Rupiah Stabil di Awal Pekan, USD/IDR Tertahan di Bawah 16.900 di Tengah Dinamika Global


  • USD/IDR dibuka di sekitar 16.799, turun 0,22%, bergerak dalam rentang 16.792-16.870.
  • Likuiditas domestik menguat, namun arah rupiah tetap dipengaruhi data AS dan kebijakan The Fed.
  • APBN mencatat defisit Rp54,6 triliun (0,21% PDB) di awal 2026, belanja naik 25,7% (yoy).

Rupiah membuka perdagangan Senin dengan nada relatif stabil di tengah lanskap global yang masih berubah-ubah. Di pasar spot, USD/IDR berada di sekitar 16.799, melemah 0,22% dari penutupan sebelumnya setelah gagal mempertahankan dorongan menuju level psikologis 17.000. Sepanjang sesi Asia, pasangan mata uang ini bergerak dalam kisaran 16.792-16.870.

Dari sisi teknis, area 16.870-16.900 menjadi batas atas terdekat bagi dolar AS. Penembusan yang kuat di atas zona tersebut berpotensi mengarahkan pergerakan ke 16.950 dan kembali menguji 17.000. Sebaliknya, pelemahan di bawah 16.780-16.750 dapat membuka ruang menuju 16.700, dengan penyangga lanjutan di 16.650. Dalam kerangka 52-minggu, USD/IDR masih berada di bagian atas rentang 16.085-16.987, mencerminkan tekanan eksternal yang belum sepenuhnya surut.

Dukungan datang dari sisi likuiditas. Bank Indonesia melaporkan M2 tumbuh 10,0% (yoy) pada Januari 2026 menjadi Rp10.117,8 triliun, terdorong oleh kenaikan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 22,6% dan pertumbuhan kredit 10,2%. Meski demikian, pemerintah memulai tahun dengan defisit anggaran Rp54,6 triliun atau 0,21% terhadap PDB, seiring belanja yang meningkat lebih cepat dibanding pendapatan. Kondisi fiskal ini turut menjadi perhatian pasar di awal tahun.

Dari eksternal, ekonomi AS tumbuh 1,4% (annualized) pada kuartal IV-2025, melambat tajam dari 4,4% sebelumnya dan di bawah ekspektasi. Namun inflasi PCE inti masih tercatat 3,0% (yoy), sementara PMI gabungan S&P Global turun ke 52,3 pada Februari, mengindikasikan moderasi aktivitas bisnis.

Sementara itu, Dolar tertekan setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif dagang global yang diberlakukan Presiden Donald Trump tidak memiliki dasar hukum memadai, menambah ketidakpastian arah kebijakan perdagangan. Menanggapi putusan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap menghadapi berbagai kemungkinan dan memastikan kesepakatan dagang yang memangkas tarif ekspor menjadi 19% tetap berlaku.

Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah meminta AS mempertahankan pengecualian tarif untuk komoditas seperti sawit, kopi, dan kakao, dengan perlakuan khusus bagi negara yang telah menandatangani perjanjian dagang.

Ke depan, pasar valuta asing diprakirakan bergerak hati-hati sembari menunggu sinyal lanjutan dari Federal Reserve dan arah imbal hasil obligasi AS. Selama USD/IDR bertahan di bawah 16.900, peluang konsolidasi dengan bias menuju 16.750 masih terbuka. Namun, rally di atas zona tersebut dapat memicu pengujian kembali ke area 17.000 dalam waktu dekat.

Pertanyaan Umum Seputar Tarif

Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.

Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.

Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi yang terdapat pada halaman-halaman ini mencakup pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen keuangan yang dibahas pada halaman ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sama sekali tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tersebut. Anda harus melakukan riset menyeluruh secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini sepenuhnya bebas dari kekeliruan, kesalahan, atau pernyataan keliru yang bersifat material. FXStreet juga tidak menjamin bahwa informasi ini selalu terkini. Berinvestasi di pasar terbuka melibatkan risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasi Anda, serta tekanan emosional. Seluruh risiko, kerugian, dan biaya yang berkaitan dengan investasi, termasuk kehilangan seluruh modal pokok, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi FXStreet maupun para pengiklannya. Penulis tidak bertanggung jawab atas informasi yang terdapat pada tautan-tautan yang dicantumkan di halaman ini.

Kecuali dinyatakan secara tegas dalam isi artikel, pada saat penulisan, penulis tidak memiliki posisi investasi pada saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun yang disebutkan. Penulis tidak menerima kompensasi atas penulisan artikel ini selain dari FXStreet.

FXStreet dan penulis tidak memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penulis tidak memberikan jaminan atau pernyataan mengenai keakuratan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi ini. FXStreet dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, maupun kerugian, cedera, atau kerusakan apa pun yang timbul akibat informasi ini serta penyajian atau penggunaannya. Segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi dikecualikan dari tanggung jawab.

Penulis dan FXStreet bukan penasihat investasi terdaftar, dan tidak ada satu pun bagian dari artikel ini yang dimaksudkan sebagai nasihat investasi.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD Naik di Atas 1,1250 Setelah Data Inflasi Zona Euro

EUR/USD Naik di Atas 1,1250 Setelah Data Inflasi Zona Euro

EUR/USD mengumpulkan momentum bullish dan diperdagangkan di atas 1,1250 pada sesi Eropa pada . Dolar AS melemah setelah pemilu paruh waktu AS menunjukkan Partai Demokrat telah meraih mayoritas di Senat AS dan DPR AS, mengambil alih kendali Kongres dari Partai Republik. Sementara itu, inflasi HICP inti di Zona Euro naik 0,3% pada bulan Oktober, dibandingkan dengan 0,2% pada bulan September, yang semakin mendukung Euro.

GBP/USD naik ke tertinggi tujuh minggu, mendekati 1,3500

GBP/USD naik ke tertinggi tujuh minggu, mendekati 1,3500

GBP/USD menguat ke level tertinggi sejak pertengahan September dan diperdagangkan tidak jauh dari 1,3500 di sesi Eropa pada hari Rabu karena kemenangan Demokrat di DPR dan Senat sangat membebani Dolar AS. Selain itu, pelarian ke aset-aset safe haven memicu penurunan baru pada imbal hasil obligasi AS, yang semakin memberikan tekanan pada dolar dan mendukung pasangan mata uang ini menjelang BoE pada hari Kamis.

Emas terus menanjak ke tertinggi mingguan baru; mengincar $4.050 saat AS tetap tertekan oleh kerugian yang dipimpin pemilu

Emas terus menanjak ke tertinggi mingguan baru; mengincar $4.050 saat AS tetap tertekan oleh kerugian yang dipimpin pemilu

Emas melanjutkan kenaikan kuatnya dalam perdagangan harian, mencatat serangkaian tertinggi mingguan baru, dan kembali mendekati level $4.050 selama paruh pertama sesi Eropa di tengah Dolar AS yang secara umum lebih lemah. Kemenangan Partai Demokrat di DPR dan Senat meningkatkan prospek kebuntuan di Washington. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian politik mendorong investor ke aset-aset safe-haven, sehingga memberikan sedikit tekanan turun pada imbal hasil obligasi AS. Hal ini terlihat membebani Greenback dan mendukung logam mulia tersebut.

Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP lanjutkan kenaikan saat Dolar AS tergelincir akibat kemenangan Demokrat di pemilu sela AS

Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP lanjutkan kenaikan saat Dolar AS tergelincir akibat kemenangan Demokrat di pemilu sela AS

Bitcoin diperdagangkan di atas US$78.000 pada hari Rabu saat sentimen risk-on membaik di pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas. Ethereum mencerminkan prospek pemulihan BTC, bertahan di atas US$2.300. Ripple juga diperdagangkan di atas US$1,28, menandai dua hari kenaikan berturut-turut.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 4 November:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 4 November:

Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang utama saingannya pada awal hari Rabu saat pasar menilai hasil pemilihan paruh waktu. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data inflasi pendahuluan bulan Oktober dari Zona Euro. Di kemudian hari, data Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan Indeks Manajer Pembelian Jasa Institute for Supply Management dari Amerika Serikat akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA