• Saham CUAN melesat 7,98% ke Rp1.015 pada akhir sesi I Kamis, setelah sempat menyentuh Rp1.040.
  • Rencana Petrindo menjadi pengendali SINI memberi latar fundamental bagi pergerakan saham CUAN.
  • Secara teknis, harga menembus upper Bollinger Band Rp991, tetapi RSI 75,69 menunjukkan kondisi overbought.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melanjutkan kenaikan tajam pada perdagangan Kamis, ditutup di Rp1.015 atau naik 7,98% dari penutupan sebelumnya Rp940 pada akhir sesi I. CUAN dibuka di Rp950, sempat turun ke Rp945, lalu melonjak hingga Rp1.040. Penguatan tersebut berlangsung ketika pasar masih mencermati rencana ekspansi Petrindo melalui akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Rencana Akuisisi SINI Jadi Latar Fundamental

Petrindo sebelumnya mengungkapkan sedang melakukan negosiasi untuk mengambil alih SINI. Melalui PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk (PTRO), CUAN telah memiliki secara langsung maupun tidak langsung sekitar 27,78% saham SINI. Rencana transaksi tersebut diarahkan untuk menjadikan Petrindo sebagai pemegang saham terbesar sekaligus pengendali SINI.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi Petrindo memperluas aset dan memperkuat integrasi bisnis pertambangan serta jasa pertambangan. Meski demikian, pergerakan CUAN dalam jangka pendek tetap sangat dipengaruhi momentum harga setelah saham tersebut mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Kamis.

CUAN Tembus Batas Atas Bollinger Band

Pada grafik harian, CUAN telah bergerak di atas upper Bollinger Band di sekitar Rp991. Harga juga berada di atas Moving Average (MA) 100 periode di kisaran Rp912, melanjutkan struktur pemulihan yang terbentuk sejak level terendah awal Juli.

Momentum kenaikan terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang mencapai 75,69. Posisi RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought, sehingga meskipun tekanan beli masih kuat, risiko konsolidasi atau aksi ambil untung jangka pendek mulai meningkat.

Resistance terdekat berada di Rp1.040, yang merupakan level tertinggi perdagangan Kamis. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, CUAN berpeluang menguji Rp1.100 sebagai resistance psikologis berikutnya. Sebaliknya, kegagalan melewati Rp1.040 dapat membawa harga kembali berkonsolidasi.

Pada sisi bawah, Rp990–Rp1.000 menjadi support awal, berdekatan dengan upper Bollinger Band sekaligus level psikologis Rp1.000. Support berikutnya berada di sekitar Rp910–Rp915, dekat MA jangka panjang Rp912, sementara area sekitar Rp868 batas bawah Bollinger Band menjadi support yang lebih dalam apabila tekanan koreksi meningkat.

Grafik Harian CUAN
Grafik Harian CUAN



Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Kenaikan, Pantau US$4.450 Saat USD Tetap Tertekan Menjelang Data Inflasi AS

Emas Pertahankan Kenaikan, Pantau US$4.450 Saat USD Tetap Tertekan Menjelang Data Inflasi AS

Emas (XAU/USD) berbalik naik setelah penurunan dalam perdagangan harian ke level di bawah US$4.400 pada hari Kamis dan bergerak lebih jauh dari level terendah satu minggu yang disentuh pada hari sebelumnya. Namun, komoditas ini tetap berada di bawah titik pivot US$4.450 karena para pembeli tampak ragu-ragu menjelang angka inflasi AS.
Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS

Pasangan mata uang USD/JPY naik tipis selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis dan diperdagangkan sedikit di atas pertengahan 153,00-an di tengah para penjual yang menjadi lebih berhati-hati menjelang data inflasi AS.
Minyak Tembus US$100, dengan Keputusan ECB dan Data IHP AS di Depan Mata

Minyak Tembus US$100, dengan Keputusan ECB dan Data IHP AS di Depan Mata

Pratinjau: Brent menembus US$100 saat ketegangan Iran meningkat. Fokus hari ini adalah keputusan ECB & data IHP AS yang dapat menggerakkan pasar. Didorong oleh ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, minyak mentah Brent diperdagangkan di atas US$100/barel kemarin untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.
Reli Raydium memberi sinyal pembalikan tren di tengah pertumbuhan jaringan, buyback

Reli Raydium memberi sinyal pembalikan tren di tengah pertumbuhan jaringan, buyback

Raydium mempertahankan nada bullish yang kuat, membukukan kenaikan hampir 9%, dan melanjutkan reli 41% sejak hari Minggu. Bursa Terdesentralisasi berbasis Solana ini menyaksikan lonjakan aktivitas jaringan dan pertumbuhan di tengah peluncuran token baru. Prospek teknis Raydium menandakan potensi kenaikan menuju US$1,50 karena momentum tetap kuat meskipun berada dalam kondisi jenuh beli.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Dolar AS (USD) bergerak dalam kisaran bearish pada hari Rabu, mengumpulkan sedikit momentum tak lama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pembelian kembali hingga $6 miliar obligasi Treasury bertenor 10 hingga 20 tahun. Selain itu, para trader tetap cukup skeptis terhadap ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan justru kembali memusatkan perhatian pada rilis data inflasi AS yang akan segera dirilis pada hari Jumat

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA