Rupiah Menjaga Keseimbangan, Dolar Mulai Kehilangan Momentum


  • Rupiah bergerak terbatas di sekitar 16.770, melemah 0,10%, dengan area 16.750-16.760 menjadi penopang terdekat.
  • Dolar AS kehilangan momentum, pasar menunggu arah kebijakan Federal Reserve.
  • Sentimen domestik relatif terjaga, ditopang dialog lanjutan MSCI-otoritas Indonesia serta data ekonomi yang solid, meski kehati-hatian global masih membayangi.

Rupiah bergerak relatif stabil pada perdagangan Selasa menjelang sesi Eropa, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.770, menguat tipis sekitar 17 poin atau 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan pasar yang mulai menahan langkah setelah di sesi Asia tampaknya dolar AS gagal mempertahankan penguatan tajam awal pekan.

Di tengah dinamika tersebut, area 16.750-16.760 terlihat menjadi zona penopang terdekat yang membantu membatasi pelemahan Rupiah. Sementara di sisi atas, ruang penguatan dolar masih tertahan di sekitar 16.800, membuat USD/IDR cenderung bergerak sempit sambil menunggu katalis berikutnya.

Di sisi lain, dolar AS menunjukkan tanda kehilangan momentum. Indeks dolar (DXY) tercatat melemah sekitar 0,20% ke area 97,40, menjauh dari puncak Senin. Koreksi ini mengindikasikan pasar mulai mengurangi eksposur terhadap dolar sembari menanti kepastian arah kebijakan Federal Reserve dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Pelemahan DXY tersebut turut membantu menahan tekanan terhadap Rupiah, meski minat risiko global masih terbatas.

Dialog MSCI Berlanjut, Data Domestik Solid Menopang Persepsi Pasar Indonesia

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada perkembangan dialog antara MSCI dan otoritas Indonesia terkait isu transparansi pasar saham. MSCI menegaskan tidak akan mengomentari pembicaraan individual, sehari setelah pertemuan dengan pejabat Indonesia, seraya menyebut komunikasi tersebut sebagai bagian dari kerangka konsultasi indeks yang rutin dilakukan. Sebelumnya, Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi menyatakan pertemuan berlangsung dengan baik dan disepakati kelanjutan diskusi di tingkat teknis, memberi sinyal terbukanya ruang dialog lanjutan bagi pelaku pasar.

Rilis data terbaru yang dirilis Senin menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif kuat. PMI Manufaktur S&P Global Januari naik ke 52,6 dari 51,2, menandakan ekspansi yang menguat. Neraca perdagangan Desember mencatat surplus USD 2,52 miliar, meski sedikit menyempit dibanding bulan sebelumnya.

Dari sisi harga, inflasi tahunan Januari meningkat ke 3,55% YoY dari 2,92%, sementara inflasi inti naik tipis ke 2,45% YoY, mencerminkan tekanan harga yang masih terjaga. Di sektor eksternal, ekspor dan impor Desember kembali tumbuh dua digit secara tahunan, sementara kunjungan wisatawan meningkat 14,43% YoY, memberi sinyal pemulihan permintaan yang berlanjut.

Data Manufaktur AS Membaik, Pasar Tetap Waspada Menanti Arah Kebijakan The Fed

Perbaikan sentimen global mulai terbentuk dari sisi data ekonomi Amerika Serikat. Institute for Supply Management melaporkan PMI Manufaktur AS Januari melonjak ke 52,6, berbalik tajam dari 47,9 pada bulan sebelumnya. Kembali masuknya sektor manufaktur ke zona ekspansi – untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun – memberi sinyal bahwa aktivitas industri AS mulai mendapatkan pijakan baru di awal 2026.

Namun, optimisme dari sisi data tersebut belum sepenuhnya mengubah cara pasar memandang arah kebijakan. Investor masih menempatkan fokus pada dinamika kepemimpinan bank sentral AS, menyusul langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menominasikan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell mulai Mei, dengan persetujuan Senat masih menunggu. Latar belakang Warsh yang dikenal tegas terhadap inflasi membangun persepsi bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter cenderung tertahan.

Ke depan, pelaku pasar akan menakar arah dolar dari rilis laporan ADP sektor swasta dan PMI Jasa ISM pada Rabu. Kombinasi data tersebut, bersama pernyataan pejabat Federal Reserve, diprakirakan menjadi penentu utama arah USD – dan pada akhirnya, menentukan sejauh mana Rupiah mampu menjaga stabilitasnya dalam jangka pendek.

(Berita ini dikoreksi pada 3 Februari pukul 08:13 GMT untuk menghapus referensi terhadap data lowongan kerja JOLTS, yang tidak akan diterbitkan pada hari Selasa karena penutupan sebagian pemerintah AS.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pulih Lebih Jauh dari Terendah Empat Minggu; Rebut Kembali $4.900 di Tengah USD yang Melemah

Emas Pulih Lebih Jauh dari Terendah Empat Minggu; Rebut Kembali $4.900 di Tengah USD yang Melemah

Emas (XAU/USD) pulih lebih jauh dari level terendahnya sejak 6 Januari, yang disentuh pada hari sebelumnya, dan kembali ke level $4.900 selama awal sesi Eropa pada hari Selasa.

Valas Hari Ini: Dolar Australia Menguat setelah Kenaikan Suku Bunga RBA, Data AS Ditunda Sekali Lagi

Valas Hari Ini: Dolar Australia Menguat setelah Kenaikan Suku Bunga RBA, Data AS Ditunda Sekali Lagi

Dolar Australia (AUD) mengumpulkan kekuatan terhadap rival-rivalnya pada awal hari Selasa setelah pengumuman kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia (RBA). Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan data Indeks Optimisme Ekonomi RealClearMarkets/TIPP untuk bulan Februari dan beberapa pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) akan menyampaikan pidato.

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Rebound; Akankah Bertahan?

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Rebound; Akankah Bertahan?

Emas sedang membalikkan sebagian dari koreksi 15% dari rekor tertinggi $5.598 pada awal Selasa, menarik dukungan dari ketidakpastian yang dipicu oleh penutupan sebagian pemerintah AS dan penurunan luas Dolar AS.

Zilliqa melonjak lebih dari 20% menjelang peningkatan EVM Cancun

Zilliqa melonjak lebih dari 20% menjelang peningkatan EVM Cancun

Harga Zilliqa terus memperpanjang kenaikannya, rally lebih dari 20% menjadi $0,006 pada hari Selasa setelah melonjak hampir 34% pada hari sebelumnya. Upgrade Cancun yang akan datang minggu ini mendorong sentimen investor, meskipun ada kelemahan yang lebih luas di pasar kripto. ZIL terus menarik minat beli yang kuat, didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan dan perbaikan metrik derivatif.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 3 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 3 Februari:

Dolar Australia mengumpulkan kekuatan terhadap rival-rivalnya pada awal hari Selasa setelah pengumuman kebijakan moneter RBA. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan data Indeks Optimisme Ekonomi RealClearMarkets/TIPP untuk bulan Februari dan beberapa pengambil kebijakan The Fed akan menyampaikan pidato.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA