Quek Ser Leang dari United Overseas Bank (UOB) melaporkan pasangan mata uang USD/JPY melonjak ke 162,42 sebelum ditutup di 162,08, meninggalkan pasangan mata uang ini dalam kondisi jenuh beli. Dalam perdagangan harian, bank ini memprakirakan konsolidasi antara 161,50 dan 162,45. Untuk 1–3 minggu ke depan, momentum turun telah memudar dan prospeknya bervariasi, dengan perdagangan kemungkinan terbatas antara level utama di 160,60 dan 163,00.

Dolar yang Jenuh Beli Terkonsolidasi dalam Kisaran

"PANDANGAN 24 JAM: Menyusul aksi harga USD pada hari Jumat lalu, kami mengindikasikan kemarin bahwa USD "kemungkinan telah memasuki fase perdagangan dalam kisaran, dan kemungkinan akan diperdagangkan antara 161,00 dan 161,90." Kami salah, karena USD melonjak ke level tertinggi 162,42 sebelum pullback dan ditutup di 162,08 (+0,44%). Kenaikan cepat ini tampak berlebihan, dan pullback dari kondisi jenuh beli mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk USD terbatas. Hari ini, USD bisa diperdagangkan dalam kisaran antara 161,50 dan 162,45."

"PANDANGAN 1-3 MINGGU: Setelah USD turun tajam pada hari Kamis lalu, kami menyoroti pada hari Jumat (03 Jul, spot di 161,40) bahwa "meskipun penurunan tajam menunjukkan risiko penurunan lebih lanjut, USD harus ditutup di bawah 160,60 sebelum pergerakan ke 160,00 dapat diprakirakan." Kami menambahkan, "kemungkinan USD ditutup di bawah 160,60 akan tetap ada selama level 162,45 (‘resistance kuat’) tidak ditembus." Kemarin, USD melonjak ke level tertinggi 162,42. Meskipun ‘resistance kuat’ kami belum jelas ditembus, momentum turun sebagian besar telah memudar dengan kenaikan yang kuat ini. Dari sini, prospeknya bervariasi, dan USD bisa diperdagangkan antara dua level utama 160,60 dan 163,00."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas (XAU/USD) mempertahankan nada penawaran jual menjelang sesi Eropa pada hari Selasa, meskipun bertahan di atas level $4.100. Harga minyak mentah naik tipis di tengah ketegangan yang diperbarui di Selat Hormuz, yang membangkitkan kekhawatiran inflasi.
USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik

USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik

Rupiah Indonesia (IDR) masih bergerak di sekitar level penting 18.000 pada perdagangan Selasa pertengahan sesi Asia, dengan penguatan yang tertahan oleh Dolar AS (USD). Kenaikan cadangan devisa sempat memberi dukungan bagi mata uang domestik, tetapi belum cukup kuat untuk membawa Rupiah menjauh dari tekanan eksternal.
Valas Harian: Perdagangan Yen Telah Mencapai Titik di Mana Pedagang Valas Perlu Selesaikan Dilema

Valas Harian: Perdagangan Yen Telah Mencapai Titik di Mana Pedagang Valas Perlu Selesaikan Dilema

USD/JPY kini bukan lagi sekadar transaksi berbasis suku bunga. Semakin besar porsinya sebagai transaksi berbasis posisi, lindung nilai, dan kredibilitas fiskal. Imbal hasil Jepang memang sedang naik, tetapi pasar masih melihatnya sebagai tekanan fiskal, bukan kembalinya daya tarik moneter domestik secara jelas.
Bitcoin kehilangan tenaga di sekitar $63.000 – Token DeFi reli

Bitcoin kehilangan tenaga di sekitar $63.000 – Token DeFi reli

Bitcoin bertahan di atas $63.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Selasa, mempertahankan rentetan enam hari berturut-turut kenaikan meskipun Strategy menjual 3.588 BTC pada hari Senin. Sentimen pasar kripto yang lebih luas bertahan sementara token DeFi seperti DeXe dan LayerZero muncul sebagai pemenang utama dalam 24 jam terakhir.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Indeks Dolar AS tetap netral di dekat level 100,90 di akhir sesi Amerika pada hari Senin saat para investor mencerna komentar-komentar hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller dan data jasa Amerika Serikat yang tangguh. Waller mengatakan para pengambil kebijakan The Fed tetap berkomitmen pada target inflasi 2%, menyebutnya sebagai janji yang kredibel

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA