IHSG Terkoreksi di Tengah Tekanan Global, Sektor Transportasi-Properti Menahan Pelemahan


  • IHSG ditutup melemah 0,22% ke 8.925, terseret koreksi saham BUMN dan sektor basic.
  • Sektor transportasi, properti, dan infrastruktur mencatat penguatan, mencerminkan rotasi selektif investor.
  • Fundamental domestik menguat, namun sentimen global dan geopolitik menahan ruang penguatan pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis di zona negatif dengan koreksi 0,22% ke level 8.925, setelah dibuka di 8.946 dan sempat menyentuh level tertinggi 9.002 sebelum berbalik melemah hingga terendah 8.918. Tekanan utama datang dari saham-saham berbasis BUMN dan sektor komoditas, di tengah kehati-hatian pasar menyikapi dinamika global yang kembali meningkat.

Secara sektoral, IDXTRANS memimpin penguatan dengan kenaikan 1,76%, disusul IDXPROPERT naik 1,50% dan IDXINFRA menguat 1,43%, mencerminkan minat beli selektif pada sektor-sektor domestik defensif. Sebaliknya, tekanan paling nyata terlihat pada IDXBASIC yang turun 3,23%, diikuti IDXMESBUMN melemah 2,81% dan IDXBUMN20 terkoreksi 1,31%, menahan laju IHSG di tengah rotasi portofolio investor.

Cadangan Devisa Naik Tajam, BI Punya Ruang Lebih Luas Redam Volatilitas

Di luar pasar saham, fundamental eksternal Indonesia justru memperlihatkan penguatan signifikan. Cadangan Devisa (CaDev) Desember 2025 tercatat USD156,0 miliar, melonjak dari USD150,1 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan sekitar USD5,9 miliar ini mempertebal bantalan stabilitas eksternal, menjaga kapasitas pembiayaan impor dan kewajiban utang luar negeri, sekaligus membuka ruang intervensi yang lebih luas bagi Bank Indonesia (BI) dalam meredam volatilitas nilai tukar. Likuiditas domestik juga mengakselerasi, dengan Uang Primer (M0) adjusted tumbuh 16,8% (yoy) pada Desember, naik dari 13,3% (yoy), didorong lonjakan giro bank umum di BI serta peningkatan uang kartal yang diedarkan.

AS dan Tarik-Ulur Greenland-Venezuela Tekan Sentimen Global

Namun, persepsi risiko eksternal kembali meningkat di pasar global. Ketegangan geopolitik menguat setelah pemerintahan Donald Trump kembali mengangkat isu kepentingan strategis AS atas Greenland, yang memicu respons waspada dari Eropa dan negara-negara NATO. Reuters melaporkan Menlu AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat Denmark dan Greenland pada pekan depan.

Di pasar energi, harga minyak berada di bawah tekanan menyusul rencana Washington untuk memperketat pengawasan sekaligus membuka pelepasan pasokan minyak Venezuela. Trump menyatakan bahwa pengawasan AS terhadap Venezuela berpotensi berlangsung jauh lebih lama dari prakiraan awal, sebuah sinyal kebijakan yang memperpanjang ketidakpastian geopolitik dan terus menekan sentimen di sektor energi global.

PMI Jasa AS Menguat, JOLTS Melemah, Arah Dolar Masih Tertahan

Dari Amerika Serikat, rilis data ekonomi menghadirkan sinyal bercampur. PMI Jasa ISM naik ke 54,4 pada Desember, didukung perbaikan pesanan baru dan indeks ketenagakerjaan, sementara ADP mencatat penambahan 41 ribu pekerjaan sektor swasta. Di sisi lain, JOLTS menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja, dengan lowongan turun ke sekitar 7,1 juta dan rasio lowongan terhadap pengangguran menyentuh level terlemah sejak Maret 2021. Analis valas ING, Francesco Pesole, menilai kombinasi data ini belum memberi katalis arah baru bagi dolar, sementara pelemahan harga minyak berpotensi membatasi ruang penguatan USD setelah rilis NFP.

Pasar Global Melemah, IHSG Berpotensi Konsolidasi Jangka Pendek

Di tingkat global, pasar saham bergerak melemah seiring meningkatnya kehati-hatian menjelang rilis data tenaga kerja AS dan ketidakpastian geopolitik. Bursa Eropa dan AS ditutup bervariasi, sementara pasar Asia pagi ini cenderung mengikuti nada negatif. IHSG berpotensi memasuki fase konsolidasi jangka pendek, dengan arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh respons pasar global, dinamika dolar AS, serta seberapa jauh kekuatan fundamental domestik mampu menahan tekanan eksternal yang kembali menguji sentimen.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Breaking: Nonfarm Payrolls Meningkat 50.000 di Desember versus 60.000 yang Diharapkan

Breaking: Nonfarm Payrolls Meningkat 50.000 di Desember versus 60.000 yang Diharapkan

Nonfarm Payrolls (NFP) di Amerika Serikat (AS) naik sebesar 50.000 pada bulan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Pembacaan ini di bawah ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 60.000.

Emas Konsolidasi saat Pedagang Bersiap Sambut  NFP AS

Emas Konsolidasi saat Pedagang Bersiap Sambut NFP AS

Emas (XAU/USD) diperdagangkan sedikit berubah pada hari Jumat saat pasar menjadi hati-hati menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB).

Prakiraan EUR/USD: Penjual Euro Mempertahankan Kendali karena Fokus Bergeser ke NFP

Prakiraan EUR/USD: Penjual Euro Mempertahankan Kendali karena Fokus Bergeser ke NFP

EUR/USD tetap melemah dan diperdagangkan di dekat 1,1650 setelah ditutup di wilayah negatif pada hari Kamis. Sementara para investor bersiap untuk rilis data ketenagakerjaan utama bulan Desember dari AS, prospek teknis pasangan mata uang ini menunjukkan bahwa bias bearish tetap utuh.

Nonfarm Payrolls diprakirakan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap lemah pada bulan Desember

Nonfarm Payrolls diprakirakan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap lemah pada bulan Desember

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat akan merilis data Nonfarm Payrolls untuk bulan Desember pada hari Jumat pukul 13:30 GMT. Para ekonom memprakirakan Nonfarm Payrolls akan naik 60.000 di bulan Desember menyusul kenaikan 64.000 yang tercatat di bulan November.

Liputan langsung Nonfarm Payrolls:

Liputan langsung Nonfarm Payrolls:

Yohay Elam
Valeria Bednarik

Apakah data ketenagakerjaan bulan Desember akan mempengaruhi keputusan The Fed di bulan Januari?

Para ekonom memprakirakan Nonfarm Payrolls akan naik 60.000 di bulan Desember menyusul kenaikan 64.000 yang tercatat di bulan November. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa ini pada pukul 13:00 GMT. Bergabunglah dengan kami di sini!

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA