

Penurunan harga Minyak dapat menjadi sekutu tak terduga bagi Emas

Perkembangan penting lainnya adalah penurunan tajam harga Minyak setelah munculnya tanda-tanda potensi terobosan diplomatik di Timur Tengah. Minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok sekitar 8% pada hari Rabu karena para investor menilai kembali kemungkinan eskalasi militer AS lebih lanjut terhadap Iran menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu.

Grafik harian Minyak AS WTI. Sumber: FXStreet
Grafik harian Minyak AS WTI. Sumber: FXStreet

Harga energi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan inflasi yang meningkat sejak konflik dimulai pada awal tahun ini. Hal ini menciptakan situasi yang menarik bagi Emas. Meskipun de-eskalasi geopolitik secara tradisional mengurangi permintaan terhadap aset-aset safe haven, penurunan harga Minyak pada akhirnya dapat menguntungkan logam mulia ini dengan mengurangi kebutuhan akan kebijakan moneter yang ketat.

Kepala Global Riset Komoditas Citi, Max Layton, menyoroti kemungkinan ini dalam sebuah catatan: "Harga [M]inyak yang jauh lebih rendah dapat membuat The Fed beralih dari menaikkan suku bunga menjadi menurunkannya, mendorong naik permintaan investasi terhadap [E]mas dan menghidupkan kembali bull market momentum secara global yang ditopang oleh berbagai dinamika bullish struktural."

Namun demikian, konflik Timur Tengah masih belum terselesaikan, dan harga energi masih tinggi dibandingkan dengan level sebelum perang. Eskalasi baru dapat dengan cepat menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan memperumit prospek Emas.

Federal Reserve tetap menjadi hambatan terbesar

Meskipun terjadi pemulihan yang mengesankan, Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi tantangan signifikan bagi para pembeli Emas. Menurut CME FedWatch Tool, para investor memperkirakan peluang sekitar 83% untuk kenaikan suku bunga lainnya pada bulan Desember.

Source: CME Group FedWatch
Sumber: CME Group FedWatch

Inflasi yang terus-menerus, yang sebagian didorong oleh guncangan energi, telah memperkuat ekspektasi bahwa biaya pinjaman AS akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membebani Emas dengan meningkatkan daya tarik aset-aset berbunga dan mendukung Dolar AS.

Katalis utama berikutnya hadir pada hari Jumat dengan dirilisnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Oktober. Para ekonom memprakirakan 65 ribu lapangan pekerjaan baru, menyusul kenaikan moderat sebesar 29 ribu pada bulan September. Laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari prakiraan dapat memperkuat ekspektasi pengetatan moneter tambahan, yang berpotensi mendorong imbal hasil Treasury dan Dolar AS lebih tinggi. Sebaliknya, angka ketenagakerjaan yang mengecewakan dapat menantang prospek hawkish The Fed dan memberikan dukungan lebih lanjut bagi Emas.

Bank-bank sentral memberikan jaring pengaman jangka panjang

Di luar perkembangan politik dan kebijakan moneter, permintaan institusional tetap menjadi faktor penting yang mendukung prospek Emas jangka panjang. Menurut World Gold Council (WGC), bank-bank sentral membeli bersih 321 ton Emas selama kuartal ketiga, yang merupakan peningkatan sebesar 42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pembelian sektor publik mencapai 675 ton selama sembilan bulan pertama tahun ini, menyoroti upaya berkelanjutan untuk mendiversifikasi cadangan valuta asing.

Permintaan investasi juga tetap tangguh. Exchange-Traded Funds (ETF) berbasis Emas menarik arus masuk sekitar 211 ton selama kuartal ketiga, sehingga kepemilikan global mencapai rekor 4.256 ton.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa para investor institusional terus memandang Emas sebagai aset strategis meskipun terjadi koreksi baru-baru ini. Namun, pembelian berkelanjutan oleh bank-bank sentral tidak menjamin pemulihan harga secara langsung, terutama jika kondisi moneter tetap restriktif.

Apakah pemulihan Emas berkelanjutan?

Kenaikan harian terkuat Emas sejak bulan Agustus merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi para pembeli, terutama setelah koreksi berkepanjangan yang mendorong harga turun di bawah US$3.900. Namun demikian, satu hari yang luar biasa tidak selalu mengonfirmasi pembalikan yang bertahan lama.

Pemulihan saat ini bergantung pada tiga faktor yang saling terkait: pelemahan Dolar AS yang berkelanjutan, penurunan imbal hasil Treasury, dan tanda-tanda bahwa tekanan inflasi dapat cukup moderat untuk mengubah prospek kebijakan moneter The Fed.

