Rupiah Melemah ke Area 16.900 per Dolar AS, Pasar Cermati Risiko Fiskal dan Data AS


  • Rupiah melemah sekitar 0,44% ke kisaran 16.903 per dolar AS.
  • Kekhawatiran prospek fiskal Indonesia menjadi sorotan investor.
  • Pasar menanti rangkaian data tenaga kerja AS menjelang laporan NFP.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu siang, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.903,8, naik sekitar 74,4 poin atau 0,44% dibanding penutupan sebelumnya di 16.829,4. Sepanjang sesi, rupiah bergerak dalam rentang 16.859,7 hingga 16.920 setelah dibuka di 16.880. Kuotasi terakhir di pasar spot menunjukkan bid di 16.901,5 dan ask di 16.905.

Secara lebih luas, USD/IDR masih berada dalam kisaran 52 minggu antara 16.085 hingga 16.987,5, sementara secara tahunan rupiah tercatat melemah sekitar 3,64% terhadap dolar AS. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek fiskal Indonesia.

Fitch Ratings menilai ketidakpastian arah kebijakan berpotensi menimbulkan risiko bagi stabilitas fiskal, meskipun lembaga tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB. Fitch juga menyoroti kekhawatiran terkait potensi pelonggaran aturan fiskal yang dapat memperbesar tekanan pada anggaran negara.

Perhatian pasar terhadap isu ini meningkat setelah Moody’s menurunkan prospek peringkat Indonesia pada Februari, langkah yang sempat mengguncang sentimen investor. Fitch memprakirakan defisit anggaran Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 2,9% dari PDB, sedikit di atas target pemerintah sebesar 2,7% dari PDB.

Dari sisi eksternal, data AS menunjukkan kondisi ekonomi yang masih kuat. Ketenagakerjaan sektor swasta meningkat 63.000 pada Februari, menurut laporan ADP Research Institute, melampaui ekspektasi 50.000 dan mengikuti kenaikan 11.000 pada Januari, sementara pertumbuhan upah tahunan tercatat 4,5%. Kepala ekonom ADP Nela Richardson mengatakan perekrutan mulai meningkat dan kenaikan gaji tetap kuat, meski premi gaji bagi pekerja yang berpindah pekerjaan turun ke level terendah dalam catatan.

Aktivitas sektor jasa AS juga menunjukkan penguatan. PMI Jasa ISM naik menjadi 56,1 pada Februari dari 53,8, melampaui ekspektasi analis sebesar 53,5. Komponen Pesanan Baru meningkat ke 58,6 dari 53,1, sementara Indeks Ketenagakerjaan naik ke 51,8 dari 50,3. Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar turun ke 63 dari 66,6, mengindikasikan tekanan harga mulai mereda.

Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Stephen Miran mengatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak konflik Iran terhadap perekonomian. Ia menilai pengaruh kenaikan harga minyak terhadap inflasi inti relatif terbatas dan menyatakan The Fed masih dapat melanjutkan pemangkasan suku bunga secara bertahap hingga sekitar 1 poin persentase tahun ini jika kondisi ekonomi mendukung.

Pasar kini menanti serangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis malam ini menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Data tersebut mencakup Laporan PHK Challenger Februari, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang sebelumnya tercatat 215 ribu, serta Produktivitas Nonpertanian kuartal IV (pendahuluan) yang sebelumnya berada di 4,9% dan Biaya Unit Buruh kuartal IV yang terakhir tercatat -1,9%. Investor juga akan mencermati pidato pejabat Federal Reserve Michelle Bowman untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS.

Indikator Ekonomi

Laporan PHK Challenger (Thn/Thn)

PHK Challenger, yang dirilis oleh Challenger, Grey & Christmas setiap bulan, memberikan informasi tentang jumlah PHK perusahaan yang diumumkan menurut industri dan wilayah. Laporan tersebut merupakan indikator yang digunakan oleh investor untuk menentukan kekuatan pasar tenaga kerja. Biasanya, pembacaan yang tinggi dianggap negatif (atau bearish) bagi Dolar AS (USD), sedangkan pembacaan yang rendah dianggap positif (atau bullish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Mar 05, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 108.435Rb

Sumber: Challenger, Grey & Christmas, Inc.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Kuat di Tengah Aliran Safe-Haven Akibat Perang di Timur Tengah

Emas Tetap Kuat di Tengah Aliran Safe-Haven Akibat Perang di Timur Tengah

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikannya selama dua sesi berturut-turut pada hari Kamis saat para pedagang mencari aman di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Rupiah Melemah ke Area 16.900 per Dolar AS, Pasar Cermati Risiko Fiskal dan Data AS

Rupiah Melemah ke Area 16.900 per Dolar AS, Pasar Cermati Risiko Fiskal dan Data AS

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu siang, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.903,8, naik sekitar 74,4 poin atau 0,44% dibanding penutupan sebelumnya di 16.829,4.
Prakiraan EUR/USD: Upaya Pemulihan Euro Tetap Dangkal

Prakiraan EUR/USD: Upaya Pemulihan Euro Tetap Dangkal

EUR/USD mencatatkan kenaikan tipis pada hari Rabu tetapi gagal mengumpulkan momentum pemulihan. Pasangan mata uang ini berada di bawah tekanan bearish yang diperbarui dan diperdagangkan di bawah 1.1600 di sesi Eropa pada hari Kamis.

Tiga Alasan untuk Menjadi Bearish terhadap Bitcoin

Tiga Alasan untuk Menjadi Bearish terhadap Bitcoin

Bitcoin bertahan dengan baik mengingat ketidakpastian yang berasal dari Timur Tengah. Meskipun rally minggu ini, prospek jangka panjang tetap bearish. Berikut adalah tiga alasan mengapa saya berpikir badai untuk mata uang kripto (cryptocurrency) terbesar ini belum berakhir.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 5 Maret:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 5 Maret:

Pasar keuangan tetap menghindari risiko pada semester kedua minggu ini seiring dengan meluasnya konflik di Timur Tengah. Kalender ekonomi AS akan menampilkan rilis data makroekonomi tingkat menengah, sementara para investor akan tetap fokus pada berita geopolitik.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA