IHSG Rebound dari 8.039 saat Perhatian Tertuju pada AS-Israel versus Iran, Data Neraca Perdagangan di Depan


  • IHSG dibuka dengan gap bawah di bulan baru
  • Perhatian para teruju pada konflik di Timur Tengah.
  • Presiden RI, Prabowo Subianto bersedia untuk menjadi mediator.
  • BPS akan merilis data Neraca Perdagangan dan Inflasi.

IHSG berada di 8.129,05 yang lebih rendah 1,29% dari penutupan bulan lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap bawah di 8.092,90 merosot ke terendah hari 8.039,50 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, indeks tampak berusaha bangkit dari terendah tersebut untuk naik lebih jauh ke tertinggi hari 8.133,69 saat perhatian tertuju ke Timur Tengah

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar merah di hari perdagangan pertama bulan Maret. INFOBANK15 (-2,24%) menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di sesi pertama. Indeks ini diseret oleh saham-saham perbankan yang merah dengan BANK (-4,35%), ARTO (-4,09%), BBTN (-3,24%), dan BBTN (-3,24%) yang mengalami penurunan terbesar sejauh ini. Kinerja tersebut sebagian besar karena pembukaan dengan gap bawah dan beberapa emiten berusaha untuk rebound.

Perhatian pasar tertuju pada apa yang terjadi di Timur Tengah. Amerika-Israel menyerang Iran pada akhir pekan. Serangan tersebut menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan terus menyerang negara tersebut sampai tujuan-tujuannya tercapai.

Diinformasikan melaui akun X Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden RI, siap untuk memfasilitasi atau menjadi mediator dalam dialog antara dua pihak yang bertikai dan akan ke Teheran jika disetujui.

Kemlu RI dalam media sosilanya memberikan himbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan; mengikuti arahan otoritas setempat; dan menjaga komunikasi secara berkala dengan perwakilan RI terdekat.

Sebelumnya hari ini, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) S&P Global Indonesia untuk bulan Februari 2026 naik ke 53,8 dari 52,6 pada bulan sebelumnya dan lebih baik dari prakiraan 52. Data ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap di wilayah ekspansi karena tetap di atas 50, level yang memisahkan kontraksi dengan ekspansi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia akan merilis data Neraca Perdagangan, Ekspor dan Impor, serta Inflasi mulai pukul 04:00 GMT (11:00 WIB) hari ini. Setelah itu, tidak akan ada data lagi sampai hari Jumat yaitu Cadangan Devisa Februari.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,404% yang belum berubah sejauh ini. Imbal hasil berada di level-level yang sama untuk tiga hari perdagangan berturut-turut dan tampak berada di tengah mode sideways sejak imbal hasil meraih tertinggi baru 2026 di 6,464% pada 9 Februari.

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp3.135.000 pada hari ini, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Harganya lebih tinggi Rp90.000 dibandingkan harga Jumat menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang dibuka dengan gap atas dan mencatatkan tertinggi hari $5.393 per troy ons pada perdagangan sesi Asia hari ini.

Emas melonjak di tengah permintaan aset-aset safe haven setelah peristiwa yang terjadi selama akhir pekan. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global dan ISM menjadi data penting yang bisa menjadi pendorong harga Emas di perdagangan sesi AS hari ini. Namun, para pedagang tampaknya akan lebih fokus pada perkembangan di Timur Tengah.

Grafik Harian IHSG

IHSG
Grafik harian IHSG, 2 Maret 2026

Pembukaan dengan gap bawah membuat IHSG berada di bawah kisaran sideways yang terbentuk sejak 11 Februari 2026. Namun dalam jangka lebih panjang, indeks masih mempertahankan tren bullish yang ditunjukkan oleh posisinya yang berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.

Sebelum gap bawah pembukaan yang terjadi pada akhir Januari 2026, tren bullish juga diindikasikan oleh struktur higher highs dan higher lows yang dibuat IHGS dari terendah 2025 di 5.882,60 hingga tertinggi sepanjang masa 9.174,47 yang dicapai pada 20 Januari 2026.

Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 40,16 menunjukka bahwa momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50. Indikator ini bangkit dari zona jenuh jual namun kesulitan untuk menembus level netral.

Akibat mode sideways baru-baru ini, level-level teknis penting IHSG tidak berubah. Dengan sisi atas ada resistance di 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), dan 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat). Support di sisi bawah adalah 7.942,38 (SMA 200-hari), 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), dan 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari).

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Sen Mar 02, 2026 00.30

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 53.8

Konsensus: -

Sebelumnya: 52.6

Sumber: S&P Global

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Mundur dari Lingkungan $5.400; Masih Naik Lebih dari 1% di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Emas Mundur dari Lingkungan $5.400; Masih Naik Lebih dari 1% di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Emas (XAU/USD) turun dari area $5.400, atau level tertinggi sejak akhir Januari, yang disentuh selama perdagangan sesi Asia pada hari Senin, meskipun berhasil bertahan di atas level angka bulat $5.300.

WTI Melonjak di Atas $70,50 di Tengah Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran

WTI Melonjak di Atas $70,50 di Tengah Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $70,65 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin. WTI melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 setelah serangan militer bersama oleh AS dan Israel terhadap Iran selama akhir pekan.

Prakiraan Harga Emas: XAU/US Incar Kenaikan saat Perang Iran Meningkatkan Permintaan Safe Haven

Prakiraan Harga Emas: XAU/US Incar Kenaikan saat Perang Iran Meningkatkan Permintaan Safe Haven

Emas sedang beristirahat setelah lonjakan sebelumnya ke level tertinggi lebih dari sebulan di dekat $5.400, memulai minggu baru dengan semangat. Tema pelarian dana global menuju aset aman, menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran selama akhir pekan, meningkatkan permintaan penyimpan nilai tradisional, Emas.

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple Tertekan saat Support Utama Menghadapi Risiko Perincian

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple Tertekan saat Support Utama Menghadapi Risiko Perincian

Harga Bitcoin, Ethereum, dan Ripple diperdagangkan pada posisi melemah di awal minggu ini pada hari Senin, setelah memperpanjang kerugian di minggu sebelumnya. BTC berada di ambang penembusan, ETH terbatasi di bawah resistance utama, dan XRP berisiko menembus garis tren.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 27 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 27 Februari:

Pasar tetap berhati-hati di awal hari Jumat, membantu USD tetap tangguh terhadap rivalnya. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data inflasi awal bulan Februari dari Jerman. Nanti di hari ini, para investor akan mengamati dengan seksama Indeks Harga Produsen (IHP) AS bulan Januari dan angka PDB Kanada kuartal keempat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA