Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari selasa kemarin di level 4163.83, setelah menyentuh level terendah harian di level 4127.19 selama perdagangan senin kemarin. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari kemarin merupakan imbas dari terbebannya logam mulia ini oleh imbal hasil obligasi yang tinggi dan dolar AS yang kuat.
Ketegangan geopolitik yang masih terjadi antara AS-Iran diselat Hormuz kembali terjadi sejak Iran berusaha untuk mengendalikan selat tersebut serta memberikan biaya bagi kapal yang melintasi area tersebut. Hal ini ditolak dengan jelas oleh AS. Aksi penyerangan terhadap kapal yang melintas semakin memperumit kesepakatan damai antara kedua negara tersebut.
Sementara itu lemahnya laporan Non Farm Payrolls semakin meredam kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed. Hal ini membuat ekspetasi satu kali kenaikan suku bunga ditahun 2026 menjadi ditangguhkan. Hal ini membuat Dolar AS semakin tertekan dan memberikan angin yang segar bagi penguatan emas.
Pasar mengalihkan perhatiannya kepada risalah The Fed yang akan dirilis kamis dini hari nanti dimana probabilitas untuk menurunkan ekspetasi kenaikan suku bunga semakin besar imbas dari data PMI dan Non Farm Payrolls yang melemah
Emas membuka perdagangan hari selasa dengan posisi yang kembali tertekan. Logam mulia ini kembali menarik para “Seller” dalam periode dua hari terakhir dan turun ke level 4125.00 selama perdagangan sesi Asia pada hari ini.
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS–Iran serta meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global serta rilis risalah data Non Farm Payroll yang akan dikeluarkan kamis dini hari nanti. Walaupun tidak ada agenda ekonomi besar hari ini, tapi beberapa data fundamental setidaknya akan mempengaruhi pergerakan yang terjadi pada pasar pada perdagangan hari ini.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD kembali lagi berada dalam tendensi bearish dalam pergerakannya akan tetapi peluang penguatan masih tetap terjaga selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk tetap berada di level 4100.00.
Walaupun demikian, XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga. Pasar saat ini masih tetap berada dalam tendensi bearish dan tetap “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4165.84. Pergerakan XAU/USD semakin tertekan selama pasar Asia dan terus melemah dan menembus level terendah harian pada level 4121.90. XAU/USD diperkirakan akan tertekan pada perdagangan hari ini terutama saat memasuki pasar Eropa nanti
Pergerakan XAU/USD masih dibayangi tekanan akibat geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah serta prospek kebijakan yang akan dikeluarkan oleh The Fed pada minggu ini. Di tengah volatilitas yang tinggi dan sedikit bias pelemahan, potensi rebound intraday masih bisa muncul. Untuk pergerakan selanjutnya, harga cenderung menanti katalis baru sebelum mencatat pergerakan yang lebih impulsif pada sesi perdagangan hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4104.81 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4085.97. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4113.00.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4189.22. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4161.82 dan terus menguat hingga menembus level 4171.61
Trading Plan
Range XAU/USD: 4122.88 - 4202.30
S1 = 4104.81
S2 = 4085.97
R1 = 4171.61
R2 = 4189.22
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
RBNZ Diprakirakan Menaikkan Suku Bunga di Tengah Inflasi yang Membandel
Valas Hari Ini: Memasuki Pasar Tenaga Kerja AS
Perang Timur Tengah Berdampak pada Harga Emas
Perdagangan pelemahan nilai mata uang: Bisakah Dolar AS menjadi korban berikutnya?
Dolar AS telah menghabiskan sebagian besar tahun 2026 untuk melawan musuh-musuh yang sudah familiar. Ekspektasi Federal Reserve, inflasi yang persisten, ketidakpastian geopolitik, dan keraguan terhadap keberlanjutan kebijakan fiskal AS semuanya telah bergantian mendorong mata uang cadangan dunia ini. Kini ada istilah lain yang mulai masuk ke percakapan pasar: debasement trade.
Valas Hari Ini: Memasuki Pasar Tenaga Kerja AS
Dolar AS (USD) berhasil meninggalkan awal minggu yang negatif dan kembali stabil pada Selasa. Pemulihan ini terjadi berkat pemulihan umum pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan ketegangan yang masih berlanjut di lanskap geopolitik. Indeks Dolar AS (DXY) telah kembali stabil dan memulihkan sebagian besar pelemahan Senin, sempat berhasil menembus level 99,60.