- The Fed diprakirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada Rabu malam.
- Pasar menunggu konferensi pers pertama Kevin Warsh serta kemungkinan perubahan panduan kebijakan.
- Deutsche Bank memprakirakan Dot Plot tidak lagi menunjukkan penurunan suku bunga pada 2026.
Federal Reserve (The Fed) diprakirakan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% pada Rabu malam. Keputusan dan proyeksi ekonomi FOMC dijadwalkan rilis pukul 18.00 GMT (Kamis, 01:00 WIB), disusul konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh pada pukul 18.30 GMT (Kamis, 01:30 WIB).
Keputusan menahan suku bunga hampir sepenuhnya telah diperhitungkan pasar, dengan peluang mencapai 99,4%. Karena itu, perhatian investor akan beralih pada proyeksi ekonomi, Dot Plot, dan cara Warsh menyampaikan arah kebijakan dalam konferensi pers perdananya sebagai ketua.
Pasar Menanti Perubahan Panduan The Fed
Ekonom Deutsche Bank memprakirakan pernyataan FOMC akan menghapus bias pelonggaran yang muncul pada pertemuan sebelumnya. Median Dot Plot juga diprakirakan tidak lagi menunjukkan penurunan suku bunga pada 2026, berbeda dari proyeksi Maret.
Kontrak berjangka dana federal kini memperhitungkan sekitar 21 basis poin pengetatan hingga akhir tahun. Hal ini menunjukkan pasar mulai mengurangi ekspektasi bahwa Warsh akan membawa nada kebijakan yang lebih dovish. Deutsche Bank juga memperingatkan pertemuan pertama seorang ketua baru berpotensi meningkatkan volatilitas karena investor masih mencoba memahami gaya komunikasi dan fungsi reaksinya.
Tim Riset Danske juga memprakirakan suku bunga tetap di 3,75%. Meskipun Warsh dapat terdengar relatif dovish, distribusi proyeksi suku bunga para pejabat diprakirakan bergerak lebih tinggi dibandingkan Maret, mencerminkan tekanan inflasi yang masih kuat.
Kata-Kata Warsh Jadi Penentu
Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB UK, menilai Warsh menghadapi inflasi tinggi, tekanan Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga, dan perbedaan pandangan yang lebar di internal The Fed. Dengan pengangguran tetap rendah, sebagian pejabat bahkan dapat mengisyaratkan bahwa risiko kebijakan lebih cenderung ke kenaikan daripada penurunan suku bunga.
Karena keputusan suku bunga sudah diprakirakan, pesan Warsh akan lebih menentukan reaksi pasar. Nada yang lebih hawkish dapat menopang imbal hasil Treasury dan Dolar AS, sedangkan komunikasi yang lebih lunak berpotensi menekan Greenback serta mendukung Emas dan aset-aset berisiko.
Pertanyaan Umum Seputar The Fed
Kebijakan moneter di AS dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, Bank sentral ini menaikkan suku bunga, meningkatkan biaya pinjaman di seluruh perekonomian. Hal ini menghasilkan Dolar AS (USD) yang lebih kuat karena menjadikan AS tempat yang lebih menarik bagi para investor internasional untuk menyimpan uang mereka. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed dapat menurunkan suku bunga untuk mendorong pinjaman, yang membebani Greenback.
Federal Reserve (The Fed) mengadakan delapan pertemuan kebijakan setahun, di mana Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) menilai kondisi ekonomi dan membuat keputusan kebijakan moneter. FOMC dihadiri oleh dua belas pejabat The Fed – tujuh anggota Dewan Gubernur, presiden Federal Reserve Bank of New York, dan empat dari sebelas presiden Reserve Bank regional yang tersisa, yang menjabat selama satu tahun secara bergilir.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve dapat menggunakan kebijakan yang disebut Pelonggaran Kuantitatif (QE). QE adalah proses yang dilakukan The Fed untuk meningkatkan aliran kredit secara substansial dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan non-standar yang digunakan selama krisis atau ketika inflasi sangat rendah. Ini adalah senjata pilihan The Fed selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi berperingkat tinggi dari lembaga keuangan. QE biasanya melemahkan Dolar AS.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses kebalikan dari QE, di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo, untuk membeli obligasi baru. Hal ini biasanya berdampak positif terhadap nilai Dolar AS.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Harga Emas Turun Tipis di Tengah Reposisi Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
USD/IDR: Rupiah Kembali di Atas 17.700, Pasar Menanti The Fed dan BI
Pratinjau FOMC: Kevin Warsh Mengambil Alih, Ketika Kata-Kata Lebih Penting daripada Dot Plot
Harga Emas Turun Tipis di Tengah Reposisi Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 17 Juni
Pasar mempertahankan sikap hati-hati di pagi hari Eropa pada hari Rabu karena para investor bersiap-siap untuk pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Eurostat akan mempublikasikan revisi data inflasi Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) bulan Mei dan agenda ekonomi AS akan menampilkan angka Penjualan Ritel.