USD/IDR: Rupiah Bertahan Dekat 17.900 saat Dolar Menguat dan IHSG Anjlok jelang JOLTS AS


  • Rupiah melemah 0,46% dan sempat bergerak tipis di bawah 18.000.
  • Penguatan Dolar AS dan kejatuhan IHSG menambah tekanan terhadap aset domestik.
  • Pasar menunggu hasil lelang SBSN, data Indonesia, serta JOLTS AS malam ini.

Rupiah Indonesia (IDR) kembali melemah terhadap Dolar AS (USD) pada pertengahan sesi Eropa, Selasa. USD/IDR sempat mendekati 18.000 ketika Dolar AS berbalik menguat dan tekanan jual di pasar saham Indonesia belum mereda.

USD/IDR naik 82,4 poin atau 0,46% ke 17.904,6 pada saat berita ini ditulis. Pasangan mata uang tersebut dibuka di 17.822,2 dan bergerak dalam rentang 17.819,0-17.975,9. JISDOR Bank Indonesia ditetapkan di 17.899, sedangkan kurs transaksi BI berada di Rp17.945,28 per Dolar AS untuk jual dan Rp17.766,72 untuk beli.

Dolar dan IHSG Menekan Rupiah

Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,25% ke 101,37, membalikkan pelemahan sehari sebelumnya. DXY juga masih bertahan di atas area 100,50-100,60 yang sebelumnya menjadi resistance. Selama Dolar tetap berada di atas zona tersebut, ruang pemulihan Rupiah cenderung terbatas.

Tekanan dari dalam negeri datang dari pasar saham. IHSG anjlok 3,05% atau 177 poin ke 5.643 dan melanjukan pelemahan menjadi tiga sesi perdagangan beruntun. Indeks ditutup hanya lima poin di atas level terendah harian 5.638, menunjukkan aksi jual belum benar-benar mereda hingga perdagangan berakhir.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu mengatakan, “Keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun, kita memang menghadapi pelemahan rupiah yang lebih daripada peers kita.”

Rupiah Menunggu Penopang Baru

Pasar masih menunggu hasil lelang SBSN untuk melihat seberapa besar minat investor terhadap surat utang berdenominasi Rupiah. Setelah itu, perhatian akan beralih ke data inflasi dan perdagangan Indonesia. Inflasi Juni diprakirakan naik menjadi 3,20%, sementara surplus neraca perdagangan diproyeksikan melebar menjadi US$1,1 miliar.

Dari Amerika Serikat, data JOLTS dan kepercayaan konsumen malam ini akan menentukan apakah Dolar masih memiliki tenaga untuk melanjutkan kenaikan. JOLTS diprakirakan turun menjadi 7,3 juta. Angka yang lebih kuat dari estimasi berisiko membawa USD/IDR kembali menguji 18.000.

Indikator Ekonomi

Lowongan Pekerjaan JOLTS

Lowongan Pekerjaan JOLTS adalah survei yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk membantu mengukur lowongan pekerjaan. Mengumpulkan data dari sejumlah pengusaha termasuk pengecer, produsen dan kantor-kantor yang berbeda setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Jun 30, 2026 14.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 7.3Jt

Sebelumnya: 7.618Jt

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Stabil Setelah Turun ke Terendah Baru 7 Bulan, Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed Membebani

Emas Stabil Setelah Turun ke Terendah Baru 7 Bulan, Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed Membebani

Emas (XAU/USD) rebound pada hari Selasa setelah turun ke terendah baru tujuh bulan $3.941 dalam perdagangan sesi Asia, saat para pembeli yang beli saat harga turun membantu logam mulia ini memulihkan sebagian penurunannya. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.028.
IHSG Anjlok 3,05%, BBCA Babak Belur Jelang Pemangkasan Bobot di Indeks BEI

IHSG Anjlok 3,05%, BBCA Babak Belur Jelang Pemangkasan Bobot di Indeks BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa dengan penurunan tajam. Aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar membuat indeks kehilangan lebih dari 3% dan menutup semester pertama 2026 di bawah level 5.700. IHSG anjlok 3,05% atau 177 poin ke 5.643 setelah dibuka di 5.801. Indeks bergerak dalam rentang 5.638-5.811 dan tidak pernah kembali ke posisi penutupan Senin di 5.820.
Pemantau Transmisi Makro Global – Minggu Berakhir 26 Juni 2026

Pemantau Transmisi Makro Global – Minggu Berakhir 26 Juni 2026

Rantai transmisi makro kembali bergeser ke narasi yang dipimpin oleh pertumbuhan minggu lalu saat data aktivitas AS yang lebih kuat dikombinasikan dengan indikator ketenagakerjaan Australia yang tangguh mendukung sentimen siklikal. Sinyal inflasi tetap beragam, dengan IHK Australia yang lebih lunak diimbangi oleh dinamika inflasi Kanada yang lebih kuat.
Ripple mempertahankan support penting, Stellar melanjutkan pemulihan

Ripple mempertahankan support penting, Stellar melanjutkan pemulihan

Ripple (XRP) diperdagangkan di sekitar level psikologis utama $1,00, berkonsolidasi sementara token menunggu katalis terarah berikutnya. Stellar (XLM) melanjutkan pemulihannya di atas $0,178 setelah mencatatkan kenaikan moderat pada awal minggu ini.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 30 Juni:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 30 Juni:

Yen Jepang diperdagangkan pada level terendah dalam empat dekade terhadap Dolar AS pada hari perdagangan terakhir kuartal kedua, dengan pasangan mata uang USD/JPY naik di atas 162,00. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat akan merilis data Lowongan Kerja JOLTS untuk bulan Mei dan Conference Board akan merilis laporan Keyakinan Konsumen untuk bulan Juni

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA