Para ahli strategi Deutsche Bank menyoroti lonjakan tajam harga minyak yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta retorika baru dari Presiden Trump mengenai Selat Hormuz. Harga Brent melonjak dengan kenaikan harian terbesar sejak 2020, menghidupkan kembali kekhawatiran stagflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga serta imbal hasil obligasi global lebih tinggi, sementara pasar saham kesulitan karena biaya energi dan risiko geopolitik membebani sentimen.

Lonjakan Brent Menghidupkan Kembali Kekhawatiran terhadap Stagflasi

"Menjelang hal ini dan semua pergerakan semalam, cerita besar kemarin adalah lonjakan terbaru harga minyak, yang menghidupkan kembali kekhawatiran seputar stagflasi, dan menghantam obligasi serta saham di kedua sisi Atlantik."

"Hal itu menyusul serangan lanjutan antara AS dan Iran selama akhir pekan, yang berarti minyak mentah Brent (+9,59%) mencatat kenaikan paling tajam sejak Maret 2020, mencapai level tertinggi 4 minggu di $83,30/barel pada penutupan."

"Minyak kembali dengan angka sekitar $400-500 Juta per hari berdasarkan $2-2,5 Miliar muatan harian yang melewati Selat tersebut."

"Presiden Trump memiliki kebiasaan memulai dengan posisi negosiasi yang ekstrem sehingga tidak diragukan lagi ini akan turun jika pernah diterapkan, tetapi sekadar bayangan adanya pungutan akan membuat pasar dan pelanggan gelisah."

"Komando Pusat AS mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan blokade Iran pada pukul 4 sore waktu NY hari ini, jadi masih ada sedikit waktu untuk kemungkinan perubahan sikap."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Data IHK AS Diprakirakan Menunjukkan Inflasi Melambat pada Juni akibat Anjloknya Harga Bahan Bakar

Data IHK AS Diprakirakan Menunjukkan Inflasi Melambat pada Juni akibat Anjloknya Harga Bahan Bakar

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan menerbitkan data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) bulan Juni pada hari Selasa. Laporan tersebut diprakirakan menunjukkan penurunan inflasi konsumen, didorong oleh meredanya harga minyak mentah setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (USD) dan Iran.
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke 18.080 saat Dolar AS Terkoreksi jelang IHK AS

Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke 18.080 saat Dolar AS Terkoreksi jelang IHK AS

Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis di 18.080 per Dolar AS pada sesi perdagangan domestik Selasa ketika Dolar AS terkoreksi setelah naik dua hari berturut-turut, sementara afirmasi rating Indonesia oleh S&P menjadi salah satu perkembangan domestik yang turut dicermati pasar.
Kembali ke Level Tekanan

Kembali ke Level Tekanan

Sekilas melihat grafik minyak memberi tahu Anda hampir semua hal tentang apa yang terjadi di pasar keuangan global hari ini. Minyak mentah AS melonjak 9% kemarin, menembus di atas moving average 200 hari—level yang saya amati untuk membedakan antara "ini hanya gangguan biasa" dan "kita kembali ke level tekanan"—dan naik lagi 2,3% pada saat rekaman pagi ini.
Altcoin Utama: XRP, ADA dan SOL tetap rentan seiring genggaman bearish yang menguat

Altcoin Utama: XRP, ADA dan SOL tetap rentan seiring genggaman bearish yang menguat

Altcoin-altcoin utama di pasar kripto, seperti Ripple, Cardano, dan Solana, diperdagangkan di zona merah pada hari Selasa, memperpanjang penurunan mereka sebesar 2% hingga 3% dari hari sebelumnya. Prospek teknis untuk XRP, ADA, dan SOL menunjukkan kecenderungan bearish jangka pendek, dengan harga bergerak di bawah EMA 50 hari masing-masing.

Inflasi AS Diprakirakan Mereda dari Level Tertinggi Tiga Tahun yang Ditetapkan pada Bulan Mei

Inflasi AS Diprakirakan Mereda dari Level Tertinggi Tiga Tahun yang Ditetapkan pada Bulan Mei

Laporan diprakirakan akan menunjukkan penurunan inflasi konsumen, didorong oleh meredanya harga Minyak Mentah menyusul pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa tersebut hari ini pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB)

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA