Pergerakan XAU/USD pada penghujung sesi pasar Amerika Serikat hingga memasuki sesi Asia 10 September 2026 didominasi oleh tarik-menarik yang merupakan imbas dari pelemahan Dolar AS, semakin meningkatnya permintaan aset safe haven, terjadinya lonjakan harga minyak serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Selama XAU/USD mampu mempertahankan posisinya di sekitar level psikologis 4400.00, prospek pergerakan dalam jangka sangat pendek masih cenderung positif. Namun, keberlanjutan momentum bullish pada logam mulia ini akan sangat ditentukan oleh hasil rilis data inflasi AS, terutama yang akan dirilis pada hari ini dan besok.
Emas turut mendapatkan momentum dari memburuknya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Lonjakan imbal hasil Treasury berjangka panjang belum mampu membangkitkan permintaan terhadap Dolar AS, sehingga pasar cenderung mengalihkan sebagian dananya ke logam mulia sebagai aset pelindung nilai investasi.
Tekanan terhadap Dolar AS semakin bertambah setelah pasar kembali memperhitungkan kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan.
Walaupun sentimen geopolitik biasanya menguntungkan aset lindung nilai, lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi membatasi penguatan emas. Kenaikan biaya energi dapat kembali memanaskan tekanan harga di Amerika Serikat dan memperbesar peluang The Fed mengambil langkah moneter yang lebih ketat pada pekan depan.
Karena itu, perhatian pasar kini beralih ke laporan inflasi AS untuk mengukur seberapa besar dampak kenaikan energi terhadap harga konsumen. Inflasi utama tahunan pada Agustus diproyeksikan meningkat menjadi 5,3% dari 4,7% pada Juli. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan naik dari 4,2% menjadi 4,6% dalam periode yang sama.
Harga emas memperpanjang rebound pada perdagangan Kamis pagi setelah sebelumnya menyentuh titik terendah dalam sepekan di sekitar 4350.00. Emas berhasil menembus kembali level psikologis 4400.00, akan tetapi keberlanjutan pemulihan masih bergantung pada laporan inflasi Amerika Serikat. Pelaku pasar kini mencermati rilis Indeks Harga Produsen (IHP) dan Indeks Harha Konsumen (IHK) untuk menilai apakah momentum kenaikan emas memiliki dukungan yang cukup kuat.
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS-Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Rilis data fundamental yang harus diperhatikan yaitu rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) (MoM) (Ags), Klaim Pengangguran Awal pukul 19.30 WIB dan Penjualan Rumah Lama (Ags) pukul 21.00 WIB

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD kembali untuk mencoba menguat ke posisi yang lebih tinggi dalam perdagangannya walaupun potensi bearish secara teknikal masih sangat berpeluang selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk mencoba berada tetap di level 4400.00.
XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah tendensi pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar saat ini berada dalam tendensi “Soft Bullish” walaupun masih tetap berada dalam posisi “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4404.02 dan mengalami pelemahan hingga menembus level 4389.10, XAU/USD mencoba rebound dan mencoba menguat serta menembus level 4420.01. Diprediksi bahwa XAU/USD akan terus berflutuatif sengan tinggi tapi tendensi penguatan diperkirakan akan terjadi saat memasuki pasar Eropa nanti
Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, emas masih memperlihatkan kecenderungan positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup. Namun, pelaku pasar tampaknya belum berani mengambil posisi secara agresif. Pergerakan yang lebih kuat kemungkinan baru terbentuk setelah munculnya sentimen baru yang mampu memberikan kepastian arah pada sesi hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4384.83 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4369.49. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4394.43.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4464.49. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4440.00 dan terus menguat hingga menembus level 4447.34
Trading Plan
Range XAU/USD: 4375.29 - 4436.77
S1 = 4384.83
S2 = 4369.49
R1 = 4447.34
R2 = 4464.49
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Kenaikan, Pantau US$4.450 Saat USD Tetap Tertekan Menjelang Data Inflasi AS
Yen Jepang Mundur dari Puncak Multi-Bulan versus USD saat Pedagang Menunggu Data Inflasi AS
Minyak Tembus US$100, dengan Keputusan ECB dan Data IHP AS di Depan Mata
Reli Raydium memberi sinyal pembalikan tren di tengah pertumbuhan jaringan, buyback
Raydium mempertahankan nada bullish yang kuat, membukukan kenaikan hampir 9%, dan melanjutkan reli 41% sejak hari Minggu. Bursa Terdesentralisasi berbasis Solana ini menyaksikan lonjakan aktivitas jaringan dan pertumbuhan di tengah peluncuran token baru. Prospek teknis Raydium menandakan potensi kenaikan menuju US$1,50 karena momentum tetap kuat meskipun berada dalam kondisi jenuh beli.
Valas Hari Ini: Perhatian Beralih ke ECB dan IHP AS
Dolar AS (USD) bergerak dalam kisaran bearish pada hari Rabu, mengumpulkan sedikit momentum tak lama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pembelian kembali hingga US$6 miliar dalam obligasi Pemerintah AS bertenor 10 hingga 20 tahun.