Para ahli strategi Scotiabank Shaun Osborne dan Eric Theoret mencatat bahwa Yen Jepang (JPY) turun tajam terhadap Dolar AS (USD) setelah kenaikan 25 bp Bank of Japan (BoJ) yang disampaikan secara dovish dan panduan hati-hati dari Gubernur Ueda. Pasar kecewa dengan penolakan terhadap kenaikan berturut-turut, yang melemahkan upaya untuk membangun kembali kepercayaan pada Yen. Untuk USD/JPY, mereka menyoroti moving average utama di dekat 158–159 dan level 160 yang penting secara psikologis, dengan support di sekitar 155.

Yen tergelincir saat pasar mengabaikan BoJ

"Yen melemah, turun 1,2% vs. USD menyusul kenaikan yang disampaikan secara dovish dari BoJ ketika para pelaku pasar mencerna hasil voting 7-2 bersama dengan pesan yang hati-hati dan ambigu dari Gubernur Ueda saat ia membahas prospek suku bunga."

"Gubernur menolak ekspektasi kenaikan berturut-turut karena ia juga mengambil nada yang lebih sabar dalam penilaian keseluruhan terhadap prospek. Kenaikan yang dovish ini mengecewakan pasar yang berupaya membangun kembali kepercayaan pada yen setelah gejolak pada 2026."

"Untuk USD/JPY, kami mencatat potensi pentingnya MA 50 dan 200 hari masing-masing di 159,09 dan 158,42, serta menyoroti pentingnya level 160 secara psikologis yang krusial. Support kini kembali diperkirakan di 155."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas mempertahankan nada bid; masih di bawah US$4.400

Emas mempertahankan nada bid; masih di bawah US$4.400

Emas menambah optimisme yang terlihat pada semester dua pekan ini, diperdagangkan dengan kenaikan yang lumayan tepat di bawah level US$4.400 per troy ons pada Jumat. Kenaikan logam mulia ini mendapatkan traksi dari penurunan harga minyak mentah dan tekanan jual baru pada Dolar AS.

GBP/USD berbalik arah; fokus kini pada 1,3400

GBP/USD berbalik arah; fokus kini pada 1,3400

GBP/USD rebound dari posisi terendah sebelumnya dan diperdagangkan sangat dekat dengan hambatan kunci 1,3400 menjelang bel penutupan di Wall Street pada hari Jumat. Kebangkitan Cable terjadi seiring dengan hilangnya sebagian traksi pada Greenback dan perbaikan yang meluas dalam kompleks risiko yang lebih luas.

WTI Naik ke Dekat $90,00 di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

WTI Naik ke Dekat $90,00 di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

West Texas Intermediate menguat setelah mencatat pelemahan pada hari perdagangan sebelumnya, melayang di sekitar US$90,00 per barel selama jam Asia pada hari Senin. Harga minyak mentah naik menyusul eskalasi baru serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, memicu kekhawatiran luas akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi Timur Tengah.

Emas Incar Kenaikan Mingguan, tetapi Prospek Hawkish The Fed Batasi Kenaikan

Emas Incar Kenaikan Mingguan, tetapi Prospek Hawkish The Fed Batasi Kenaikan

Emas (XAU/USD) kesulitan untuk bergerak di atas level US$4.400 pada hari Jumat saat prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish membuat Dolar AS (USD) tetap dalam penawaran beli. Meski begitu, logam ini berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu saat pullback harga Minyak menyeret imbal hasil obligasi Pemerintah AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 18 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 18 September:

Indeks Dolar AS (DXY) membukukan kenaikan moderat di sekitar 100,30 pada hari Jumat karena para pedagang terus menilai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) terbaru dan isyarat kebijakan. Pada hari Rabu, bank sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Ini adalah pertama kalinya The Fed menaikkan suku bunga sejak Juli 2023. Pidato Gubernur Fed Michelle Bowman dijadwalkan akan disampaikan nanti pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA