• IHSG turun tipis 0,12% atau 8 poin ke 6.678 setelah menguat 1,01% pada perdagangan sebelumnya.
  • Transportasi (IDXTRANS) memimpin kenaikan 2,41%, sementara BBCA turun 2,25%; AMMN dan ANTM masing-masing menguat 5,14% dan 3,90%.
  • Bursa Asia bergerak beragam setelah Wall Street melemah, sementara Brent menembus US$100; fokus beralih ke Penjualan Ritel RI, IHP, dan IHK AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis setelah menguat pada perdagangan sebelumnya, ditutup turun 0,12% atau 8 poin ke 6.678 pada Rabu. Indeks bergerak di rentang 6.642–6.707 setelah dibuka di 6.700. Pelemahan BBCA dan BMRI serta tekanan pada sektor kesehatan, konsumer siklikal, teknologi, dan keuangan menahan penguatan transportasi, industri, bahan baku, dan energi. Sentimen eksternal tetap berhati-hati setelah Wall Street melemah dan Brent menembus US$100 per barel, sementara dari dalam negeri Indeks Keyakinan Konsumen Agustus naik menjadi 118,5. Perhatian pasar selanjutnya beralih ke Penjualan Ritel Indonesia Juli, sedangkan data IHP dan IHK AS juga akan dicermati sebagai acuan penting bagi ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

BBCA dan BMRI Tekan IHSG, AMMN–ANTM Menguat

Di tingkat sektoral, transportasi dan logistik (IDXTRANS) memimpin kenaikan 2,41%, diikuti industri (IDXINDUST) 0,95%, bahan baku (IDXBASIC) 0,85%, energi (IDXENERGY) 0,77%, dan infrastruktur (IDXINFRA) 0,43%. Sebaliknya, kesehatan (IDXHEALTH) turun 1,34%, barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) melemah 1,23%, teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 0,96%, dan keuangan (IDXFINANCE) turun 0,57%.

Di antara saham berkapitalisasi besar, BBCA turun 2,25% ke Rp6.525 dan BMRI melemah 0,90% ke Rp4.390, sementara BBRI naik tipis 0,29% ke Rp3.420. Tekanan pada saham bank juga tercermin pada PRIMBANK10 yang turun 0,99%. Di sisi lain, AMMN melonjak 5,14% ke Rp4.910 dan ANTM naik 3,90% ke Rp3.200, mendukung penguatan sektor bahan baku.

Bursa Asia Beragam, Brent Tembus US$100

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu. KOSPI menguat 1,40% dan Shanghai Composite naik 0,28%, sementara Nikkei 225 turun 0,19%, Hang Seng melemah 0,17%, ASX 200 turun 0,11%, dan STI terkoreksi 0,60%. Pergerakan tersebut mengikuti pelemahan Wall Street pada Selasa, ketika Dow Jones turun 1,17%, S&P 500 melemah 0,58%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,32%. Deutsche Bank mencatat lebih dari 70% konstituen S&P 500 melemah, meski saham semikonduktor relatif lebih kuat.

Tekanan eksternal juga datang dari pasar energi. Brent naik 2,52% ke US$100,39 per barel dan WTI menguat 2,14% ke US$95,02 pada sesi Eropa, setelah ketegangan geopolitik di sekitar Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Kenaikan harga minyak memperbesar risiko inflasi di berbagai negara, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap prospek inflasi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperhitungkan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.

IKK Indonesia Naik, Fokus ke Penjualan Ritel dan Inflasi AS

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus naik menjadi 118,5 dari 116,8 pada Juli. Sementara itu, penjualan mobil Agustus tumbuh 32,4% secara tahunan dari 33,3% sebelumnya, sedangkan penjualan sepeda motor meningkat 3,18%, melambat dari 8,3%.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Penjualan Ritel Indonesia Juli pada Kamis, serta rangkaian data inflasi AS pekan ini. Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS Agustus dijadwalkan pada Kamis dan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) pada Jumat, yang akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed di tengah kenaikan harga minyak.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Sep 10, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: -3%

Sumber:

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Produsen (Thn/Thn)

Indeks Harga Produsen dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, Departemen Tenaga Kerja mengukur rata-rata perubahan harga di pasar utama AS oleh produsen komoditas di semua negara bagian untuk pengolahan. Perubahan IHP secara luas diikuti sebagai indikator inflasi komoditas. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk USD, sedangkan bacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Sep 10, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 5.3%

Sebelumnya: 4.7%

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh

Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh

Emas (XAU/USD) memangkas pelemahan pada hari Rabu, dengan aksi harga kembali ke area US$4,400 selama awal perdagangan sesi Eropa, setelah memantul dari level-level terendah US$4,345 pada hari Selasa. Logam mulia ini mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS (USD) secara luas, meskipun tren yang lebih luas tetap bearish, setelah turun lebih dari US$100 dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.
USD/IDR: Rupiah Tangguh di Rp17.500, Dolar Melemah tetapi Brent Sempat Tembus US$100

USD/IDR: Rupiah Tangguh di Rp17.500, Dolar Melemah tetapi Brent Sempat Tembus US$100

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Rabu dengan pijakan lebih kuat, menyeret turun pasangan mata uang USD/IDR ke Rp17.500 dari Rp17.625 pada Selasa, atau menguat 125 poin. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia (BI) juga turun ke Rp17.552 dari Rp17.618.
Euro Bertumpu pada ECB

Euro Bertumpu pada ECB

Dolar AS mengabaikan latar belakang yang menguntungkan dari kenaikan harga minyak, meningkatnya imbal hasil Treasury, dan turunnya indeks saham. Para investor mengantisipasi bahwa Departemen Keuangan AS akan memperluas dan memperdalam pembelian kembali Treasury bertenor panjang, seiring dengan retorika hawkish dari ECB.
Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh

Emas Memantul ke US$4.400 dengan Tren Bearish Tetap Utuh

Emas (XAU/USD) memangkas pelemahan pada hari Rabu, dengan aksi harga kembali ke area US$4,400 selama awal perdagangan sesi Eropa, setelah memantul dari level-level terendah US$4,345 pada hari Selasa. Logam mulia ini mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS (USD) secara luas, meskipun tren yang lebih luas tetap bearish, setelah turun lebih dari US$100 dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan pekan, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu di bawah 98,70. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dan data Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration. Yang lebih penting, Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka Indeks Harga Konsumen bulan Juli pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA