- Rupiah melemah ke atas 18.000 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi domestik Kamis.
- Penjualan Ritel Indonesia Mei turun 3,9% YoY, kontraksi terdalam sejak Mei 2023.
- Pasar mencerna risalah rapat FOMC saat harga minyak naik, menunggu data klaim pengangguran AS malam ini.
Nilai tukar Rupiah melemah hingga bergerak di atas level 18.000 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi domestik Kamis, menyusul kontraksi Penjualan Ritel Indonesia yang semakin dalam. Tekanan juga muncul setelah risalah rapat FOMC Juni kembali menunjukkan nada hawkish, sementara harga minyak naik akibat ketegangan AS-Iran.
Pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 18.090 pada pukul 13:08 WIB, naik 100 poin atau 0,56% dari level pembukaan di 17.990. Sepanjang perdagangan hari ini, USD/IDR bergerak dalam kisaran 17.998-18.092.
Di sisi lain, Dolar AS justru tampak melemah pada sesi siang Asia. Indeks Dolar AS atau DXY melanjutkan penurunan semalam ke sekitar 100,90, menjauh dari tertinggi sepekan di 101,27, karena risalah rapat FOMC belum memberi kejutan baru yang cukup kuat untuk mendorong Dolar lebih tinggi.
Penjualan Ritel RI Kontraksi Lebih Dalam
Data Penjualan Ritel Indonesia pada Mei kembali berada di wilayah kontraksi. Bank Indonesia melaporkan penjualan ritel turun 3,9% secara tahunan, menjadi penurunan terdalam sejak Mei 2023.
Belanja rumah tangga masih tertekan di tengah inflasi yang tinggi, sementara harga BBM nonsubsidi yang masih mahal turut mengurangi daya beli masyarakat. Secara bulanan, penjualan ritel turun 1,5%, lebih terbatas dibandingkan penurunan 11,6% pada bulan sebelumnya.
Bersamaan dengan rilis tersebut, Penjualan Motor Indonesia Juni membaik dengan kenaikan 1,1% secara tahunan, berbalik dari kontraksi 5,1% pada Mei. Secara bulanan, penjualan naik 7,5% setelah turun 8,0% pada bulan sebelumnya.
Data domestik awal pekan juga memberi sinyal beragam. Cadangan devisa Juni naik ke US$145,6 miliar dari US$144,9 miliar, tetapi IKK turun ke 117,8 dari 120,9, menunjukkan keyakinan konsumen melemah meski masih di zona optimistis.
Risalah Rapat FOMC dan Minyak Jadi Perhatian Pasar
Risalah rapat FOMC Juni menambah tekanan bagi Rupiah karena The Fed masih melihat inflasi sebagai risiko utama dan membuka peluang pengetatan tambahan jika tekanan harga tidak mereda. Nada tersebut menjaga narasi suku bunga AS tinggi lebih lama tetap hidup, sehingga berpotensi menopang Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.
Harga minyak juga menjadi perhatian setelah WTI naik ke sekitar US$74,27 per barel dan Brent ke US$78,73 per barel, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah akibat ketegangan AS-Iran.
Malam ini, pasar akan mencermati klaim tunjangan pengangguran awal AS dengan konsensus 218 ribu, naik dari 215 ribu sebelumnya, serta pidato Presiden The Fed New York John Williams.
Indikator Ekonomi
Klaim Tunjangan Pengangguran Awal
Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS merupakan ukuran jumlah orang yang mengajukan klaim pertama kali untuk asuransi pengangguran negara. Angka yang lebih besar dari prakiraan mengindikasikan kelemahan di pasar tenaga kerja AS, berdampak negatif pada ekonomi AS, dan berdampak negatif terhadap Dolar AS (USD). Di sisi lain, angka yang menurun harus dianggap sebagai hal yang positif bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Kam Jul 09, 2026 12.30
Frekuensi: Mingguan
Konsensus: 218Rb
Sebelumnya: 215Rb
Sumber: US Department of Labor
Setiap Kamis, Departemen Tenaga Kerja AS menerbitkan jumlah klaim awal minggu sebelumnya untuk tunjangan pengangguran di AS. Karena pembacaan ini bisa sangat fluktuatif, investor dapat lebih memperhatikan rata-rata empat minggu. Tren turun dipandang sebagai tanda pasar tenaga kerja yang membaik dan dapat berdampak positif pada kinerja USD terhadap para pesaingnya dan sebaliknya.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Kembali di Atas $4.100 saat USD Melemah, tetapi Risiko Iran dan Fed Batasi Kenaikan
Emas (XAU/USD) menarik beberapa pembeli saat harga turun menjelang sesi Eropa pada hari Kamis dan melanjutkan pemantulan hari sebelumnya dari area $4.020, atau terendah satu pekan. Dolar AS (USD) tetap melemah karena tidak adanya pergeseran hawkish yang signifikan dalam Risalah Rapat FOMC dan mengangkat bullion kembali di atas level $4.100.
USD/IDR: Rupiah Tertekan di Atas 18.000, Ritel RI Kontraksi, Minyak Menguat
Emas Mengalami Tekanan Lebih Lanjut saat Ketegangan Iran Hidupkan Kembali Kekhawatiran terhadap Inflasi
Hyperliquid: Kebisingan jangka pendek pada harga HYPE menyembunyikan potensi penembusan ke $100
Hyperliquid terus turun untuk hari keempat berturut-turut minggu ini seiring permintaan ritel yang mereda di tengah sentimen risk-off pasar yang lebih luas. Lonjakan Open Interest HIP-3 mencerminkan permintaan yang stabil untuk Real World Assets yang ditokenisasi, di tengah arus masuk institusional yang mendukung tren naik yang lebih luas.