• IHSG mundur setelah mencatatkan tertinggi baru Juli 2026.
  • Bank Indonesia akan membuat keputusan suku bunga hari ini.
  • Pendapatan Negara (s.d. 30 Juni 2026) sebesar Rp1.459,4 triliun.

IHSG bergerak lebih rendah 0,08% di 6.334,93 dari penutupan hari kemarin menuju penutupan sesi I Rabu ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap naik di 6.366,01 dan meraih tertinggi hari di 6.394,68 yang juga merupakan level tertinggi sejak 21 Mei 2026. Namun, indeks kesulitan untuk menindaklanjuti dan malah berbalik turun ke terendah hari 6.297,86. Itu menyusul kinerja positif indeks untuk empat hari perdagangan berturut-turut, memperpanjang rebound dari terendah 2026 di 5.317,90 yang dicapai pada 8 Juni menjelang acara penting bank sentral pada hari ini.

INFOBANK15 (-0,83%) menjadi indeks dengan penurunan terbesar menuju penutupan sesi I Rabu, terutama ditarik oleh ARTO (-2,54%), BBYB (-1,53%), dan BDMN (-1,41%). Tidak ada aksi korporasi yang menjadi latar belakang penurunan tiga saham di atas. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh aksi jual para investor menjelang keputusan suku bunga dan konfrensi pers Bank Indonesia pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Bank Indonesia akan membuat keputusan suku bunga hari ini yang dimulai pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Konsensus memprakirakan BI-Rate akan dinaikkan 25 bp menjadi 6%. Itu menyusul dua kenaikan suku bunga pada bulan Juni kemarin yang membuat BI-Rate menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,5%. Pada saat itu, bank sentral menyebut bahwa kenaikan suku bunga ini merupakan tindak lanjut untuk memperkuat stabilisasi Rupiah, yang mencapai rekor terlemah 18.197 per Dolar AS pada bulan tersebut.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam laporan APBNKiTa menunjukkan bahwa Pendapatan Negara (s.d. 30 Juni 2026) sebesar Rp1.459,4 triliun dengan perincian Rp1.035,7 dari Penerimaan Pajak, Rp152 trilun dari Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, dan Rp271 triliun dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara itu, Belanja Negara (s.d. 30 Juni 2026) sebesar Rp1.656 triliun dengan perincian Rp1.298,6 triliun untuk Belanja Pemerintah Pusat dan Rp357,4 triliun untuk Transfer ke Daerah. Dengan demikian, Defisit APBN sebesar 0,76% thp PDB dan Surplus Keseimbangan Primer sebesar Rp85,1 triliun.

Setelah dua peristiwa di atas berlalu, pasar saham Indonesia akan mengambil petunjuk sentimen ke depan dari eksternal, terutama konflik Amerika Serikat dan Iran. Kedua pihak saling melontarkan ancaman serangan yang membuat minyak West Texas Intermediate (WT) tetap tinggi di $84,83 per barel dan Indeks Dolar AS di $101,14. Kombinasi faktor-faktor di atas menekan Rupiah di area 17.904 per Dolar, berisiko meredam selera risiko pada pasar saham Indonesia. Namun, upaya perdamaian belum sepenuhnya tertutup mengingat Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada hari Minggu bahwa AS masih terbuka melakukan perundingan. Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Eskandar Momeni, meminta Isalamad saat di Pakistan untuk melanjutkan upaya mendamaikan kedua pihak.

Simple Moving Average (SMA) 200-hari masih jauh di atas IHSG, menunjukkan bahwa tren teknisnya masih turun. Namun, indeks baru saja menembus 6.377,19 (tertinggi 17 Juni, higher high) meskipun belum berkelanjutan. Penutupan harian di atas level tersebut berpotensi membentuk struktur higher highs dan higher lows, sebuah tanda bahwa terbentuknya tren naik. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 62,72 mengindikasikan momentumnya masih bullish, meskipun mulai datar di depan zona jenuh beli.

IHSG
Grafik harian IHSG

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 6%

Sebelumnya: 5.75%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

(XAU/USD) mempertahankan tren positifnya menjelang sesi perdagangan Eropa dan saat ini diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi dua pekan yang tersentuh pada Rabu.
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Bergerak di Rp17.917 saat Tunggu Keputusan BI-Rate

Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Bergerak di Rp17.917 saat Tunggu Keputusan BI-Rate

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 22 Juli: Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 101,18 pada awal perdagangan sesi Asia, setelah bertahan dekat level tertinggi satu pekan.
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Bitcoin Bertahan Kuat saat ONDO dan GRAM Memimpin Rally

Bitcoin Bertahan Kuat saat ONDO dan GRAM Memimpin Rally

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas menyaksikan meredanya momentum bearish, dengan Bitcoin bertahan di atas $66.000 pada hari Rabu. Altcoin termasuk Ondo dan Gram, yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, memimpin kenaikan dalam 24 jam terakhir, didorong oleh fitur-fitur baru. Bitcoin bertahan di atas $66.000 pada hari Rabu, setelah melonjak 2% pada hari sebelumnya.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 22 Juli

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 22 Juli

Dolar AS (USD) menguat pada hari Selasa seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong harga energi lebih tinggi dan menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa inflasi bisa tetap tinggi. Greenback juga mendapat manfaat dari permintaan aset-aset safe-haven meskipun data inflasi dan ketenagakerjaan AS lebih lemah. Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju 101,20, melanjutkan pemulihannya untuk sesi keempat berturut-turut

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA