- EXCL menuju menutup pekan dengan merah di bawah 3.000.
- Perseroan mengalami rugi di 2025 di balik meningkatnya beban-beban.
- Tren bullish saham ini rentan berbalik di tengah momentum bearish pada RSI 14-hari.
EXCL diperdagangkan di 2.900 yang lebih rendah 3,65% dari penutupan hari kemarin. Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. dibuka dengan gap bawah kecil di 2.990 dan sesaat naik untuk meraih tertinggi hari 3.000 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, para investor tampak menjual saham ini dari level-level tersebut untuk membawah EXCL turun ke terendah hari 2.880.
Laporan keuangan yang dirilis sebelumnya hari ini tidak memberikan dorongan positif yang dibutuhkan. Selama tahun 2025, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan sebesar Rp42,44 triliun yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp34,39 triliun. Namun, perseroan mengalami rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp4,2 trilun dibandingkan tahun sebelumnya laba Rp1,81 triliun.
Penyebab kerugian ini di antaranya adalah beban-beban biaya yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, seperti beban operasional jaringan, beban manfaat karyawan, beban penyusutan dan amortisasi, dll. Hal tersebut muncul saat terjadi merger antara PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) sehingga menjadi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk pada tahun 2025.
Dari posisi keuangan, kas dan setara kas perseroan bertambah menjadi Rp2,66 triliun di 31 Desember 2025 dari Rp1,38 triliun pada 31 Desember 2024. Terjadi penambahan jumlah aset dari Rp77,74 triliun di akhir 2024 menjadi Rp100,29 triliun di akhir periode pelaporan.
Dari sisi ekuitas, jumlah ekuitas perseroan menunjukkan penambahan dari Rp26,22 triliun di 31 Desember 2024 menjadi Rp30 triliun pada 31 Desember 2025 dengan jumlah liabilitas juga meningkat menjadi Rp85,30 triliun di akhir tahun lalu dari Rp59,95 triliun pada tahun sebelumnya.
Secara teknis EXCL masih berada dalam tren bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun saham ini semakin mendekati average tersebut sehingga membuat tren bullish-nya menjadi rentan.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 36,08 menunjukkan bahwa momentumnya bearish karena tetap di bawah level netral 50 sejak akhir bulan lalu dan mengindikasikan masih ada ruang di sisi bawah sebelum masuk ke zona jenuh jual.
Dalam kasus EXCL turun lebih jauh, support teknis terdekat yang bisa ditemukan adalah 2.782 (SMA) 200-hari, 2.670 (terendah 11 dan 19 November 2025), dan 2.390 (terendah 20 dan 28 Oktober 2025). Sementara di sisi atas, saham ini memiliki resistance di 3.060 (tertinggi 12 Februari 2026), 3.230 (tertinggi 4 Februari 2026), dan 3.560 (tertinggi 29 Januari 2026).
Grafik Harian EXCL

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD Mundur saat Permintaan Safe-Haven Meningkatkan Dolar AS meski NFP Mengejutkan
EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1560 pada hari Jumat pada saat berita ini ditulis, turun 0,40% pada hari itu setelah sempat rebound menuju 1,1590 setelah rilis data pasar tenaga kerja terbaru dari Amerika Serikat (AS).
Emas Tergelincir meskipun Konflik AS-Iran Meningkat saat Dolar Menguat
Emas (XAU/USD) melemah pada hari Jumat, memangkas keuntungan sebelumnya seiring dengan penguatan Dolar AS (USD) secara umum dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus membebani logam yang tidak berimbal hasil ini.
Musim Dingin Akan Datang: Perang Timur Tengah, Guncangan Harga Minyak, dan Kembalinya Inflasi?
Eskalasi perang di Timur Tengah dengan cepat menjadi masalah ekonomi global. Lonjakan harga minyak menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi pada saat bank sentral percaya bahwa guncangan harga terburuk telah berlalu.
Mengapa Bitcoin tidak anjlok akibat perang Iran?
Setelah AS dan Israel menyerang Iran, konsensus di antara sebagian besar ahli adalah bahwa Bitcoin dan pasar kripto akan mengalami putaran penurunan tajam lainnya. Namun, itu tidak terjadi. Dan hampir satu minggu setelahnya, kripto tampaknya mampu menghadapi badai jauh lebih baik dibandingkan dengan kelas aset lain yang dianggap berisiko.
Liputan Langsung NFP:
Bagaimana pasar akan menilai data NFP Februari sementara krisis Timur Tengah semakin dalam?
Para investor memprakirakan NFP akan naik 59 ribu menyusul kenaikan 130 ribu yang mengesankan yang tercatat di bulan Januari. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa ini hari ini pada pukul 13:00 GMT.
