- Realisasi APBN semester I 2026 mencatat defisit Rp196,5 triliun atau 0,76% PDB.
- Pendapatan negara pada paruh pertama tahun ini dilaporkan mencapai Rp1.459,4 triliun.
- Defisit melebar dari posisi akhir Mei, tetapi masih jauh di bawah batas fiskal 3% PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi APBN semester I 2026 mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun, setara 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut melebar dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70% PDB.
Pendapatan negara pada paruh pertama tahun ini dilaporkan mencapai Rp1.459,4 triliun. Dengan posisi defisit tersebut, realisasi belanja negara dapat diestimasi berada di kisaran Rp1.655,9 triliun.
Sebagai perbandingan, APBN KiTa edisi Juni 2026 menunjukkan realisasi hingga 31 Mei dengan pendapatan negara sebesar Rp1.185,0 triliun, belanja negara Rp1.365,4 triliun, defisit Rp180,4 triliun atau 0,70% PDB, serta keseimbangan primer surplus Rp58,6 triliun. Berdasarkan perbandingan tersebut, defisit APBN bertambah sekitar Rp16,1 triliun dari Mei ke akhir Juni.
Rasio defisit APBN yang tercatat sebesar 0,76% PDB menunjukkan posisi fiskal pemerintah masih relatif terkendali pada akhir semester I, jauh di bawah batas fiskal 3%. Namun, ruang tersebut akan diuji pada paruh kedua tahun ini karena pola belanja negara yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun anggaran.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz
USD/IDR: Rupiah Masih Tertahan Dekat 18.000 meski Cadangan Devisa Naik
Valas Harian: Perdagangan Yen Telah Mencapai Titik di Mana Pedagang Valas Perlu Selesaikan Dilema
Bonk melanjutkan koreksi setelah peretasan senilai 20 Juta Dolar dari kas BonkDAO
Bonk masih berada di bawah tekanan, diperdagangkan di bawah $0,0000044 setelah kehilangan lebih dari 10% pada hari sebelumnya. Koreksi hari Senin terjadi saat Organisasi Otonom Terdesentralisasi Bonk mengumumkan eksploitasi tata kelola yang mengakibatkan pencurian token BONK senilai 20 Juta dolar dari kasnya.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli
Pasar menjadi berhati-hati pada hari Selasa karena para investor memperhatikan dengan seksama headline yang keluar dari Timur Tengah di tengah tidak adanya rilis data berdampak tinggi. Pada paruh kedua hari ini, data Neraca Perdagangan Barang Amerika Serikat untuk bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi, bersama dengan Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan 4-minggu dari Automatic Data Processing.