- Pasangan mata uang USD/JPY datar di sekitar 160,50 sementara para investor memprakirakan intervensi Jepang segera.
- BoJ diprakirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 1% pada hari Selasa.
- Para investor mencari petunjuk baru apakah gencatan senjata AS-Iran tetap utuh.
Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan datar di sekitar 160,50 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Kamis. Pasangan ini berkonsolidasi di tengah kehati-hatian bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mendukung Yen Jepang (JPY).
Prospek intervensi Jepang semakin meningkat karena pasangan ini telah mencapai level sebelum pemerintah melakukan intervensi terhadap pergerakan satu arah yang berlebihan pada mata uang domestik.
Sementara itu, ketidakpastian seputar keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ), yang akan diumumkan pada hari Selasa, juga mendorong para investor untuk absen. Menurut jajak pendapat Reuters terbaru, BoJ diprakirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 1%.
Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan turun 0,13% ke dekat 99,95, dengan para investor mencari petunjuk apakah gencatan senjata April antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap utuh. Dalam beberapa hari terakhir, Komando Pusat AS (CENTCOM) melakukan operasi militer terhadap berbagai target di Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap helikopter Apache AS yang sedang patroli di atas Selat Hormuz.
Analisis teknis USD/JPY

USD/JPY diperdagangkan datar di sekitar 160,50 saat berita ini ditulis. Pasangan ini mempertahankan bias bullish jangka pendek yang jelas karena harga spot tetap di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di 159,64, menjaga kenaikan terbaru secara teknis didukung.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) sekitar 65 menunjukkan momentum naik yang kuat tetapi belum dalam kondisi jenuh beli ekstrem, memberikan ruang untuk kenaikan lebih lanjut selama aksi harga tetap bertahan di atas EMA jangka pendek.
Di sisi bawah, support terdekat ditentukan oleh EMA 20-hari di 159,64, di mana penutupan harian di bawah level ini akan mengindikasikan fase korektif yang lebih dalam menuju level terendah sebelumnya. Melihat ke atas, pasangan ini akan melanjutkan kenaikannya menuju tertinggi 3 Juli 2024 di 161,95 jika berhasil menembus secara meyakinkan di atas tertinggi 30 April di 160,73.
(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Indikator Ekonomi
Keputusan Suku Bunga BoJ
Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan suku bunganya setelah masing-masing dari delapan rapat tahunan Bank yang dijadwalkan. Secara umum, jika BoJ bersikap hawkish terhadap prospek inflasi ekonomi dan menaikkan suku bunga, maka hal itu akan bullish bagi Yen Jepang (JPY). Demikian pula, jika BoJ memiliki pandangan dovish terhadap ekonomi Jepang dan mempertahankan suku bunga tidak berubah, atau memangkasnya, maka hal itu biasanya bearish bagi JPY.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Jun 16, 2026 03.00
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: -
Sebelumnya: 0.75%
Sumber: Bank of Japan
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Bank Sentral Eropa akan Menaikkan Suku Bunga untuk Pertama Kalinya dalam Hampir Tiga Tahun
USD/IDR: Rupiah Masih Uji Rp18.000, Penjualan Ritel Indonesia Anjlok, Pasar Tunggu Data PPI AS
Kenaikan Suku Bunga Kejutan di Indonesia Mungkin Tidak Cukup untuk Menyelamatkan Rupiah
XRP dan XLM: Upaya pemulihan ringan muncul di tengah sinyal pasar yang beragam
Ripple (XRP) dan Stellar (XLM) menunjukkan tanda-tanda pemulihan moderat pada hari Kamis setelah memperpanjang kerugian awal pekan ini. XRP bertahan di atas level $1,10 saat momentum bearish mulai memudar, sementara XLM memantul secara moderat dari zona support utama.
ECB siap mempertahankan status quo pada bulan Oktober
Institusi yang berbasis di Frankfurt ini secara luas diprakirakan akan menaikkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga fasilitas simpanan menjadi 2,25% dari 2%. Langkah seperti ini akan menandai kenaikan suku bunga pertama sejak September 2023