USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik


  • Rupiah sulit bangkit di 17.981, masih dekat level penting 18.000.
  • Cadangan devisa naik ke USD145,6 miliar, tetapi dukungannya ke Rupiah terbatas.
  • DXY bertahan di sekitar 100,88, ditopang ekspektasi The Fed, risalah rapat FOMC, dan pelemahan Yen.

Rupiah Indonesia (IDR) masih bergerak di sekitar level penting 18.000 pada perdagangan Selasa pertengahan sesi Asia, dengan penguatan yang tertahan oleh Dolar AS (USD). Kenaikan cadangan devisa sempat memberi dukungan bagi mata uang domestik, tetapi belum cukup kuat untuk membawa Rupiah menjauh dari tekanan eksternal.

Saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/IDR kembali bergerak naik ke 17.981, bertambah 10 poin atau 0,06% dari level pembukaan di 17.971. Sementara itu, JISDOR 6 Juli ditetapkan di 17.999. Kurs transaksi BI hari ini menunjukkan kurs jual di 18.089 dan kurs beli di 17.909.

Dukungan domestik datang dari Cadangan Devisa Indonesia yang naik USD700 juta menjadi USD145,6 miliar pada Juni, dari USD144,9 miliar pada Mei 2026. Bank Indonesia menyebut kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan stabilisasi Rupiah akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Namun, dampak positif dari data tersebut masih terbatas. Pasar kini menunggu data Keyakinan Konsumen Juni yang akan dirilis Rabu, setelah sebelumnya turun ke 120,9, level terendah sejak September 2025. Pada Kamis, perhatian akan beralih ke Penjualan Ritel Mei, setelah data April mencatat kontraksi 3,7%, penurunan pertama dalam setahun.

Dolar AS Masih Ditopang Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rupiah juga masih dibayangi Dolar AS yang belum jauh turun dari puncak 13 bulan. DXY bergerak di sekitar 100,88, meski telah terkoreksi sekitar 0,91% dari level 101,80, karena pasar masih mempertahankan peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, sementara kehati-hatian menjelang risalah rapat FOMC, dan pelemahan Yen turut menopang Greenback.

Data AS terbaru juga masih menunjukkan sektor jasa bertahan di zona ekspansi, meski lajunya mulai melambat. PMI Gabungan S&P Global Juni turun ke 51,9 dari 52,2, sementara PMI Jasa ISM berada di 54, sedikit di bawah bulan sebelumnya di 54,5.

Analis TD Securities, Oscar Munoz dan Eli Nir, memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang 2026 karena pasar tenaga kerja AS masih kuat dan inflasi tetap tinggi. “Jika ada langkah tahun ini, kami percaya itu lebih mungkin berupa kenaikan daripada penurunan,” kata mereka.

Indikator Ekonomi

Keyakinan Konsumen

Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 120.9

Sumber:

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Turun saat Kekhawatiran Inflasi Menutupi Berkurangnya Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas Turun saat Kekhawatiran Inflasi Menutupi Berkurangnya Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) menarik para penjual untuk dua hari berturut-turut dan turun ke wilayah $4.125-$4.124 selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Harga minyak mentah naik tipis di tengah pembaruan ketegangan di Selat Hormuz, yang membangkitkan kekhawatiran terhadap inflasi.
USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik

USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik

Rupiah Indonesia (IDR) masih bergerak di sekitar level penting 18.000 pada perdagangan Selasa pertengahan sesi Asia, dengan penguatan yang tertahan oleh Dolar AS (USD). Kenaikan cadangan devisa sempat memberi dukungan bagi mata uang domestik, tetapi belum cukup kuat untuk membawa Rupiah menjauh dari tekanan eksternal.
Emas Lanjutkan Pullback dari $4.200 saat Perhatian Bergeser ke Risalah Rapat The Fed

Emas Lanjutkan Pullback dari $4.200 saat Perhatian Bergeser ke Risalah Rapat The Fed

Emas mundur dari level tertinggi dua minggu sedikit di atas $4.200 untuk dua hari berturut-turut pada Selasa pagi, saat para penjual berusaha menyerang level $4.100. Perdagangan risk-off kembali populer, berkat laporan terbaru serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan sell-off chip di pasar Asia.

Bitcoin kehilangan tenaga di sekitar $63.000 – Token DeFi reli

Bitcoin kehilangan tenaga di sekitar $63.000 – Token DeFi reli

Bitcoin bertahan di atas $63.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Selasa, mempertahankan rentetan enam hari berturut-turut kenaikan meskipun Strategy menjual 3.588 BTC pada hari Senin. Sentimen pasar kripto yang lebih luas bertahan sementara token DeFi seperti DeXe dan LayerZero muncul sebagai pemenang utama dalam 24 jam terakhir.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Indeks Dolar AS tetap netral di dekat level 100,90 di akhir sesi Amerika pada hari Senin saat para investor mencerna komentar-komentar hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller dan data jasa Amerika Serikat yang tangguh. Waller mengatakan para pengambil kebijakan The Fed tetap berkomitmen pada target inflasi 2%, menyebutnya sebagai janji yang kredibel

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA