Tim komoditas ING mencatat bahwa harga tembaga telah melonjak ke rekor baru di LME, dengan harga berjangka tiga bulan mendekati US$14.800/ton, karena para pedagang bersiap menghadapi potensi tarif AS terhadap impor tembaga olahan. Mereka berpendapat bahwa ekspektasi kebijakan telah memperketat ketersediaan di luar AS dan menekan posisi jual, memperingatkan bahwa harga dapat terkoreksi tajam jika tarif yang diusulkan ditunda, dilonggarkan, atau ditolak sementara permintaan tetap lesu.
Risiko Kebijakan Menjaga Tembaga Tetap Tinggi
"Tembaga naik ke rekor lain di LME kemarin, dengan kontrak berjangka tiga bulan mendekati US$14.800/ton. Reli ini terus didorong oleh ekspektasi tarif AS atas impor tembaga olahan."
"Posisi terkait tarif telah menarik volume besar logam ke AS, dengan persediaan COMEX naik ke level rekor. Sementara itu, lebih sedikit logam tersedia di luar AS, memperketat pasar London dan memberi tekanan pada posisi jual."
"Pasar menunggu keputusan Presiden Trump atas tarif tembaga olahan. Usulannya adalah bea 15% mulai Januari 2027, naik menjadi 30% pada 2028. Jika disetujui, tarif akan terus menarik logam ke AS."
"Pengecualian atau penundaan lainnya bisa membatalkan perdagangan tersebut dan meredakan ketatnya pasokan di tempat lain."
"Kami memprakirakan harga tembaga akan tetap tinggi selama ketidakpastian tarif berlanjut. Reli ini tampak semakin didorong oleh kebijakan. Harga bisa terkoreksi tajam jika tarif ditunda atau dikesampingkan, terutama karena permintaan tetap lesu."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh
USD/IDR: Rupiah Tangguh di Rp17.500, Dolar Melemah tetapi Brent Sempat Tembus US$100
Euro Bertumpu pada ECB
Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:
Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan pekan, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu di bawah 98,70. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dan data Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration. Yang lebih penting, Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka Indeks Harga Konsumen bulan Juli pada hari Jumat.