Laporan ketenagakerjaan hari Jumat akan memberikan pengujian utama pertama terhadap kondisi-kondisi ini. Jika data ekonomi mendorong investor untuk mempertimbangkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, Emas dapat memperpanjang pemulihannya. Sebaliknya, ketenagakerjaan yang tangguh dan inflasi yang terus-menerus dapat menghidupkan kembali tekanan jual.

Untuk saat ini, logam mulia tersebut telah mendapatkan kembali momentumnya, tetapi apakah rebound spektakuler pada hari Rabu menandai awal dari pemulihan yang berkelanjutan masih menjadi pertanyaan terbuka.

Informasi yang terdapat pada halaman-halaman ini mencakup pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen keuangan yang dibahas pada halaman ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sama sekali tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tersebut. Anda harus melakukan riset menyeluruh secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini sepenuhnya bebas dari kekeliruan, kesalahan, atau pernyataan keliru yang bersifat material. FXStreet juga tidak menjamin bahwa informasi ini selalu terkini. Berinvestasi di pasar terbuka melibatkan risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasi Anda, serta tekanan emosional. Seluruh risiko, kerugian, dan biaya yang berkaitan dengan investasi, termasuk kehilangan seluruh modal pokok, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi FXStreet maupun para pengiklannya. Penulis tidak bertanggung jawab atas informasi yang terdapat pada tautan-tautan yang dicantumkan di halaman ini.

Kecuali dinyatakan secara tegas dalam isi artikel, pada saat penulisan, penulis tidak memiliki posisi investasi pada saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun yang disebutkan. Penulis tidak menerima kompensasi atas penulisan artikel ini selain dari FXStreet.

FXStreet dan penulis tidak memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penulis tidak memberikan jaminan atau pernyataan mengenai keakuratan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi ini. FXStreet dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, maupun kerugian, cedera, atau kerusakan apa pun yang timbul akibat informasi ini serta penyajian atau penggunaannya. Segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi dikecualikan dari tanggung jawab.

Penulis dan FXStreet bukan penasihat investasi terdaftar, dan tidak ada satu pun bagian dari artikel ini yang dimaksudkan sebagai nasihat investasi.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Mendapatkan Momentum di Bulan Oktober

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Mendapatkan Momentum di Bulan Oktober

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Oktober pada hari Jumat pukul 13:30 GMT (20:30 WIB). Laporan tersebut diprakirakan menunjukkan peningkatan sebesar 65 ribu lapangan pekerjaan, naik dari 29 ribu pada bulan sebelumnya.
Emas Kesulitan di Bawah US$4.100 saat Nonfarm Payrolls AS Menjadi Sorotan Utama

Emas Kesulitan di Bawah US$4.100 saat Nonfarm Payrolls AS Menjadi Sorotan Utama

Emas (XAU/USD) kesulitan bertahan di bawah US$4.100 pada hari Jumat setelah naik ke level tertinggi dua minggu di US$4.146 pada hari sebelumnya. Penguatan kembali Dolar AS (USD) membebani logam ini, dengan perhatian beralih ke laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB).
Risk-Off Membuat Seluruh Fokus Tertuju pada Laporan Ketenagakerjaan AS

Risk-Off Membuat Seluruh Fokus Tertuju pada Laporan Ketenagakerjaan AS

Dalam komoditas, minyak mentah Brent bergerak di atas US$100/barel. semalam, membalikkan sebagian penurunan hari Rabu, di tengah sentimen risk-off yang meluas di seluruh pasar. Dari sisi pasokan, Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar setelah diduga mencoba rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz.
Tingkat Pengangguran Kanada Diperkirakan Bertahan di 6,5% seiring Perekrutan Pulih

Tingkat Pengangguran Kanada Diperkirakan Bertahan di 6,5% seiring Perekrutan Pulih

Statistik Kanada akan merilis Survei Angkatan Kerja Oktober pada hari Jumat pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB), dengan pasar mengantisipasi pemulihan moderat dalam ketenagakerjaan setelah penurunan tajam pada bulan September. Tingkat Pengangguran juga akan diawasi dengan ketat, karena angka terbaru dapat mempengaruhi Dolar Kanada.

Valas Hari Ini: Dolar AS Kumpulkan Momentum Pemulihan Menjelang Data Ketenagakerjaan Penting

Valas Hari Ini: Dolar AS Kumpulkan Momentum Pemulihan Menjelang Data Ketenagakerjaan Penting

Dolar AS (USD) menguat terhadap mata uang lainnya pada awal perdagangan hari Jumat, dengan Indeks USD naik menuju 102,00 setelah ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Kamis. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data Penjualan Ritel untuk bulan September.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA