Rupiah Bertahan di Sekitar 16.800, Pasar Cermati Data AS dan Arah Tarif Trump


  • USD/IDR diperdagangkan di 16.826, rupiah menguat tipis 0,24%.
  • Kinerja APBN awal 2026 solid, pajak naik 31%, belanja tumbuh 26%.
  • Tarif AS 15% mulai berlaku, data dan pidato The Fed jadi fokus malam ini.

Rupiah bertahan di kisaran 16.800 per dolar AS pada perdagangan Selasa, menunjukkan stabilitas relatif di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya mereda. Pada saat berita ini ditulis di awal sesi Eropa, pasangan mata uang USD/IDR berada di 16.826, menguat sekitar 0,24%.

Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas pada paruh kedua Januari. Pelaku pasar cenderung menahan langkah sembari menakar arah dolar AS dan pergerakan imbal hasil obligasi global. Secara teknis, selama rupiah bergerak di rentang 16.750-16.850, tekanan dinilai masih terkendali.

Dari sisi domestik, sentimen ditopang kinerja fiskal awal tahun. Kementerian Keuangan melaporkan pendapatan negara hingga Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, naik 9,5% secara tahunan, dengan penerimaan pajak Rp116,2 triliun yang melonjak mendekati 31% didorong sektor industri dan perdagangan. Belanja negara tercatat Rp227 triliun, tumbuh hampir 26%, termasuk kenaikan bansos menjadi Rp9,5 triliun dan realisasi program Makan Bergizi Gratis Rp19,5 triliun. Pembiayaan utang mencapai Rp127,3 triliun atau 15,3% dari target tahunan, lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu, mencerminkan strategi penarikan yang lebih terukur.

Sementara itu dari eksternal, tarif pengganti 15% yang diberlakukan Presiden Donald Trump mulai berlaku Selasa dan akan berjalan selama 150 hari, di tengah perdebatan hukum terkait penggunaan Pasal 122 dan sengketa berbasis IEEPA. Bagi Indonesia, kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian perdagangan global, menekan permintaan ekspor, serta memicu volatilitas arus modal ke pasar negara berkembang. Jika dolar AS menguat akibat respons pasar terhadap kebijakan tersebut, tekanan terhadap rupiah dapat kembali meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan usai Mahkamah Agung AS menolak tarif global Presiden Donald Trump, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Ia menegaskan pemerintah akan menghormati dinamika politik AS dan terus memantau perkembangan. Prabowo juga menandatangani kesepakatan yang memangkas tarif ekspor RI menjadi 19% dari 32%. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian tetap berlaku dan meminta pengecualian tarif untuk sawit, kopi, dan kakao tetap dipertahankan.

Malam ini, para pelaku pasar juga menantikan rilis data tenaga kerja ADP dan keyakinan konsumen AS serta pidato pejabat The Fed. Hasil yang lebih kuat dari prakiraan dapat memperkuat dolar dan membatasi ruang penguatan rupiah, sementara sinyal yang lebih dovish berpotensi memberi ruang stabilisasi lanjutan bagi mata uang Garuda.

Pertanyaan Umum Seputar Tarif

Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.

Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.

Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Penjual Emas Ragu di Tengah Risiko Geopolitik dan Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Penjual Emas Ragu di Tengah Risiko Geopolitik dan Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) tetap pada pelemahan moderat dalam perdagangan harian di bawah puncak bulanan yang dicapai sebelumnya pada hari Selasa ini, meskipun tidak ada aksi jual lanjutan dan tetap di atas level $5.150 menjelang sesi Eropa.

Valas Hari Ini: Dolar AS Memulih Meskipun Ada Ketidakpastian Perdagangan

Valas Hari Ini: Dolar AS Memulih Meskipun Ada Ketidakpastian Perdagangan

Pada paruh kedua hari ini, Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP 4-minggu dan data Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board untuk bulan Februari akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS. Beberapa pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga akan menyampaikan pidato.

“Tidak Ada yang Bisa Memahaminya Lagi”: Tarif Trump akan Merugikan Dolar AS

“Tidak Ada yang Bisa Memahaminya Lagi”: Tarif Trump akan Merugikan Dolar AS

Para pelaku pasar mengetahui pada hari Jumat bahwa Mahkamah Agung AS menolak penggunaan Presiden Donald Trump terhadap Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional untuk membenarkan sebagian besar tarif spesifik negara yang diumumkan sejak kembalinya dia ke Gedung Putih.

Top Loser Kripto: BCH, HYPE, PUMP Lanjutkan Pelemahan saat Bitcoin Turun di Bawah $64.000

Top Loser Kripto: BCH, HYPE, PUMP Lanjutkan Pelemahan saat Bitcoin Turun di Bawah $64.000

Altcoin, termasuk Bitcoin Cash, Hyperliquid, dan Pump.fun, memimpin kerugian dalam 24 jam terakhir saat Bitcoin jatuh di bawah $64.000 pada hari Selasa. Prospek teknis untuk BCH, HYPE, dan PUMP menunjukkan risiko penurunan di tengah penjualan pasar yang lebih luas.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 24 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 24 Februari:

Indeks USD terus naik tipis seiring pasar terus mengamati berita terkait tarif. Pada paruh kedua hari ini, Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP 4-minggu dan data Indeks Keyakinan Konsumen dari Conference Board untuk bulan Februari akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS 

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA