• IHSG ditutup menguat 0,81% atau 49 poin ke 6.236 dan berakhir tepat di level tertinggi harian.
  • Sektor barang baku, kesehatan, dan teknologi memimpin kenaikan, sementara saham bank besar bergerak beragam.
  • Musim laporan keuangan dan reli saham teknologi global menopang sentimen, meski aksi jual asing serta risiko geopolitik masih membatasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,81% atau 49 poin ke 6.236 pada perdagangan Jumat, sekaligus mengakhiri sesi di level tertinggi harian. Penguatan dipimpin sektor barang baku, kesehatan, dan teknologi, ditopang musim laporan keuangan Semester I 2026, reli saham teknologi global, serta pelemahan WTI. Namun, kenaikan belum merata karena saham bank berkapitalisasi besar masih tertekan dan investor asing membukukan penjualan bersih pada sesi pertama, terutama pada BBCA.

IHSG dibuka dengan gap naik di 6.219 dari penutupan Kamis di 6.186. Indeks sempat turun ke 6.201, tetapi tidak menutup seluruh gap tersebut sebelum berbalik naik hingga 6.236. Kenaikan ini memperpanjang rebound untuk sesi kedua berturut-turut dan membawa IHSG menutup pekan dengan penguatan sekitar 0,65%. Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp18,24 triliun dengan volume 31,53 miliar lembar saham dan frekuensi 1,94 juta kali.

Barang Baku dan Teknologi Memimpin

Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,54%, disusul kesehatan 2,43% dan teknologi 2,23%. Sektor barang konsumen non-primer turut naik 1,95%, sementara properti dan industri masing-masing bertambah 1,52% dan 1,20%. Sebaliknya, sektor barang konsumen primer melemah tipis 0,03%.

Saham perbankan bergerak beragam dan belum menjadi motor utama reli. PRIMBANK10 turun tipis 0,02%, ditekan BBCA yang merosot 1,9% ke 6.325 dan BBNI yang melemah 0,6% ke 3.530. Penurunan tersebut sebagian diimbangi BRIS dan BJBR yang masing-masing naik 2,0% dan 1,9%.

Reli Teknologi Global Menopang Asia

Dari kawasan, mayoritas bursa Asia bergerak positif menyusul pemulihan saham chip dan kecerdasan buatan. KOSPI melonjak 17,91% setelah mengalami tekanan tajam pada awal pekan, sedangkan Nikkei 225 naik 4,03%. Shanghai Composite bertambah 0,72%, sementara Hang Seng dan ASX 200 hanya menguat 0,10%. Di sisi lain, Straits Times Singapura turun 0,79%.

Sentimen regional mengikuti reli Wall Street pada perdagangan Kamis. Nasdaq Composite melonjak 2,78%, S&P 500 naik 1,66%, dan Dow Jones bertambah 1,19%, dipimpin kenaikan saham Microsoft lebih dari 15% setelah proyeksi bisnis cloud dan arus kasnya meredakan kekhawatiran mengenai besarnya belanja infrastruktur AI. Data AS turut menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 1,5% dalam laju tahunan, sementara inflasi inti PCE Juni melandai menjadi 3,3% secara tahunan.

Risiko Geopolitik Masih Membatasi

Risiko eksternal belum sepenuhnya surut setelah AS kembali menyerang sejumlah sasaran Iran sebagai balasan atas serangan terhadap pasukannya. Konflik juga meluas ke Irak serta jalur pelayaran di sekitar Laut Merah dan Terusan Suez. Meski demikian, pemulihan sebagian arus kapal melalui jalur utama kawasan membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Pada saat berita ini ditulis, WTI turun 0,33% ke US$83,31 per barel, sedangkan Brent naik tipis 0,30% ke US$89,30.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Indeks Biaya Tenaga Kerja AS kuartal II dan hasil final survei sentimen konsumen University of Michigan pada Jumat malam. Memasuki awal pekan depan, investor akan mencermati PMI Manufaktur Indonesia, inflasi Juli, serta neraca perdagangan Juni setelah neraca perdagangan Mei mencatat defisit US$1,61 miliar.

IHSG Ditutup Tipis di Atas Batas Descending Channel

Dari sudut pandang teknis, IHSG ditutup di 6.236, tepat di sekitar batas atas pola descending channel, sementara gap naik dari penutupan sebelumnya di 6.186 tetap terbuka. Penutupan di level tertinggi harian menjaga bias jangka pendek tetap positif, tetapi penembusan pola masih memerlukan konfirmasi lanjutan sebelum indeks berpeluang menguji resistance psikologis 6.400. Support terdekat berada di sekitar MA 20 Hari di 6.113, disusul MA 50 Hari di 6.035. Relative Strength Index (RSI) naik ke 56,12, menunjukkan momentum menguat tanpa memasuki area jenuh beli.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG

Indikator Ekonomi

Indeks Sentimen Konsumen Michigan

Indeks Sentimen Konsumen Michigan, yang dirilis setiap bulan oleh University of Michigan, adalah survei yang mengukur sentimen di antara konsumen di Amerika Serikat. Pertanyaannya mencakup tiga area luas: keuangan pribadi, kondisi bisnis, dan kondisi pembelian. Data menunjukkan gambaran apakah konsumen bersedia atau tidak untuk membelanjakan uang, faktor kunci karena belanja konsumen merupakan pendorong utama ekonomi AS. Survei Universitas Michigan telah terbukti menjadi indikator akurat tentang arah masa depan ekonomi AS. Survei menerbitkan pembacaan pra-bulanan, pertengahan bulan, dan cetakan akhir di akhir bulan. Secara umum, pembacaan tinggi adalah bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan rendah adalah bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Jul 31, 2026 14.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 54

Sebelumnya: 54.4

Sumber: University of Michigan

Kegembiraan konsumen dapat diterjemahkan ke dalam pengeluaran yang lebih besar dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, menyiratkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dan potensi kenaikan inflasi, membantu mengubah The Fed menjadi hawkish. Popularitas survei ini di kalangan analis (disebutkan lebih sering daripada Keyakinan Konsumen CB) dibenarkan karena data di sini mencakup wawancara yang dilakukan hingga satu atau dua hari sebelum rilis resmi, menjadikannya ukuran tepat waktu dari sentimen konsumen, tetapi terutama karena mengukur sikap konsumen pada situasi keuangan dan pendapatan. Data aktual yang mengalahkan konsensus cenderung USD bullish.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Melemah saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Risiko Iran Menopang USD

Emas Melemah saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Risiko Iran Menopang USD

Emas (XAU/USD) mempertahankan tekanan jual sepanjang sesi Asia pada hari Jumat dan tampak rentan setelah gagal melanjutkan kenaikan selama dua hari sebelumnya di atas level US$4.100. Dolar AS (USD) kembali memperoleh momentum positif dan memangkas sebagian penurunan tajam pada hari sebelumnya ke level terendah sejak 17 Juni.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.990, Pasar Tunggu Ekspektasi Inflasi AS dan Data Indonesia

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.990, Pasar Tunggu Ekspektasi Inflasi AS dan Data Indonesia

Rupiah Indonesia (IDR) ditutup menguat 85 poin atau sekitar 0,47% ke Rp17.990 per Dolar AS (USD) pada perdagangan Jumat, dari penutupan Kamis di Rp18.075. Mata uang Garuda mendapat dukungan dari pelemahan tajam Dolar AS selama dua sesi sebelumnya setelah data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS lebih rendah dari prakiraan.
Agustus Terlihat Tenang, tetapi Satu Faktor Pasar Mengubah Segalanya

Agustus Terlihat Tenang, tetapi Satu Faktor Pasar Mengubah Segalanya

Setiap tahun, Agustus identik dengan suasana tenang. Para pedagang pergi berlibur, volume perdagangan melambat, dan pasar keuangan tampak beralih ke ritme yang lebih rendah. Bagi banyak investor, bulan ini terasa seperti jeda, seolah-olah risiko pasar itu sendiri sedang mengambil cuti selama beberapa minggu. Namun, persepsi tersebut sering kali hanya ilusi.
Mengapa IDR Mendekati Posisi Terendah Historis Meskipun Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%

Mengapa IDR Mendekati Posisi Terendah Historis Meskipun Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple diperdagangkan di dekat level-level teknis utama pada hari Jumat saat pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas berhenti sejenak setelah pemulihan minggu lalu. BTC mendekati Exponential Moving Average (EMA) 50 hari sementara ETH terus konsolidasi di antara dua EMA utama.

Valas Hari Ini: Yen Jepang mundur setelah reli karena dugaan intervensi, BoJ tetap stabil

Valas Hari Ini: Yen Jepang mundur setelah reli karena dugaan intervensi, BoJ tetap stabil

Yen Jepang kehilangan sebagian kekuatannya pada awal hari Jumat setelah menguat di sesi Amerika pada hari Kamis, kemungkinan didorong oleh intervensi pasar valuta asing oleh otoritas Jepang. Kemudian dalam sesi tersebut, data HICP awal bulan Juli dari Zona Euro akan menjadi sorotan dalam kalender ekonomi.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA