USD/KRW: Won Melemah meski Data Awal Ekspor Korsel Cetak Rekor, Dolar AS Menguat


  • Won melemah 0,51% ke 1.538,51 per Dolar AS pada perdagangan Senin.
  • USD/KRW masih sideways setelah turun dari puncak 5 Juni di sekitar 1.562,47.
  • Rekor ekspor dan penguatan KOSPI belum mampu mengimbangi tekanan Dolar AS.

Won Korea Selatan melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Senin di sesi Asia. USD/KRW naik 7,83 poin atau 0,51% ke 1.538,51 berdasarkan data Bloomberg, meski ekspor Korsel melonjak dan saham-saham semikonduktor menguat.

Secara lebih luas, USD/KRW masih bergerak sideways di sekitar 1.520-1.540 setelah turun dari puncak 5 Juni di 1.562,47. Won telah pulih dari titik terlemahnya, tetapi belum memperoleh momentum untuk menguat lebih jauh.

Pelemahan Won berlangsung ketika Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,17% ke 100,93 dan bertahan di atas area 100,60. Nada hawkish The Fed membuat pasar memperhitungkan peluang sekitar 75% kenaikan suku bunga pada September, sementara imbal hasil Treasury AS dua tahun menyentuh level tertinggi sejak awal 2025.

Ekspor Chip dan KOSPI Melonjak, Arus Asing Masih Membebani Won

Data awal Korea Customs Service menunjukkan ekspor Korsel pada 1-20 Juni melonjak 60,4% YoY menjadi US$62 miliar, rekor tertinggi untuk periode tersebut. Impor naik 23,2% menjadi US$44,5 miliar, menghasilkan surplus sementara sekitar US$17,5 miliar. Data perdagangan Juni secara penuh akan dirilis pada 1 Juli.

Semikonduktor kembali menjadi pendorong utama. Ekspor chip hampir tiga kali lipat menjadi US$25,5 miliar dan menyumbang 41,2% dari total pengiriman. Ekspor ke Tiongkok meningkat 86,9% menjadi US$13 miliar, sementara pengiriman ke Amerika Serikat naik 53,9% menjadi US$11,4 miliar.

KOSPI naik 99 poin atau 1,10% ke 9.152, ditopang saham semikonduktor. Namun, arus modal asing masih menjadi beban bagi Won. Reuters melaporkan investor institusional asing mencatat penjualan bersih sekitar US$78 miliar saham Korea Selatan sepanjang 2026 hingga 12 Juni. Arus asing kemudian sempat berbalik masuk pada sejumlah sesi berikutnya, meski belum ada pembaruan angka kumulatif yang sebanding.

BoK Berpotensi Menahan Pelemahan Won

Bank of Korea (BoK) memprakirakan inflasi bertahan di sekitar 3% pada semester kedua dan masih melampaui target 2% tahun depan. Inflasi Mei telah naik menjadi 3,1%, sementara sejumlah anggota dewan mulai membuka opsi pengetatan kebijakan. Pertemuan BOK berikutnya dijadwalkan pada 16 Juli.

BOK juga memperingatkan bahwa pelemahan Won dan tingginya biaya energi dapat merambat ke harga barang lain. Pemerintah Korsel dan otoritas valuta asing AS sebelumnya sepakat bekerja sama menghadapi volatilitas berlebihan di pasar mata uang.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Turun Tipis Dekati 4.150 Dolar karena Ketidakpastian Perdamaian AS–Iran, Sinyal Hawkish The Fed

Emas Turun Tipis Dekati 4.150 Dolar karena Ketidakpastian Perdamaian AS–Iran, Sinyal Hawkish The Fed

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan kerugian ringan sekitar $4.155 selama awal sesi Asia pada hari Senin. Para pedagang terus menilai perkembangan seputar perundingan damai AS-Iran di Swiss. Namun, sinyal hawkish dari Federal Reserve (The Fed) AS mungkin membatasi kenaikan logam mulia dalam waktu dekat.
USD/IDR: Rupiah Pangkas Pelemahan ke 17.799, Dolar AS Bertahan Kuat

USD/IDR: Rupiah Pangkas Pelemahan ke 17.799, Dolar AS Bertahan Kuat

Rupiah memangkas pelemahan awal pada perdagangan Senin sesi Asia. Pasangan mata uang USD/IDR sempat naik 12 poin atau 0,07% ke 17.816 dari penutupan Jumat di 17.804, sebelum berbalik turun ke 17.799 pada saat berita ini ditulis. Posisi tersebut menunjukkan Rupiah menguat 17 poin dari pembukaan dan 5 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Perang Iran Tidak Menghancurkan Ekonomi AS, tetapi Apa yang akan Terjadi Selanjutnya?

Perang Iran Tidak Menghancurkan Ekonomi AS, tetapi Apa yang akan Terjadi Selanjutnya?

Hampir empat bulan setelah dimulainya perang Iran, ekonomi AS tetap sangat tangguh. Meskipun konflik tersebut awalnya memicu gangguan parah pada pasar energi global dan kenaikan tajam harga Minyak, kemajuan diplomatik terbaru antara Washington dan Tehran telah meredakan kekhawatiran tentang kejutan pasokan yang berkepanjangan.
GBP/USD diperdagangkan dengan hati-hati di atas 1,3200 di tengah kekacauan politik Inggris

GBP/USD diperdagangkan dengan hati-hati di atas 1,3200 di tengah kekacauan politik Inggris

GBP/USD kembali ke level 1,3200 di awal sesi Eropa pada hari Senin, gagal mengisi gap pembukaan bearish. PM Inggris Keir Starmer dijadwalkan mengumumkan rencana pengunduran dirinya hari ini. Hal itu terus melemahkan Pound Inggris di tengah meningkatnya permintaan safe haven untuk Dolar AS.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 19 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 19 Juni

Dolar AS mendapat manfaat dari sentimen pasar yang menghindari risiko pada awal hari Jumat dan memperkuat kenaikannya selama minggu ini terhadap mata uang utama lainnya. Pada paruh kedua hari ini, Penjualan Ritel bulan April dari Kanada akan menjadi satu-satunya data yang ditampilkan dalam kalender ekonomi.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA