Geoff Yu dari BNY mencatat bahwa data iFlow menunjukkan klien mulai mengurangi posisi overweight pada Yen Jepang (JPY) untuk pertama kalinya sejak Kuartal IV 2024, karena kenaikan USD/JPY dan kekhawatiran intervensi telah menjaga rasio lindung nilai tetap rendah. Meskipun ada tindakan resmi baru-baru ini, pasar kini meragukan kemampuan otoritas untuk mempertahankan mata uang tersebut, sementara ekspektasi pengetatan Bank of Japan (BoJ) yang memudar dan latar belakang Federal Reserve yang lebih hawkish mendukung pembangunan kembali posisi carry yang didanai JPY secara selektif.
Aliran Yen dan Dinamika Carry yang Bergeser
"Data iFlow menunjukkan bahwa klien lintas batas kini mengurangi bobot JPY secara agregat untuk pertama kalinya sejak Kuartal IV 2024. Saat USD/JPY naik, kekhawatiran akan intervensi resmi membuat rasio lindung nilai sangat rendah, dengan banyak investor bersedia menanggung biaya carry mengingat persepsi undervaluation yen dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Latar belakang itu kini telah berubah."
"Meskipun intervensi berulang kali terjadi, pasar semakin mempertanyakan kemauan dan kemampuan Kementerian Keuangan untuk mempertahankan mata uang. Pada saat yang sama, ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh BoJ telah memudar tepat ketika pasar telah menilai ulang The Fed ke arah jalur yang lebih hawkish."
"Meskipun posisi underweight USD/JPY mulai normal, data kami menunjukkan pasangan mata uang ini tetap sedikit kurang dipegang. Penurunan yang lebih luas dalam posisi agregat JPY justru didorong oleh permintaan baru untuk pasangan mata uang silang yang didanai JPY, yang menandakan bahwa investor sekali lagi membangun kembali eksposur carry."
"Hal ini mendukung pandangan kami bahwa lingkungan jangka pendek lebih menguntungkan mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi setelah kuartal yang sulit. Namun, kami memperkirakan pemulihan carry akan lebih selektif daripada tahun 2024, ketika pelonggaran kebijakan The Fed yang agresif memicu ekspansi yang jauh lebih besar dalam posisi silang yang didanai JPY. Latar belakang kebijakan saat ini pada dasarnya berbeda."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Breaking: Nonfarm Payrolls AS Naik 57 Ribu di Juni versus 110 Ribu yang Diprakirakan
USD/IDR: Rupiah Melemah Nyaris di 18.000 meski Dolar AS dan Minyak Turun
Lima Cara untuk Melindungi dari Volatilitas AI
Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP pulih stabil saat AS dan Iran menyelesaikan pembicaraan positif di Doha
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) secara luas naik pada hari Kamis, mencerminkan perbaikan dalam sentimen risiko setelah periode tekanan jual yang berkepanjangan. Harga Bitcoin kembali di atas $60.000 setelah menguji support di $58.000 pada awal minggu ini.
Breaking: Nonfarm Payrolls AS Naik 57 Ribu di Bulan Juni versus 110 Ribu yang Diprakirakan
Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik sebesar 57 Ribu pada bulan Juni, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Kamis. Angka ini mengikuti kenaikan 129 Ribu (direvisi dari 172 Ribu) yang tercatat pada bulan Mei dan meleset jauh dari ekspektasi pasar sebesar 110 Ribu.