Pasar emas menghadapi tekanan baru atas geopolitik AS-Iran, Ketika Harga minyak melonjak kembali diatas $70 per barel karena AS memcabut ijin ekspor minyak Iran hanya 19 hari setelah diberikan.
Isu geopolitik yang sebelumnya tampak tenang, ternyata menghanyutkan. Dolar AS Kembali menguat bertahan diatas 101 karena ekspektasi kenaikan suku bunga meningat sejalan dengan ketegangan yang berlangsung.
*Key Highlights*
- Dolar AS menguat, mencatatkan kenaikan sebesar 21 pips atau 0.21% berakhir pada level 101.08 karena komentar para pejabat the Fed yang mengkhawatirkan tekanan inflasi.
- Sentimen semakin mendukung kenaikan Dolar setelah AS mencabut ijin ekspor minyak Iran hanya Sembilan belas hari setelah diberikan.
- Alasannya, Pencabutan tersebut dilakukan menyusul serangan Iran terhadap tiga kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, serangan yang ditolak klaimnya oleh Teheran sementara media pemerintahnya menyalahkan peringatan yang diabaikan.
- Lisensi tersebut diperoleh pada bulan Juni berdasarkan nota kesepahaman empat belas poin yang membuka kembali Selat Hormuz dan awalnya mengizinkan penjualan Iran hingga 21 Agustus; Departemen Keuangan sekarang memerintahkan transaksi tersebut dihentikan pada 17 Juli.
- Berita ini, membangkitkan kembali Harga minyak yang tertidur pada zona pra konflik. Dan memberikan ancaman lebih kuat atas ekonomi global.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed September meningkat dari 55% menjadi 67% dan 76% menjadi 85% untuk pertemuan Desember.
- Pada Rabu (8/7) pasar akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral Selandia baru dan pembacaan risalah pertemuan FOMC Juni. Pasar masih akan cenderung sepi dari rangkaian data ekonomi AS.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Selasa (7/7), Harga emas diperdagangkan melemah - setelah gagal bertahan diatas $4,200.
Dipasar spot, harga emas berakhir turun sekitar $59.61 atau 1.43% berakhir pada level $4,105.36 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus berakhir turun sekitar $10.10 atau 0.24% berakhir pada level $4,157.40 per ons.
Harga minyak bergerak naik, menguat mencappai $72 per barel karena ketegangan geopolitik secara tak terduga meingkat. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Selasa (7/7) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $71.95 , +$3.44 / +5.02%
• WTI : $70.44 , +$1.89 / +2.76%
• BRENT : $74.16 , +$2.17 / +3.01%
• NGAS : $3.2030 , +$0.035 / +1.10%
Indeks Dolar AS menguat - mencatatkan kenaikan sekitar 21 pips atau 0.21% berakhir pada level 101.08, setelah sempat uji tertinggi 101.12 dan terendah 100.79. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Selasa (7/7) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69267 , -26 / -0.38%
• EURUSD : 1.14108 , -29 / -0.25%
• GBPUSD : 1.33565 , -30 / -0.22%
• NZDUSD : 0.56750 , -25 / -0.44%
• USDJPY : 162.086 , +2 / +0.01%
• USDCAD : 1.41981 , -5 / -0.04%
• USDCHF : 0.80817 , +32 / +0.39%
• USDCNH : 6.80303 , +91 / +0.13%
*Sentimen*
Pada Rabu (8/7) pasar akan terfokus pada pertemuan Bank Sentral Selandia baru dan pembacaan risalah pertemuan FOMC Juni. Pasar masih akan cenderung sepi dari rangkaian data ekonomi AS.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik Tipis di Tengah Permintaan USD yang Lemah; The Fed Hawkish dan Ketegangan AS-Iran Batasi Kenaikan
Dolar Selandia Baru Menguat saat Kenaikan Suku Bunga RBNZ Membebani AUD/NZD
Euro Kesulitan di Atas 1,1400 saat Serangan Baru AS terhadap Iran Dukung USD Jelang Risalah Rapat FOMC
Pi Network jatuh ke level terendah sepanjang masa di tengah tekanan pasar yang lebih luas
Harga Pi Network (PI) mendekati $0,1000 memperpanjang kerugian untuk hari kelima berturut-turut. Sentimen ritel tetap bearish seiring dengan penurunan Open Interest dan tingkat pendanaan. Prospek teknis untuk PI bearish karena tekanan jual meningkat, meskipun dalam kondisi jenuh jual.
Valas Hari Ini: Dolar AS Stabil saat Williams Menjaga Kehati-hatian Inflasi Tetap Hidup
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di dekat area 101,00, pulih secara moderat setelah dua hari bergerak datar saat para investor mencerna data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dan komentar hati-hati dari para pejabat Federal Reserve (The Fed). Rata-Rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP 4-minggu terbaru turun menjadi 21 ribu dari 24,25 ribu, menunjukkan momentum perekrutan sektor swasta melambat.