- IHSG berpotensi mematahkan kenaikan lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.
- Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap Iran.
- Bank Indonesia akan merilis data Keyakinan Konsumen untuk bulan Juni.
IHSG bergerak di area 5.904,39 yang lebih rendah 1,37% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.984,18 dan merayap turun hingga mencapai terendah hari 5.903,70 dalam satu jam pertama perdagangan menyusul pembaruan ketegangan di Timur Tengah yang mendorong naik harga minyak dunia sepanjang hari kemarin. Indeks berisiko mematahkan kenaikan lima hari berturut-turut sebelumnya sementara para investor juga menantikan data Keyakinan Konsumen bulan Juni yang akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini.
Indeks-indeks saham Indonesia merah di pertengahan minggu. Indeks LQ45 turun 1,06% ditekan oleh WIFI (-3,46%), CUAN (-3,15%), SMRG (-2,96%), BRPT (-2,53%), dan saham-saham lainnya. WIFI mengalami penurunan di sesi pertama setelah bergerak sideways selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Saham ini tidak terlihat mendapatkan dorongan dari aksi beli baru meskipun hari ini adalah tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Perseroan berencana membagikan dividen dengan total Rp10,61 miliar atau Rp2 per saham yang akan dibayarkan pada 31 Juli 2026.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara dan pencabutan pengecualian sanksi minyak Iran, yang menyebabkan Iran tidak bisa menjual minyaknya secara legal. Tindakan tersebut terjadi setelah Iran diduga menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Perisitwa yang membuat Memorandum of Understanding (MoU) interim yang ditandatangani secara elektronik bulan lalu menjadi rentan dan mendorong harga minyak dunia lebih tinggi. West Texas Intermediate (WTI) naik 4,97% untuk ditutup di $72,02 per barel dan Brent naik 5,15% ke $75,81 per barel kemarin. Faktor-faktor di atas mengangkat Dolar AS dan menekan Rupiah kembali ke area 18.000, memberikan sentimen negatif untuk pasar Indonesia sejauh ini.
Ke depan, Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Keyakinan Konsumen Indonesia untuk bulan Juni 2026 hari ini pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Ini menyusul penurunan angka bulan Mei ke 120,9 dari 123,0 sebelumnya. Data akan diamati untuk mengukur sentimen konsumen terutama selama periode perang AS-Iran. Keyakinan Konsumen menjadi satu-satunya data hari ini. Data terdekat selanjutnya adalah Penjualan Ritel Indonesia bulan Mei yang akan dirilis besok.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,183% yang belum bergerak hari ini. Stagnansi itu menyusul kenaikan 0,52% imbal hasil ini pada hari kemarin. Meskipun demikian, imbal hasil masih mempertahankan tren sideways yang terbentuk sejak 25 Juni 2026.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Selandia Baru Melonjak ke 0,5700 versus Dolar AS di Tengah Kenaikan Suku Bunga RBNZ
Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Abaikan Dolar AS, BI akan Rilis Data Keyakinan Konsumen
Euro Kesulitan di Atas 1,1400 saat Serangan Baru AS terhadap Iran Dukung USD Jelang Risalah Rapat FOMC
Bitcoin bertahan di atas $60 Ribu setelah performa paruh pertama terlemah dalam beberapa tahun
Bitcoin telah menunjukkan kekuatan selama minggu lalu, naik di atas level $63.000, tetapi reli tetap rapuh sampai aliran masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) meningkat dalam sesi perdagangan mendatang, menurut Wintermute.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli
Pasar menjadi berhati-hati pada hari Selasa karena para investor memperhatikan dengan seksama headline yang keluar dari Timur Tengah di tengah tidak adanya rilis data berdampak tinggi. Pada paruh kedua hari ini, data Neraca Perdagangan Barang Amerika Serikat untuk bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi, bersama dengan Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan 4-minggu dari Automatic Data Processing.