- IHSG turun 0,64% ke 8.212 dengan rentang perdagangan 8.170–8.251 di tengah tekanan global.
- Saham transportasi, energi, dan siklikal menguat, sementara saham BUMN dan blue chip tertekan.
- Pelemahan saham global, ekspektasi suku bunga AS, dan rilis inflasi AS membentuk sikap defensif investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat, turun 0,64% ke level 8.212 dari posisi sebelumnya 8.265. Sepanjang sesi, indeks bergerak di kisaran 8.170-8.251, mencerminkan tekanan jual yang masih dominan seiring kehati-hatian investor menjelang akhir pekan dan dinamika sentimen global.
Secara sektoral, penguatan terlihat pada saham transportasi, energi, dan konsumsi siklikal. IDXTRANS naik 1,66%, IDXENERGY menguat 1,33%, dan IDXCYCLIC bertambah 0,95%, mencerminkan minat beli selektif pada sektor yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi. Sebaliknya, tekanan terjadi pada saham berkapitalisasi besar dan BUMN, dengan IDXLQ45LCL turun 1,36%, IDXBUMN20 melemah 1,38%, serta IDXMESBUMN terkoreksi 2,35%.
Sentimen eksternal masih membayangi pasar domestik setelah pelemahan saham global, terutama sektor teknologi, memicu sikap risk-off investor. Direktur Riset XTB UK Kathleen Brooks menilai sentimen global tetap rapuh setelah Nasdaq turun lebih dari 2%, sementara analis Deutsche Bank mencatat pelemahan pasar saham semakin meluas di tengah kekhawatiran disrupsi AI. Kondisi ini turut meningkatkan permintaan aset safe haven seperti dolar AS dan membatasi ruang penguatan aset berisiko, termasuk saham emerging markets.
Perhatian investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS, yang diprakirakan stabil sekitar 0,3% bulanan dan 2,5% tahunan. Hasil data tersebut dinilai penting dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan Federal Reserve. Ekonom Nordea menilai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas, didukung pertumbuhan AS yang solid dan inflasi yang belum sepenuhnya mereda, meski pasar masih memperkirakan peluang pelonggaran sekitar 50 basis poin tahun ini.
Dari sisi domestik, Presiden Prabowo Subianto, menurut laporan Reuters, menyatakan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh melampaui target tahun ini, didukung konsumsi domestik dan program prioritas pemerintah. Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4% yoy pada Kuartal IV-2025, dengan proyeksi 2026 sekitar 5,2%, meski risiko tetap ada dari investasi swasta yang hati-hati dan perlambatan ekspor.
Secara keseluruhan, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan investor menunggu katalis lanjutan, baik dari data ekonomi global, arah kebijakan moneter utama, maupun perkembangan fundamental domestik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Ya, ekonomi AS tangguh – Tidak, itu tidak akan menyelamatkan Dolar AS
Beberapa data AS yang mengesankan seharusnya menghasilkan USD yang jauh lebih kuat. Namun, itu tidak terjadi. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup pada minggu ketiga berturut-turut sedikit berubah, beberapa poin di atas level 1,1800.
Emas: Logam Tetap Rentan terhadap Sentimen Pasar yang Luas
Emas (XAU/USD) memulai minggu dengan nada bullish dan naik di atas $5.000 sebelum turun tajam dan menghapus keuntungan mingguan pada hari Kamis, hanya untuk pulih menjelang akhir pekan.
GBP/USD: Pound Sterling Tetap di Bawah 1,3700 Jelang Uji Inflasi Inggris
Pound Sterling (GBP) gagal bertahan di level-level tinggi terhadap Dolar AS (USD), tetapi para pembeli tetap bertahan di tengah minggu blockbuster yang padat data AS.
Bitcoin: Penjual BTC Belum Selesai
Harga Bitcoin (BTC) merosot di bawah $67.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, tetap berada di bawah tekanan dan memperpanjang kerugian hampir 5% sejauh minggu ini.
