- IHSG mencatatkan tertinggi baru bulanan Juli di area 6.310.
- Presiden Prabowo mengklaim PT DSI mengelola devisa lebih dari $10,5 miliar.
- Bank Indonesia akan membuat keputusan suku bunga Rabu besok.
IHSG bergerak lebih tinggi 1,27% di 6.310,85 dari penutupan hari kemarin menuju penutupan sesi I Selasa ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap naik di 6.273,57 dan mencatatkan terendah dan tertinggi harian masing-masing di 6.247,35 dan 6.313,96. Level tersebut juga merupakan tertinggi baru bulanan Juli dan level tertinggi sejak 18 Juni 2026.
Indeks melanjutkan kenaikan beruntun dari Kamis pekan lalu, mengabaikan pendorong-pendorong negatif dari eksternal di tengah penguatan Rupiah dan menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia besok. Meskipun diabaikan untuk saat ini, perkembangan dalam pertikaian Timur Tengah yang pada akhirnya memengaruhi harga minyak dunia tetap diamati untuk mencari petunjuk sentimen pasar global, di samping pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, Senin kemarin.
JII (+1,10%) menjadi salah satu indeks dengan kenaikan tertinggi di sesi I pada hari perdagangan Selasa, terutama didorong oleh DEWA (+9,05%), BUMI (+5,03%), dan BRMS (3,48%). Kenaikan saham-saham pertambangan itu merupakan tindak lanjut aksi beli hari sebelumnya serta Presiden Prabowo yang menyinggung soal ekspor komoditas kemarin.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden RI Prabowo mengatakan bahwa, "Kita bangun sistem ekspor satu pintu agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebernarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya." Pernyataan tersebut merujuk pada kebijakan ekspor komoditas strategis satu pintu yang diperkenalkan pada bulan Mei 2026 melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) yang beroperasi sejak 1 Juli 2026. Presiden mengklaim PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih dari $10,5 miliar. CPO (crude palm oil), batubara, dan paduan besi menjadi tiga komoditas pertama yang menjadi objek dari kebijakan ini
Penutupan negatif indeks-indeks utama Amerika Serikat seperti salah satunya Dow Jones Industrial Average yang ditutup turun 0,59% sejauh ini tidak merusak kenaikan IHSG ke tertinggi baru bulanan. Penutupan negatif yang disebutkan di atas terjadi di tengah masih berlangsungnya pertikaian antara AS dan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menginformasikan bahwa mereka telah menyerang pusat komando militer, kemampuan maritim, lokasi-lokasi rudal dan drone, serta sistem-sistem pertahanan udara Iran. Itu menyusul sumpah Presiden AS, Donald Trump, bahwa Iran "akan membayar" atas pembunuhan tiga anggota militer Amerika, seperti diinformasikan Bloomberg Senin kemarin.
Tidak adanya pergerakan signfikan dalam minyak dan Dolar AS terlihat tidak membebani sentimen pasar saham Indonesia secara umum. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di $81,89 per barrel, mundur lebih jauh dari tertinggi bulanan yang dicapai di $84,41 pada hari kemarin dan Indeks Dolar AS yang belum membuat kemajuan di 100,96, mengakibatkan Rupiah menguat ke area 17.891 per Dolar AS.
Tren teknis jangka lebih panjang IHSG tetap turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Tren tersebut juga diperkuat oleh struktur lower lows dan lower highs yang dibuat indeks dari tertinggi sepanjang masa 9.174,47 hingga terendah tahunan 2026 di 5.317,90. Namun demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 62,03 menunjukkan momentumnya bullish dan masih ada ruang di sisi atas sebelum masuk ke zona jenuh beli.

Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 6%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik saat Pembeli Pertahankan $4.000, Ekspektasi The Fed Hawkish Batasi Kenaikan
IHSG Melonjak 1,74% ke 6.340, Reli Sembilan Sesi Dipimpin Sektor Energi
Emas Melanjutkan Pemulihan Menuju $4.100
Emas mendapatkan traksi setelah aksi yang bergejolak pada hari Senin dan bergerak menuju $4.100 pada hari Selasa. Namun, ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi terhadap prospek kebijakan Federal Reserve yang hawkish dapat menyulitkan logam mulia ini untuk mengumpulkan momentum bullish dalam jangka pendek
Emas Sempat Bersinar dan Tembaga Sudah Terlalu Ramai: Mengapa Aluminium Bisa Menjadi Kelangkaan Berikutnya
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 21 Juli
Pasangan mata uang utama tetap berada dalam kisaran yang sudah dikenal pada Selasa pagi karena investor menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar, sambil mengawasi dengan cermat headline seputar krisis Timur Tengah. Data sentimen Survei ZEW untuk Jerman dan Zona Euro akan ditampilkan dalam kalender ekonomi Eropa. Pada paruh kedua hari ini, tidak akan ada rilis data berdampak tinggi dari Amerika Serikat.