Warren Patterson dan Ewa Manthey dari ING menyoroti bahwa harga tembaga telah melonjak di atas US$14.000 per ton di LME, didorong oleh kondisi pasar fisik yang semakin ketat dan kuatnya permintaan untuk pengiriman segera. Penurunan persediaan LME, backwardation yang semakin dalam, membaiknya posisi spekulatif, dan berlanjutnya tantangan pasokan menopang prospek konstruktif. Terbatasnya stok penyangga serta pengiriman yang terus mengalir ke Tiongkok juga menjaga ketersediaan tembaga tetap ketat di luar AS.

Persediaan Ketat dan Latar Belakang Permintaan yang Kuat

“Tembaga melonjak di atas US$14.000 per ton di LME, level tertingginya dalam dua bulan, karena kondisi pasar fisik yang semakin ketat terus menopang harga. Volume besar tembaga telah dialihkan ke AS di tengah ketidakpastian yang berlanjut terkait potensi tarif impor, sehingga mengurangi ketersediaan di wilayah lain dan memperketat persediaan di luar AS.”

“Kondisi pasar yang tertekan ini semakin terlihat dalam data bursa. Persediaan LME telah turun ke level terendah dalam beberapa bulan, sementara pasar bergerak semakin dalam ke backwardation, yang menandakan kuatnya permintaan terhadap pasokan untuk pengiriman segera. Ketatnya ketersediaan juga didukung oleh pengiriman yang terus berlanjut ke Tiongkok dan terbatasnya stok penyangga di seluruh pasar.”

"Sementara itu, sentimen spekulatif membaik pada tembaga dan aluminium. Posisi beli bersih tembaga naik 6.863 lot menjadi 54.946 lot, sementara posisi beli bersih aluminium meningkat 1.170 lot menjadi 60.434 lot. Posisi beli bersih seng turun 3.739 lot menjadi 35.997 lot, mengakhiri kenaikan selama empat minggu."

"Kami tetap konstruktif terhadap tembaga. Persediaan yang rendah, tantangan pasokan yang berkelanjutan, dan pendorong permintaan jangka panjang yang kuat seharusnya membuat pasar tetap didukung."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Pratinjau PMI Jasa ISM: Sektor Jasa AS Diprakirakan Mengalami Percepatan pada Bulan Juli

Pratinjau PMI Jasa ISM: Sektor Jasa AS Diprakirakan Mengalami Percepatan pada Bulan Juli

Pada hari Rabu, kita akan mendapatkan informasi terbaru tentang sektor jasa AS ketika Institute for Supply Management (ISM) merilis indikator bulan Juli. Konsensus mengarah pada perbaikan marginal menjadi 54,5 dari 54 pada bulan Juni. Jika terkonfirmasi, data tersebut akan memperkuat ketahanan sektor ini dan memberikan dorongan moderat terhadap kepercayaan pada ekonomi yang lebih luas.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.925 setelah PDB Kuartal II Lampaui Prakiraan

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.925 setelah PDB Kuartal II Lampaui Prakiraan

Rupiah Indonesia (IDR) membukukan penguatan terbesar dalam tiga sesi terakhir pada perdagangan Rabu, ditutup naik 90 poin atau 0,50% ke Rp17.925 per Dolar AS (USD) dari Rp18.015 sehari sebelumnya. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia turut turun 100 poin menjadi Rp17.937 dari Rp18.037 pada Selasa.
ADP Menjadi Fokus Menjelang Laporan Lapangan Pekerjaan pada Jumat

ADP Menjadi Fokus Menjelang Laporan Lapangan Pekerjaan pada Jumat

Di AS, fokus akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP bulan Juli, karena ini akan memberikan pasar gambaran awal tentang apa yang diharapkan dari Laporan Lapangan Pekerjaan yang akan datang pada hari Jumat. Perkiraan mingguan ADP menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja sejak Juni.
Emas Naik ke Tertinggi Satu Bulan karena Harapan Pembukaan Kembali Hormuz Redakan Kekhawatiran Inflasi

Emas Naik ke Tertinggi Satu Bulan karena Harapan Pembukaan Kembali Hormuz Redakan Kekhawatiran Inflasi

Emas (XAU/USD) naik ke level tertinggi satu bulan pada hari Rabu seiring optimisme yang kembali muncul atas pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong harga Minyak lebih rendah. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.155, naik hampir 1,90% pada hari ini.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 5 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 5 Agustus

Arus risiko mendominasi pasar keuangan pada awal hari Rabu seiring para investor menjadi optimis terhadap solusi diplomatik untuk konflik di Timur Tengah. Pada paruh kedua hari ini, data ketenagakerjaan sektor swasta dan laporan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Jasa dari Institute for Supply Management untuk bulan Juli akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA